Studi Sumber Stek yang Berbeda dan Pemberian Rootone F terhadap Tingkat Keberhasilan Stek Daun Kopi

Bernat Simatupang, Ahmad Rafiqi Tantawi, Syahbudin Hasibuan

Abstract


Rendahnya produktivitas kopi Indonesia di akibatkan oleh kebun pertanaman yang telah tua serta belum dimanfaatkannya bahan tanam unggul, untuk itu perlu dilakukan kajian tentang penggunaan bibit unggul yang yang relatif mudah dan praktis yaitu dengan cara stek daun.Penelitian tentang Studi Sumber Stek yang berbeda dan pemberian Rootone F Terhadap Tingkat keberhasilan Stek Daun Kopi (Coffea Canephora Pierreex Froehner) telah dilaksanakan di kebun percobaan Universitas Medan Area yang dimulai dari bulan Februari sampai dengan april 2013. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sumber stek daun yang berbeda dan Konsentrasi zat pengatur tumbuh terbaik untuk pertumbuhan setek daun kopi. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 12 taraf perlakuan dengan 3 ulangan. Data hasil percobaan ini dianalisis secara statistika dengan uji F pada taraf nyata 5% dan F perlakuan yang berbeda nyata dilanjutkan dengan uji lanjutan jarak Duntcunt ada taraf nyata 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan sumbertek yang berbeda memberikan pengaruh yang nyata untuk parameter persentase tumbuh dan persentase hidup, sumber stek bagian ujung lebih baik di banding dengan sumber stek bagian tengah dan bagian pangkal untuk parameter pertentase stek hidup, sedangkan untuk parameter persentase tumbuh menunjukan sumber stek bagian pangkal lebih baik dibanding dengan sumber stek bagian ujung dan bagian tengah.


Keywords


dan bagian tengah. Kata Kunci: Rootone F, Tingkat Keberhasilan Stek, Daun Kopi

Full Text:

PDF

References


AEKI (Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia). (2006). Statistik Kopi 2003-2005. Jakarta.

Haarer, A.E. (1962). Modern coffee production. Leonard Hill Books Limited, London.

Hartmann, H. T. and D. E. Kester. (1983). Plant propagation principles and practices. 4th ed. Prentice Hall Inc., Englewood Cliffs, New Jersey. 727

Jahmadi, M. (1972). Budidaya dan pengolahan kopi. Balai Penelitian PerkebunanBogor, Sub Balai Penelitian Budidaya Jember, Jember. Indonesia. 99hal

Kusumo, S. (1984). Zat pengatur tumbuh tanaman. CV Yasaguna. Koestriningrum, R. dan Setyati. 1983. Pembiakan Vegetatif. Departemen Agronomi, Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor. 76 hlm.

Meyer, B. S. and D. B. Anderson. (1956). Plant ph~slologY- 2nd ed. Princeton (N. J.), D. van Nostrand. p. 555-608.

Prahardini, P.E.R., Sudaryanto, I. & Purnomo, S.. (1990). Komposisi media dan eksplan untuk inisiasi dan proliferasi salak secara in vitro. Penelitian Hortikultura 5(2): 15-27.

Sunaryono, H., Sugita, Y. & Solvia, N. (1990). Pengaruh zat tumbuh kinetin dan adenin pada penyambungan manggis. Penelitian Hortikultura 5(2): 39- 46.

Yelenosky, G. (1987). Shoot organogenesis from rooted citrus leaves. Hort. Sci. 22(2): 312.




DOI: http://dx.doi.org/10.31289/agr.v2i2.1630

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian
Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Medan Area
Universitas Medan Area, Jalan Kolam No. 1, Pasar V, Medan Estate, Sumatera Utara http://ojs.uma.ac.id/index.php/agrotekma dan Email: agrotekma@uma.ac.id
Creative Commons License