Respon Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Kedelai (Glicyne max L.) Varietas Tanggamus Terhadap Pemberian Pupuk Kompos Limbah Brassica Dan Pupuk Hayati Riyansigrow

Nine Yusnita Sipayung, Gusmeizal Gusmeizal, Sumihar Hutapea

Abstract


Tujuan penelitian ini untuk mengetahui respon pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai (Glicyne max L.) terhadap pemberian kompos limbah Brassica dan pupuk hayati Riyansigrow. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Medan Area yang berlokasi di jalan kolam No. 1 Medan Estate, Kecamatan  Percut Sei Tuan. Penelitian ini dilaksanakan mulai dari bulan Mei  2014, mengunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial, dengan dua ulangan, 16 kombinasi. Faktor pertama adalah Pupuk kompos limbah Brassica yaitu K0 = tanpa kompos, K1 = diberi kompos 2 ton/ha, K2 = diberi kompos 4 ton/ha, dan K3 = diberi kompos 6 ton/ha. Faktor kedua adalah konsentrasi pupuk hayati Riyansigrow yaitu H0 = tanpa pupuk hayati,  H1 = diberi pupuk hayati 2,5 kg/ha, H2 = diberi pupuk hayati 5 kg /ha dan H3 = diberi pupuk hayati 7,5 kg/ha. Hasil penelitian  menunjukan bahwa pengaruh kombinasi kompos limbah Brassica dan pupuk hayati Riyansigrow mampu meningkatkan pertumbuhan (kecuali tinggi tanaman) dan produksi tanaman kedelai, dibandingkan dengan penggunaan pupuk anorganik. Secara umum penelitian ini menunjukan bahwa penambahan kompos limbah Brassica dan pupuk hayati Riyansigrow dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai dengan biaya produksi lebih ekonomis.

Keywords


Kedelai; Kompos; Pupuk Hayati; Limbah Brassica

Full Text:

PDF

References


Anonimus. 2005. Produksi Cabai di Sumatera Abror. Y. P. 2007. Budidaya Kedelai. This entry posted on 23:09:00. Yogyakarta.

Adisarwanto, T. 2005. Budidaya dengan Pemupukan yang Efektif dan Pengoptimalan Peran Bintil Akar Kedelai. Penebar Swadaya. Bogor

Adisarwanto, T. 2008. Budidaya Kedelai Tropika. Penebar Swadaya. Jakarta

Agromedia. 2007. Petunjuk Pemupukan. Agromedia Pustaka. Jakarta

Andriawan. I. 2010. Efektivitas Pupuk Hayati Pertumbuhan dan Hasil Padi Sawah (Oriza sativa). Departemen Agronomi dan Hortikultura. Fakultas Pertanian. IPB. (Tidak publikasi)

Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian. 2006. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Bogor. Jawa Barat

Gardner, F.P., R.H. Pearce dan R.L. Michell, 1991. Fisiologi Tanaman Budidaya. U.I. Press. Jakarta.

Gomez A.K dan A. A. Gomez. 2005. Statistical Procedures For Agriculture Research. John Wiley and Sons. NY.

Hidayat, O. D. 1985. Morfologi Tanaman Kedelai. Halm 73-86. Puslitbangtan. Bogor.

http://bandungkab.co.id. 2009_kandungan pupuk kompos. diunduh tanggal 6 februari 2014

http://www. Pustaka. litbang. deptan. go.i/ bppi/ lengkap/deskripisi_kedelai.pdf_tentang deskripsi tanaman kedelai varietas Tanggamus.diunduh tanggal 2 september 2014.

http://www.setneg.go.id/index.php?option=com_content&task= view&id=3369. kendala pupuk kimia, diunduh pada tanggal 2 februari 2014.

Irwan. A. I. 2006. Budidaya Tanaman Kedelai. Jurusan Budidaya Pertanian. Fak. Pertanian Universitas Padjadjaran. Jatinagor. (Tidak dipublikasikan)

Lakitan, B. (1996). Fisiologi Tumbuhan. Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Mahdiannoor, 2011. Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabe Besar (Capsicum annum L.) Terhadap Arang Sekam Padi dan Dosis Pupuk Kandang Kotoran Itik Dilahan Rawa Lebak. Skripsi online. Di unduh tanggal 25 september 2014. (Tidak dipublikasikan)

Millya, A. P. 2007. Pengaruh waktu pembenaman orok-orok (Crotalaria juncea L.) dan dosis pupuk Urea pada pertumbuhan dan hasil tanaman jagung (Zea mays L.) Skripsi. Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Malang. (Tidak dipublikasi)

Parman. 2007. Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kentang (Solanum tuberosum L.) Laboratorium Biologi Struktur dan Fungsi Tumbuhan. Skripsi. Jurusan Biologi FMIPA UNDIP. Semarang. (Tidak dipublikasi)

Prihatman. 2000. Syarat Tumbuh Tanaman Kedelai. http://pustaka.usu.ac.id. Diunduh tanggal 2 februari 2014.

Ramianna, A.A. 2002 “Produktivitas Kedelai pada Berbagai Tingkat Ketersediaan Air pada Beberapa Fase Pertumbuhan Tanaman”, Prosiding Teknologi Inovatif Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian (Bogor: Puslitbangtan.

Rosiana F. Tienti. T. Yuyun. Y. Mahfud A. dan Tualar S. 2013. Aplikasi Kombinasi Kompos Jerami, Azolla, dan Pupuk Hayati Untuk Meningkatkan Jumlah Populasi Penambat Nitrogen dan Produktivitas Tanaman Padi Berbasis /PAT-BO. AGROVGOR V. 6. No I.

Rosmarkam, A. dan N.W. Yuwono, 2002. Ilmu Kesuburan Tanah. Kanisius. Yogyakarta.

Salisbury Frank B. dan Cleon W. R. 1991. Fisiologi Tumbuhan. Penerbit ITB. Bandung.

Saraswati, R., D.H. Goenadi, D.S. Damardjati, N. Sunarlim, R.D.M. Simanungkalit, dan Djumali Suparyani. 1998. Pengembangan Rhizo-plus untuk Meningkatkan Produksi, Efisiensi Pemupukan Menunjang Keberlanjutan Sistem Produksi Kedelai. Laporan Akhir Penelitian Riset Unggulan Kemitraan I Tahun (1995/1996-1997-1998). Balai Penelitian Bioteknologi Tanaman Pangan.

Suastika. W. I. 1997. Budidaya Tanaman Kedelai Lahan Pasang Surut. Proyek Penelitian Pengembangan Pertanian Rawa Terpadu-ISPD. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

Suprapto H. 1998. Bertanam Kedelai. Penebar Swadaya. Jakarta.

www.pancacitra.com/2013/06/riyansigrow_aplikasi, kandungan dan manfaat Riyansigrow

www.wikipedia.com. Pengertian Pupuk Kompos. Diunduh tanggal 30 januari 2014.

Yoxx. 2008. Sedikit Tentang Zat Pengatur Tumbuh. Jakarta. hhtp: //yoxx.blogspot.com. Diakses tanggal 30 Agustus 2014


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian
Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Medan Area
Universitas Medan Area, Jalan Kolam No. 1, Pasar V, Medan Estate, Sumatera Utara http://ojs.uma.ac.id/index.php/agrotekma dan Email: agrotekma@uma.ac.id
Creative Commons License