Pengendalian Hama Penggerek Bonggol Pisang (Cosmopolites sordidus. Germar) Dan Penggerek Batang Pisang (Odoiphorus longicollis. Olivier) Dengan Beauveria bassiana

Agung Syahputra(1*), Suswati Suswati(2), Asmah Indrawati(3),


(1) Universitas Medan Area
(2) Universitas Medan Area
(3) Universitas Medan Area
(*) Corresponding Author

Abstract


Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggali informasi tentang kemampuan cendawan Beauveria bassiana dalam mengurangi intensitas serangan penggerek bonggol dan penggerek batang pisang. Penelitian ini dilakukan di Desa Lao Sambo, Kecamatan STM Hulu Kabupaten Deli Serdang, dengan ketinggian tempat 150 mdpl. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan 6 taraf  perlakuan, 4 ulangan, perlakuan adalah aplikasi jenis B. bassiana dengan dosis rekomendasi. sebagai berikut : A0 = 0 konidia/ml, A1 = 102 konidia/ml, A2 = 104 konidia/ml, A3 = 106 konidia/ml, A4 = 108 A5 = sipermetrin 0,5cc/ml. Parameter yang diamati meliputi mortalitas C.sordidus dan O.longicollis dan efektifitas dosis B.bassiana. C.sordidus Germar dan O.longicollis Oliver yang terperangkap lebih didominasi oleh trap A0 (kontrol) 75 % sedangkan A1 (suspensi 102/ml) 0 %, A2 (suspensi 104/ml) 14,29 %, A3 (suspensi 106/ml) 0 %, A4 (suspensi 108/ml) 10,71 %, dan A5 (Sipermetrin 0,5cc/ml) 0 % imago. Sedangkan O.longicollis pada trap A0 (kontrol) 39,13 % sedangkan A1 (suspensi 102/ml) 34,78 %, A2 (suspensi 104/ml) 0 %, A3 (suspensi 106/ml) 21,74%, A4 (suspensi 108/ml) 4,35% ekor, dan A5(Sipermetrin 0,5 ml) 0 % imago. Penggunaan suspensi jamur B.bassiana sangat berpengaruh nyata terhadap C.sordidus Germar dan O.longicollis Oliver yang terperangkap pada trap.


Keywords


Pengendalian; Penggerek Bonggol Pisang; Penggerek Batang Pisang; Beauveria bassiana

Full Text:

PDF

References


Atmadja, W. R., T. E, Wahyono, T. H. Savitri, dan E. Karmawati. 2000. Keefektifan beauveria bassiana Prosiding Seminar Nasional III Pengelolaan Serangga Yang Bijaksana Menuju Optimasi Produksi, Bogor, 6 November 2001.

Apriliani S., 2013. Produksi Pisang di Indonesia:Universitas Diponegoro.Jurnal Teknologi Kimia dan Industri : Vol. 1, No. 1.

Baharudin B. 1994. patologis , karakterisasi biokimia dan serologi dari bakteri penyakit darah mempengaruhi pisang dan perkebunan ( Musa sp . ) Di Indonesia . Geotingen : Cuvillier Verlag

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Deli Serdang 2012

Dalam http://www.deliserdangkab.go.id/penduduk-deli-serdang. diakses pada [Minggu, 5 Januari 2013] [22.00].

Cheung, P.Y.K. dan E.A. Grula . 1982. Dalam acara vivo terkait dengan entomopathology Beauveria bassiana untuk earworm jagung ( Heliothis zea ) .J.Invertebrate Patologi 39 : 303-313 .

Daryanto. 2002. Langkah penanggulangan penyakit layu pisang di Indonesia. Makalah disampaikan pada Seminar Nasional Pengendalian Penyakit Layu Pi-sang: Mencegah kepunahan, mendukung ketahanan pangan dan agribisnis. Padang, 22-23 Oktober 2002.

Deptan go.id. (n.d). Penggerek bonggol pisang. Diakses 10 Desember 2014 dari cybex. Deptan.go.id/penyuluhan/penggerek bonggol.

Ditlin hortikultura Suputa, C. (2006). Luas serangan penyakit layu di Sumatera Utara [online] tersedia dalam http://.go.id/buku-peta/bagian-3.htm. [21 Feb 2006]

Ditlin hortikultura . (2012). Gejala serangan C.sordidus Germar . [online] tersedia dalam http://.go.id/buku-peta/ba. [21 Des 2012]

Gold, C.S And Meisan. 2000. Boilogy and integrated pest Management of Banana Weevil Cosmopolites sordidus (Germar).

