STRATEGI PENGEMBANGAN AGRIBISNIS KARET RAKYAT DI KABUPATEN NIAS SELATAN

Ujianhati Zega(1*), Buhari Sibuea(2),


(1) 
(2) 
(*) Corresponding Author

Abstract


The form of this research is descriptive quantitative research with observational methods (survey) and field observations. The analysis used the descriptive analysis of the literature study for quantitative analysis of secondary data and primary data collected for the research instrument in the form of a list of questions. Research sample were 105 respondents from 95 districts sampled farmers and 10 key figures in the study area. The results of this study are: The results of the analysis of internal strategic factors consist of 1) the power factor: land availability, high employment, good soil fertility to the rubber, the availability of human and socio-cultural factors. 2) Factors weakness :, no rubber factories, rubber prices are still low, there is no rejuvenation program, farmers and low capital. External strategic factors in South Nias consists of 1) Factor odds: high export demand, the expansion of the land is still available, the strong commitment of the local government, land use and does not require any displaced high-tech. 2) Factors :, threats land conversion, farmers shift to other sectors, climate change, pests and diseases and premature felling of rubber trees productive. Offered an alternative strategy for the development of rubber in South Nias are: 1) Establish farmer groups as a means of counseling, education, the introduction of technology and access permodalan.2) Capital to petani.3) rejuvenation program to clone old unggul.4) Utilize budget autonomy to increase rubber production needs industri.5) Cooperation with investors to build a processing plant karet.6) increasing cultivation technology of rubber. 7) Expanding plantations of rubber.8) Promoting the use of seedlings (clones) superior.

 

Keywords: Agribusiness, Development, Rubber


Full Text:

PDF

References


Ainul Mardias. 2012. Jurnal: "Polo Pengembangan Perkebunan Karel Rakyat dalam Rangka Upaya Peningkatan Produksi dan Pendapatan Petani di Kabupaten Kampar. FE UNRI. Pekan Baru.

Ali Muhammad. 2003. Penelitian Pendidikan Prosedur dan Strategi. Jakarta Pustaka Aman.

Anwar A. 2001. Usaha Membangun Aset-aset Alami dan Lingkungan Hidup Pada Umumnya Diharapkan Dapat Memperbaiki Kehidupan Ekonomi Masyarakat Ke Arah Keberlanjutan. Bahan Diskusi Serial di Lembaga Alam Tropika (LATIN). Bogor.

Aronof. 2003. Geographic Information System : Management Perspective. Ottawa. Canada. WDL Publiation.

Arsyad L.2004. Pengantar Perencanaan dan Pembangunan Ekonomi Daerah. Edisi Pertama. BPFE. Jakarta.

Amino Z. 2003. Tataniaga Pertanian. Departemen Ilmu-Ilmu SosialEkonomi Pertanian, Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Brigita Lahutung, 2012. Analisis SWOT : PT Gramedia Pustaka Utama.

[BPS] Badan Pusat Statistik Nias Selatan. 2012. Nias Selatan dalam Angka. Badan Pusat Statistik Kabupaten Nias Selatan. Sumatera Utara.

[Balitbang] Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 2012. Prospek dan Arah Pengembangan Agribisnis Karel. http://www.litbang.deptan.go.id [17 Oktober 2009].

Danoedoro P. 2007. Pengelolaan Data Digital : Teori dan Aplikasinya dalam Bidang Penginderaan Jauh. Yogyakarta. Fakultas Geografi. Universitas Gajah Mada.

Damanik S. 2000. Analisis Dampak Pengembangan Komoditas Perkebunan terhadap Perekonomian Wilayah di Propinsi Sumatera Utara. Jurnal Sosial Ekonomi 01 (01) : 3-4.

David, L. 2002. Pengantar Perencanaan dan Pembangunan Ekonomi Daerah. BPFE, Yokyakarta.

Direktorat Jendral Perkebunan, Tentang Luas, Produksi dan Produksi Rata-rata Karet di Indonesia tahun 2000-2012. Jakarta.

Direktorat Pengembangan Potensi Daerah BKPM. 2013. Tentang Potensi Karet di N iasSelatanhttp://regional investment.b kpm.go. i d/newsipid/id/commodityarea. php?ic=62&ia=12 (Diakses Pada 30 Januari 2014).

Drajat Bambang. 2004. Strategi Pengembangan Karel Indonesia. Jumal Penelitian Karet. 27 (1) : 13-28.

Faturuhu F. 2009. Aplikasi Sistem Informasi Geografi untuk Evaluasi Penggunaan Lahan Terhadap Arahan Pemanfaatannya di DAS Waijari. Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan 9 (1): 13-19.

Fredy Rangkuti, . 2006. Analisi SWOT : Teknik Membedah Kasus Bisnis. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama.

Gittinger JP. 2002. Analisa Ekonomi Proyek-Proyek Pertanian (Terjemahan). Universitas Indonesia. Press, Jakarta.

Glueck dan Jauch. 2004. Manajemen Strategis dan Kebijakan Perusahaan. Edisi Ketiga. Terjemahan Murad dan Henry. Erlangga. Jakarta.

