Persepsi dan Implementasi Kebijakan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Sebagai Sarana Pembelajaran dan Pengaruhnya Terhadap Peningkatan Kualitas Pendidikan Pada SMA Negeri Kota Pematang Siantar

August Sinaga Zainuddin(1*),


(1) 
(*) Corresponding Author

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Untuk mengetahui pengaruh persepsi guru pada kebijakan TIK terhadap peningkatan kualitas pendidikan, (2) Untuk mengetahui pengaruh implementasi Kebijakan TIK sebagai sarana pembelajaran terhadap peningkatan kualitas pendidikan, dan (3) Untuk mengetahui pengaruh persepsi guru pada kebijakan TIK dan implementasi kebijakan TIK sebagai sarana pembelajaran terhadap peningkatan kualitas pendidikan. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Pematang Siantar pada tahun 2013, populasi berjumlah 236 guru. Sampel Stratified Proportional Random Sampling berjumlah 127 guru dari SMA Negeri Kota Pematang Siantar. Analisis data secara kuantitatif, menggunakan teknikstatistik deskriftif dan statistic inferensial dengan menggunakan studi korelasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh positif persepsi guru pada kebijakan TIK terhadap peningkatan kualitas pendidikan dengan korelasi yang sangat kuat (nilai 0,63); (2) Terdapat pengaruh positif implementasi kebijakan TIK sebagai sarana pembelajaran terhadap peningkatan kualitas pendidikan dengan korelasi yang kuat (nilai 0,48); dan (3) Terdapat pengaruh positif persepsi guru pada kebijakan TIK dan implementasi kebijakan TIK sebagai sarana pembelajaran secara bersama-sama terhadap peningkatan kualitas pendidikan dengan korelasi yang sangat kuat (nilai 0,68). Hal ini berarti semakin baik persepsi guru pada kebijakan TIK dan semakin baik implementasi kebijakan TIK sebagai sarana pembelajaran, maka akan semakin tinggi peningkatan kualitas pendidikan di SMA Negeri di Kota Pematang Siantar. Dengan Koefisien determinan R2 = 0,467 menunjukkan bahwa 46,7% variabel peningkatan kualitas pendidikan dapat dijelaskan oleh variabel persepsi guru pada kebijakan TIK dan implementasi kebijakan TIK sebagai sarana pembelajaran, sedangkan sisanya 53,3% belum dapat dijelaskan karena berasal dari variabel lainnya yang tidak dilibatkan dalam penelitian ini.

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.31289/jap.v3i1.192

Article Metrics

Abstract view : 695 times
PDF - 466 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.