POTENSI DAN PELUANG PENGEMBANGAN SENTRA PRODUKSI BAWANG MERAH PROVINSI SUMATERA UTARA

Desi Novita(1*), Muhammad Asaad(2), Teja Rinanda(3),


(1) Universitas Islam Sumatera Utara
(2) Universitas Islam Sumatera Utara
(3) 
(*) Corresponding Author

Abstract


Bawang merah memiliki peran strategis dalam perekonomian Provinsis Sumatera Utara. Bawang merah merupakan salah satu komoditas utama sebagai penyumbang inflasi. Namun demikian, Provinsi Sumatera Utara masih mengalami defisit bawang merah. Permintaan akan bawang merah akan terus meningkat dari waktu ke waktu. Hal ini disebabkan bawang merah merupakan komoditas utama bagi masyarakat dalam mengolah makanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat perkembangan produksi bawang merah, mengindentifikasi sentra-sentra produksi bawang merah, serta menganalisis peluang investasi usahatani bawang merah di Provinsi Sumatera Utara. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan metode  deskriptif kuantitatif, metode Location Quotient (LQ), serta analisis finansial (R/C Ratio, B/C Ratio, BEP, dan analisis sensitivitas). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas bawang merah tahun 2018 mencapai 7,83 ton/Ha dengan luas panen sebesar 2.086 Ha. Sentra produksi bawang merah meliputi kabupaten Dairi, Samosir, Toba Samosir, Humbang Hasudutan, Padang Lawas utara, Tapanuli Utara, serta Kabupaten Simalungun. Secara finansial, usahatani bawang merah menguntungkan secara finansial. Pendapatan usahatani Bawang merah Rp 72.116.667 per Ha, R/C ratio sebesar 2,15. B/C ratio 1,15. Harga titik impas dalam usahatani bawang merah mencapai Rp 7.911/Kg.Bawang merah memiliki peran strategis dalam perekonomian Provinsis Sumatera Utara. Bawang merah merupakan salah satu komoditas utama sebagai penyumbang inflasi. Namun demikian, Provinsi Sumatera Utara masih mengalami defisit bawang merah. Permintaan akan bawang merah akan terus meningkat dari waktu ke waktu. Hal ini disebabkan bawang merah merupakan komoditas utama bagi masyarakat dalam mengolah makanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat perkembangan produksi bawang merah, mengindentifikasi sentra-sentra produksi bawang merah, serta menganalisis peluang investasi usahatani bawang merah di Provinsi Sumatera Utara. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan metode  deskriptif kuantitatif, metode Location Quotient (LQ), serta analisis finansial (R/C Ratio, B/C Ratio, BEP, dan analisis sensitivitas). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas bawang merah tahun 2018 mencapai 7,83 ton/Ha dengan luas panen sebesar 2.086 Ha. Sentra produksi bawang merah meliputi kabupaten Dairi, Samosir, Toba Samosir, Humbang Hasudutan, Padang Lawas utara, Tapanuli Utara, serta Kabupaten Simalungun. Secara finansial, usahatani bawang merah menguntungkan secara finansial. Pendapatan usahatani Bawang merah Rp 72.116.667 per Ha, R/C ratio sebesar 2,15. B/C ratio 1,15. Harga titik impas dalam usahatani bawang merah mencapai Rp 7.911/Kg.

Keywords


Bawang Merah, Produksi, Location Quotient

References


Badan Pusat Statistik (2018). Sumatera Utara dalam Angka 2017. Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara

Badan Pusat Statistik (2019). Statistik Pertanian Tahun 2018. Diakses melalui http://epublikasi.setjen.pertanian.go.id/epublikasi/StatistikPertanian/2018/Statistik%20Pertanian%202018/files/assets/basic-html/page385.html.

Badan Pusat Statistik, Perkembangan Indeks Produksi Triwulanan 2016-2018 Industri Mikro dan Kecil 2016-2018. Diakses melalui Https://Www.Pertanian.Go.Id/Home/?Show=Page&Act=View&Id=61.

Badan Pusat Statistik. Berita Resmi Statistik, Perkembangan Indeks Harga Konsumen/Inflasi No. 23/05/12/Th. Xxii, 2 Mei 2019. BPS Sumatera Utara.

Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara (2019).

H. Susanti, K. Budiraharjo, Dan M. Handayani. Analisis Pengaruh Faktor-Faktor Produksi Terhadap Produksi Usahatani Bawang Merah Di Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes. Agrisocionomics Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Issn 2580-0566 Http://Ejournal2.Undip.Ac.Id/Index.Php/Agrisocionomics 2(1): 23-30, Mei 2018.

Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 19/Permentan/Hk.140/4/2015 Tentang Rencana Strategis Kementerian Pertanian Tahun 2015-2019

Rahma, A. Dan R. Sipayung. 2013. Pertumbuhan Dan Produksi Bawang Merah Dengan Pemberian Pupuk Kandang Ayam Dan Em. Jurnal Agroekoteknologi. 1(4): 952-963.

Saragih, J.R., 2015. Perencanaan Wilayah dan Pengembangan Ekonomi Lokal Berbasil Pertanian. Penerbit Pustaka Pelajar Yogyakarta, 2015.

Tarigan, Robinson (2006). Ekonomi Regional : Teori dan Aplikasi. Penerbit Bumi Aksara, Jakarta.




DOI: http://dx.doi.org/10.31289/agrica.v12i2.2870

Article Metrics

Abstract view : 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


JURNAL AGRICA
Program Studi Magister Agribisnis, Pascasarjana Universitas Medan Area
Jalan Setia Budi No. 79 B, Tj. Rejo, Medan Sunggal, Kota Medan, Sumatera Utara 20112 http://ojs.uma.ac.id/index.php/agrica dan Email: agrica@uma.ac.id
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License