Peran Kompetensi Sosial Terhadap Coping Stress Pada Remaja

juli maini sitepu

Abstract


Penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana peran kompetensi sosial terhadap coping stress pada remaja. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa-siswi SMP Harapan 2 Medan, Sumatera Utara dengan subjek yang digunakan berjumlah 150 orang yang terdiri dari siswa dan siswi. Adapun hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah kompetensi sosial memiliki pengaruh positif terhadap coping stress. Untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini menggunakan skala yaitu skala kompetensi sosial dan skala coping stress sebagai alat pengumpulan data. Pada skala ini subjek diminta untuk memilih salah satu dari empat alternatif jawaban yang sudah tersedia. Setelah pengumpulan data dilakukan, maka selanjutnya adalah melakukan analisis data. Analisis data dilakukan dengan menggunakan program SPSS versi 15,0 dan untuk menguji hipotesis menggunakan uji T.

                   Hasil penelitian membuktikan bahwa hipotesis dengan pernyataan kompetensi sosial berperan positif terhadap coping stres adalah ditolak. Hal ini ditunjukkan dengan nilai F=1,081 dengan tingkat probabilitas tidak signifikan p=0,3 (p>0,05) sehingga hasil membuktikan bahwasanya kompetensi sosial berperan negatif terhadap coping stres pada remaja. Hal ini membuktikan bahwasaya ada faktor-faktor lain dalam pembentukan kompetensi sosial remaja yang nantinya dapat mempengaruhinya dalam membuat strategi coping yang tepat dalam mengatasi stres.


Keywords


Kompetensi Sosial, Coping Stress, Remaja

Full Text:

PDF

References


Durkin, K. (1995). Developmental social psychology. Massachusetts: Blackwell Publisher Inc..

Hurlock, E. B. (1994). Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Terjemahan. Penerbit Erlangga.

Marini, L, Khairiah M.R, (2015), Perbedaan Kompetensi Komunikasi antara Remaja yang Menggunakan Dua Bahasa (Bilingual) dan Satu Bahasa (Monolingual), Analitika: 7 (2): 58-66

Mőnks, F.J., Kroners, A.M.P. & Haditono, S.R. (1999). Psikologi perkembangan: Pengantar dalam berbagai bagiannya. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Rejeki, S. (2005). Kompetensi sosial ditinjau dari harga diri dan religiusitas pada siswa program akselerasi dan siswa program reguler. Tesis (tidak diterbitkan). Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada.

Rohanna, R. (2010). Kompetensi sosial anak ditinjau dari kelekatan aman dan jenis kelamin. Tesis (tidak diterbitkan). Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada.

Santrock, J.W. (2003). Adolescence: Perkembangan remaja. Terjemahan Adelar & Saragih. Jakarta: Erlangga.

Sarafino, E.P. (1998). Health psychology: Biopsychosocial intervention. Third Edition. New York : John Willey & Sons, Inc.

Syarifah, Nefi D., (2010), Pengaruh Locus Of Control dan Kecerdasan Emosional terhadap Kemampuan Memecahkan Masalah pada Remaja Desa Percut Kecamatan Percut Sei Tuan, Analitika: 2 (2): 88-98

Torres, M. V. T., Elawar, M. G., Mena, M. J. B & Sanchez, A. M. M., (2003). Social background, gender and self-reported social competence in 11-and 12- year old andalusian children. Electronic Journal of Research in Educational Psychology. 1(2): 37-56.

Welsh, J.A & Bierman, K.L. (1998). Social competence. Gale encyclopedia of childhood and adolescence. Diakses dari www.findarticles.com pada bulan Novenber 2009.




DOI: http://dx.doi.org/10.31289/analitika.v9i2.1392

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


JURNAL ANALITIKA
Program Studi Magister Psikologi, Pascasarjana Universitas Medan Area
Jalan Setia Budi No. 79 B, Tj. Rejo, Medan Sunggal, Kota Medan, Sumatera Utara 20112 http://ojs.uma.ac.id/index.php/analitika dan Email: analitika@uma.ac.id
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License