EFETIFITAS PENDISTRIBUSIAN PUPUK BERSUBSIDI DI KABUPATEN DELI SERDANG STUDI KASUS DI KECAMATAN HAMPARAN PERAK

Sahnan Rangkuti(1*),


(1) Pemerintah Kabupaten Deli Serdang
(*) Corresponding Author

Abstract


Ketahanan pangan (beras) mempunyai implikasi yang sangat luas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, baik kehidupan sosial, ekonomi, keamanan, ketertiban dan kesehatan. Oleh sebab itu, pemerintah dan masyarakat amat berkepentingan agar ketahanan pangan nasional dapat dipelihara. Pupuk merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi produksi dan produktivitas usaha tani  termasuk budidaya padi. Untuk membantu petani mendapatkan pupuk dengan enam tepat, yaitu harga, tempat, jenis, mutu, waktu dan jumlah sekaligus sebagai upaya meningkatkan produksin dan produktivitas, pemerintah memberi bantuan pupuk bersubsidi. Banyak pihak yang terlibat dalam pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi kepada petani, yaitu produsen (PT. Pusri,  dan PT. Ptero Kimia Gersik), Distributor, Kios Pengecer dan Kelompok Tani. Disamping itu terdapat pihak penunjang seperti Komisi Pengawas Pupuk, Dinas Pertanian dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Kecamatan Hamparan Perak adalah lokasi yang dipilih untuk penelitian tesis ini mengingat kecamatan ini merupakan sentra produksi utama komoditi padi di Kabupaten Deli Serdang dengan berbagai macam persoalan pupuk yang munscul pada setiap musim tanam.             Hasil kajian menunjukkan bahwa pendistribusian pupuk bersubsidi belum mencapai 6 (enam) tepat, khususnya harga, jumlah dosis dan waktu.Perencanaan lebih mengarah pada jumlah alokasi pupuk yang tersedia, tidak mendorong lahirnya penignkatan produktivitas  dan tidak tersosialisasikan dengan baik sehingga terjadi kesenjangan persepsi, khususnya ditingkat petani. Harag ditingkat petani selalu lebih tinggi dari harga HET yang ditetapkan pemerintah dengan alasan upah bongkar dan lain-lain. Penyerahan pupuk ditingkat petani selalu tidak tepat waktu dan jumlah dengan alasan pupuk yang tersedia tidak cukup. Modus yang sering digunakan oleh Kios dan Distributor adalah mengirimkan pupuk setengah dari jumlah pupuk yang diminta petani. Pengawas pupuk belum dapat berfungsi secara optimal yang disebabkan dana operasional yang sangat terbatas.


Keywords


Efektivitas, Distrusi, Pupuk bersubsidi.

Full Text:

PDF

References


Ahmad Erani Yustika, 2002, Pembangunan dan Krisis, Memetakan Perekonomian Indonesia, Jakarta, PT. Gramedia Widiasarana Indonesia.

Agoes Noer Abdi, http://digiub.unej.ac.id. Analisis Distribusi Tata Negara & Efesiensi Pemasaran Pupuk Bersubsidi di Jember.

Bintoro Tjokroamidjojo, 1986, Perencanaan Pembangunan, Jakarta, Gunung Agung.

Dita Lina Kudrati, http://digiub.Unej.ac.id, Faktor – Faktor Yang Berperan Dalam Kelangkaan Pupuk Bersubsidi.

Dumairy, 2007, Perekonomian Indonesia, Jakarat, Penerbit Erlangga.

Dewi, Silvia Ratna & W, raning Jati Kusuma, Faktor – Faktor Penyebab Kelangkaan Pupuk Bersubsidi http//dewey.petna.ac.id. diakses tanggal 20 April 2011

Feryanto, W,K, http://feryanto.wk.staff.ipb.ac.id, Evalusi Kebijakan Subsidi Pupuk di Indonesia. diakses tanggal 18 Februari 2011.

Gunawan Sumodinignrat, 201, Menuju Swasembada Pangan, Revolusi II, Intrduksi Manajemen Dalam Pertanian, Jakarta, Penerbit RBI.

Laily Nuraini, http ://eprints.Undip.ac.id. Instrument Kebijakan Pupuk Bersubsidi Bagi Petani Indonesia. diakses tanggal 4 Maret 2011.

Michael P. Todaro, 1999, Pembangunan Ekonomi di Duia Ketiga, Alih Bahasa Haris Munandar, Jakarta, Erlangga.

Moleong, J. Lexy, 2001, Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung, PT. Remaja Kosda Karya.

Naomi Siagian : Http/WW: Penanganan Masalah Pupuk Masih Parsial di Akses tanggal 26 Juni 2010.

Onong Uchjana Efendy, Komunikasi, 1996, Bandung, Penerbit Remaja Rosdakarya.

Posma Ulinita Sibarani, http://respositury.USU.ac.id. Evaluasi Distribusi Pupuk Bersubsidi Dengan Konsep Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok.

Randy R Wrihatnolo dan Rian Nugroho Dwidjowijoto, 2007, Manajemen Pemberdayaan, Jakarta, PT. Elex Media Komputindo.

Sugiyono, 2003, Metode Penelitian Administrasi, Bandung, Penerbit CV. Alvabeta.

Supriatna, Tjahya, 2000, Strategi Pembangunan dan Kemiskinan, Jakarta, Penerbit Rineka Cipta.

Teokro, Winoto, Moejarto, 2002, Pembangunan Dilema dan Tantangan, Yokyakarta, Pustaka Pelajar.

W. David Downey dan Steven P. Erickson, 2005, Manajemen Agribisnis, Alih Bahasa Ir. Rochidayat Ganda S dan Alfonsus Sirait, Jakarta, Penerbit Erlangga.

Waluyo, Manajemen Publik (Konsep, 2007, Aplikasi dan Implementasinya Dalam Pelaksanaan Otonomi Daerah), Bandung, Penerbit CV. Mandar Maju.

William J. Stanton, 1993, Prinsip Pemasaran, Jakarta, Penerbit Erlangga.

Yuswar Zainul Basri dan Mulyadi Subri, 2005, Keuangan Negera dan Analisis Kebijakan Luar Negeri, Jakarta, Penerbit Raja Grafindo Perkasa.

Peraturan Presiden Nomor 77 Tahun 2005 tentang Penetapan Pupuk Bersubsidi Sebagai Barang Dalam Pengawasan.

Petunjuk Teknis Pengawasan Pupuk Bersubsidi dan Pestisida Tahun 2010, Direktorat Sarana Produksi Dirjend Tanaman Pangan Kementerian Pertanian.

Peraturan Menteri Pertanian Nomor 50 / Permentan / SR.130 / 11 / 2009 tentang Kebutuhan dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Untuk Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2010.

Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 07 / M – DAG / Per / 2 / 2009 tentang Perubahan atas Permendag RI Nomor 21 / M – DAG / Per / 6 / 2008 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi Untuk Sektor Pertanian

Peraturan Gubernur Sumatera Utara Nomor 1 Tahun 2010 tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Untuk Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2010 Propinsi Sumatera Utara




DOI: http://dx.doi.org/10.31289/jap.v2i2.1374

Article Metrics

Abstract view : 10 times
PDF - 10 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.