Hashim I. 2002. Evaluation of Land Suitability for Selected Land Utilization Types Using Geographic Information System Technology: (Case Study In Bandung Basin West Java). Jurnal Manajemen Hutan Tropika. 8 (2) : 11-26.

Hardjowigeno S, Widiatmaka. 2007. Kesesuaian Lahan dan Perencanaan Tata Guna Tanah. Departemen 1/mu Tanah dan Sumberdaya Lahan. Fakultas Pertanian – IPB, Bogor.

Haryono BS. 2008. Kebijakan Pemerintah Daerah untuk Pemberdayaan Petani Karet Rakyat : kasus Kecamatan Pangean, Kabupaten Singingi, Provinsi Riau (Tesis). Malang : Program Pascasarjana, Universitas Brawijaya.

Jhon Wilson Hutagalung, 2003. Dengan judul Beberapa Masalah Tata Produksi Dan Pemasaran Karel Rakyat Di Kecamatan Padang Sidempuan Kabupaten Tapanuli Selatan.

Myria A . 2002. Kajian Strategi Pengembangan Perkebunan Karet Rakyat sebagai komoditi Unggulan : kasus Kabupaten Kapuasan Propinsi Kalimantan Tengah(Tesis). Bogor : Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.

Miraza BH. 2005. Peran KebUakan Publik Dalam Perencanaan Wilayah. Jurnal Perencanaan dan Pengembangan Wilayah WAHANA HIJAU. 2 (1) : 45-49.

Nasution A. 2009. Pengaruh Pengembangan Wilayah (Aspek Ekonomi Sosial Dan Budaya) Terhadap Pertahanan Negara Di Wilayah Pantai Timur Sumatera Utara. Jurnal Perencanaan dan Pengembangan Wilayah WAHANA HIJAU. 3 (4) : 117-130.

Pangihutan JJ. 2003. Kelayakan Finansial dan Ekonomi Pengelolaan Kebun dan Hutan Karet Rakyat : kasus Desa Langkap, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan (Tesis). Bogor : Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.

Prahasta. 2005. Sistem Informasi Geografis. Tutorial Arcview. Bandung. Informatika Bandung.

Porter ME. 1993. Strategi Bersaing : Teknik Menganalisis Industri dan Pesaing. Maulana A, penerjemah; Hutauruk G, editor; Jakarta: Erlangga. Terjemahan dari: Competitive Strategy.

Ratna Rahmalia Lestari. 2010. Strategi Pengembangan Komoditas Perkebunan di Kabupaten Musi Rawas. Propinsi Sumatera Selatan. FP Universitas Sebelas Maret. Surakarta.

Ravallion dan Heytenns. 2005. Testing Market Integration. American Journal of Agriculture Economic. 68 (1): 2-3. American Agriculture Economics Associaton.

Robinson AH, Morisson JL, Muehrcke PC, Kiwerlig AJ, Giptil SC. 2006. Element of Cartography. Canada.

Rustiadi E., Saefulhakim S., Panuju DR. 2009. Perencanaan dan Pengembangan Wilayah. Jakarta: Crestpent Press dan Yayasan Obor Indonesia.

Sadikin I, Irawan R. 2005. Dampak Pembangunan Perkebunan Karet Rakyat terhadap Kehidupan Petani di Riau. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Siregar Tumpal HS, 2008. Protokol Kyoto Karet Alam. BP Karet Sei Putih, Sumatera Utara

Sitorus SRP, 2004. Evaluasi Sumberdaya Lahan. Penerbit Tarsito. Bandung. 185 Halaman.

Sitepu F. 2007. Analisis Produksi Karet Alam (Havea brasiliensis) Kaitannya dengan Pengembangan Wilayah : kasus Propinsi Sumatera Utara (Tesis). Medan : Program Pascasarjana, Universitas Sumatera Utara.

Soekartawi, 2003. Prinsip Ekonomi Pertanian. PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Syahrani H. 2003. Analisis Kelayakan Finansial Pengusahaan Kebun Hutan dengan Tanaman Buah Durian (Durio Zibethis Murr) di Kabupaten Kutai Kertanegara Propinsi Kalimantan Timur. Jurnal Ekonomi Pembangunan 8(2):137-146.

Tomek dan Robinson KL. 2002. Agriculture Product Prices. Third Printing Cornele University Press. Ithaca.

Umar H. 2001. Riser Strategi Perusahaan. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama

Wayan R Susila.. Didiek H.Goenadi, 2013. Perunan Subsektor Perkebunan dalam Pembangunan Indonesia. DBPP, Jakarta.

Wijaya B. Atmanti HD. 2006. Analisis Pengembangan Wilayah Dan Sektor Potensial Guna Mendorong Pembangunan di Kota Salatiga. Jurnal Ekonomi Pembangunan. 3 (2) : 101-118




DOI: http://dx.doi.org/10.31289/agrica.v7i1.1356

Article Metrics

Abstract view : 50 times
PDF - 91 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


JURNAL AGRICA
Program Studi Magister Agribisnis, Pascasarjana Universitas Medan Area
Jalan Setia Budi No. 79 B, Tj. Rejo, Medan Sunggal, Kota Medan, Sumatera Utara 20112 http://ojs.uma.ac.id/index.php/agrica dan Email: agrica@uma.ac.id
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License