Hubungan Antara Self Regulated Learning dengan Kematangan Karir pada Siswa SMA

Azhar Aziz, Khaulah Aisyah Putri Siswanto

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan self regulated learning dengan kematangan karirpada siswa kelas XI MAN 2 MODEL MEDAN.  Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI jurusan IPA, yang mendapat ranking 1-10 yang berjumlah 100 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan dua skala, yaitu skala self regulated learning dan skala kematangan karir. Analisis data menggunakan teknik korelasi (rxy) sebesar 0.543 dengan p = 0,000 < 0,005, artinya terdapat hubungan positif dan signifikan antara self regulated learning dengan kematangan karirsiswa kelas XI, yang menunjukkan bahwa semakin tinggi self regulated learning siswa maka semakin tinggi kematangan karirnya. Sebaliknya semakin rendah self regulated learning siswa maka semakin rendah kematangan karirnya. Self regulated learning dalam penelitian ini siswa Man 2 Model Medan tergolong tinggi karena (mean empirik =106,64.> mean hipotetik = 87,5 dimana selisihnya melebihi bilangan SD = 19,59). Dan kematangan karirjuga tergolong tinggi, karena (mean empirik= 127,12.> mean hipotetik = 100 dimana selisihnya melebihi bilangan SD = 27,12). Adapun koefisien determinasi dari korelasi tersebut sebesar R2 = 0,294 artinya  self regulated learning memberikan sumbangan terhadap kematangan karirsebesar 29%.  Hasil penelitian ini sesuai hipotesis dengan hasil penelitian di lapangan.

Kata Kunci : Self Regulated Learning; Kematangan Karir; Siswa.


Keywords


Self Regulated Learning; Kematangan Karir; Siswa

Full Text:

PDF

References


Dillard, J. M. (1985). Life Long Career Planning. Ohio: Charles E. Meril Publishing Co.

Hartiningtyas, Purnomo, dan Elmunsyah 2016. Hubungan Antara Self Regulated Learning dan Locus Of Control Internal Dengan Kamatangan Vocational Siswa SMK. Jurnal Pendidikan. Vol. 1, No. 6

Hurlock, E. B. 1998. Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan (Edisi Kelima). Jakarta: Erlangga

Pintrich, P. R. (2000). The role of goal organitation in self regulated learning. In M. Boekarts, P. R. Pintrich, & M. Zaidner (Eds). Hnadbook of self regulation (pp. 451-503). San Diego: Academic Press.

Prihantoro, S. 2007. Program Bimbingan untuk Mengembangkan Kemampuan Perencanaan Karir Remaja (Studi Terhadap Siswa Kelas X SMAN 2

Super, D. E. 1980. A Life-Span, Life-Space Approach to Career Development. Journal of Vocational Behavior 16. 282-298 Academic Press.Inc.

Supriatna, Mamat. (2009), Layanan Bimbingan Karir di Sekolah Menengah. Bandung: Depdiknas dan UPI.

Super, D. E. 1980. A Life-Span, Life-Space Approach to Career Development. Journal of Vocational Behavior 16. 282-298 Academic Press.Inc.

Supriatna, Mamat. (2009), Layanan Bimbingan Karir di Sekolah Menengah. Bandung: Depdiknas dan UPI.

Winkel & Hastuti. (2013). Bimbingan dan

konseling di institusi pendidikan edisi

revisi. Yogyakarta : Media Abadi

Zimmerman, B. J. (1989). A Social Cognitive View of Self-Regulated Academic Learning. Journal of Education Psychology. 81, 329-339.




DOI: http://dx.doi.org/10.31289/analitika.v10i1.1492

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


JURNAL ANALITIKA
Program Studi Magister Psikologi, Pascasarjana Universitas Medan Area
Jalan Setia Budi No. 79 B, Tj. Rejo, Medan Sunggal, Kota Medan, Sumatera Utara 20112 http://ojs.uma.ac.id/index.php/analitika dan Email: analitika@uma.ac.id
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License