Gulino , L dan W.O'Neill 2008, VCG / DNA Karakterisasi dan Foc Perpustakaan Department Industri primer dan Perikanan . Queensland Govertnment Australia 31 pp.

Herlinda S. 2010 kepadatan Spora dan kelangsungan hidup jamur entomopatogen isolat dari Indonesia , ( Homoptera : Aphididae ) . J. Tropic . Hidup Scien. Res . 21:13-21

Hermanto , C. , Jumjunidang ,. SEBUAH . Sutanto , Edison H.S.J. Daniel,

W .O'Neill . V Sinohin , dan Karakterisasi dan Konservasi sampel Foc di Indonesia dan Papua baru kemajuan guinea peport proyek ACIAR ada 2.005 / 136.17.pp

Hadiwiyono.. 2011. Insiden penyakit layu bakteri darah dan layu fusarium pisang. Agrosains 12(1):19-23

Junianto, Y.D. dan E. Sulistyowati. 2002. Formulasi agen hayati Beauveria bassiana dan uji lapangan pengendalian penggerek buah kopi,

Hypothenemus hampei.Pelita Perkebunan 18 (3) :129-138.

Karolina E; Mahfud MC; Rachmawati D; Sarwono & Fatimah S. 2008. Pengkajian efektifitas Cendawan Beauveria bassiana terhadap Perkembangan Hama dan Penyakit Tanaman.

Marwan, H.,Sinaga, S.M.Giyanto, & Nawangsih, A.A. 2011. Isolasi dan seleksi bakteriendofit untuk pengendalian penyakit darah pada tanaman pisang. J. HPT Tropika 11(2):113-121.

Muharam , A. , Dan Subiyanto . 1991. Status penyakit pisang di Indonesia . Dalam penyakit Pisang di Asia dan Pasifik . INIBAP .

Nasir , 2005. Fusarium oxysporum cubense patogen tular tanah yang paling berbahaya di dunia ini menyerang tanaman pisang dari berbagai kelompok umur.

---------,2007. Strategi peningkatan nilai industri pisang vs penyakit layu :

Kebijakan pemanfaatan tehnologi dan komitmen para pelaku di Indonesia. Makalah disampaikan di :Seminar nasional Strategi dan dukungan inovasi dalam pengembangan agribisnis hortikultura di Indonesia.

BPTP Sumatera Barat Padang 13 desember 2007.

Ploetz , R. C , J. Thomas E. dan W. R. Slabaugh . 2003. Penyakit pisang. Dalam : Penyakit tanaman buah tropis . CABI Publ .

Rohmawana, E. 1998. Seleksi Media Perbanyakan Massal Jamur Entomopatogen Isolat Adal Ulat Penggulung Daun Pisang (Erionota thrax L.) dan Uji Patogenisitasnya terhadap Spodoptera exigua Hubn. (Lepidoptera; Noctuidae) di Rumah Kaca. Skripsi. Faperta, UNPAD, Bandung. 60 hal.

Tanada, Y. H. Kaya .1993 dan Yasin 2005. Insect Pathology. Academic Press Inc., San Diego, New York, Boston, London, Sydney, Tokyo, Toronto. 366 P.

Supriyadi,. 2008. “Pengembangan dan persebaran pisang” konsumsi dalam negeri dan ekspor. Ringkasan Eksekutif Hasil-hasil Penelitian.

Sunyoto, Ade. 2011. Budidaya Pisang Barangan. alternatif terbaik, sebagai sumber energi pada saat istirahat Berlian Media. Yogyakarta.

Susnihati N,. Sumeno. & Suderajat. 2005. Bahan ajar ilmu hama tumbuhan Yogyakarta

Sutopo D, Indriyani IGAA. 2007. Status, Teknologi, dan Prospek B. Bassiana Untuk Pengendalian Serangga Hama. Balai Penelitian Tanaman Tembakau dan Serat. Malang.

Umeh, C. N., Okorie, O. I. and Emesiani, G. A. (2005). Towards the provision of safe drinking water: The bacteriological quality and safety of sachet water in Awka, Anambra State. In: the Book of Abstract of the 29th Annual Conference & General Meeting on Microbes As Agents of Sustainable Development, organized by Nigerian Society for Microbiology (NSM), University of Agriculture, Abeokuta, pp. 22




DOI: http://dx.doi.org/10.31289/agr.v1i1.1108

Article Metrics

Abstract view : 229 times
PDF - 87 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian
Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Medan Area
Universitas Medan Area, Jalan Kolam No. 1, Pasar V, Medan Estate, Sumatera Utara http://ojs.uma.ac.id/index.php/agrotekma dan Email: agrotekma@uma.ac.id
Creative Commons License