Hubungan Kompetensi Kepribadian Guru Dan Reinforcement Dengan Motivasi Belajar Siswa Di SMA Negeri 11 Medan


Sri Milfayetty(1*),


(1) Universitas Negeri Medan
(*) Corresponding Author

Abstract


Fokus penelitian ini ada hubungan antara kompetensi kepribadian guru dan reinforcement dengan motivasi belajar siswa di sekolah. Diduga, ada keterkaitan motivasi belajr siswa dengan reinforcement serta kecenderungan perilaku guru dalam memperhatikan siswa di sekolah. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Menengah Atas Negeri 11 Medan. Besar sampel yang diambil dari sekolah ini adalah 33 orang guru dengan karakteristik: 6 orang masa kerjanya di bawah 15 tahun, golongan kepangkatan lebih kecil sama dengan 3 dan umur dibawah 45 tahun, sedangkan 27 orang lainnya, masa kerjanya di atas 15 tahun dan umurnya di atas 45 tahun. Teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi dan regresi ganda. Korelasi variabel kompetensi kepribadian guru dengan motivasi belajar siswa adalah rxly = 0.601 pada alpha 0.00 dan korelasi ini signifikan serta berada pada taraf kuat. Hasil perhitungan R² xly = 0,361. Hal ini berarti bahwa motivasi belajar siswa dapat dijelaskan oleh variabel kompetensi kepribadian guru sebesar 36 %. Korelasi variabel reinforcement dengan motivasi belajar siswa adalah rx2y = 0420. Variabel reinforcement berhubungan secara positif dengan motivasi belajar siswa. Reinforcement dapat menjelaskan variabel motivasi belajar siswa sebesar 42 %. Hasil analisis korelasi ganda antara variabel kompetensi kepribadian guru dan reinforcement terhadap motivasi belajar siswa menunjukkan xl,2y = 0,73. Variabel kompetensi kepribadian guru dan reinforcement dapat memberi penjelasan terhadap motivasi belajar siswa sebesar 73 %. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif kompetensi kepribadian guru dan reinforcement dengan motivasi belajar siswa di SMAN 11 Medan.

Keywords


kompetensi kepribadian; reinforcement, motivasi belajar.

Full Text:

PDF

References


Calvin s.Hall & Gardner Lindzey, 1993. Teori-Teori Sifat dan Behavioristik (terjemahan). Jakarta :

Kanisius.

Cohran, William, G. 1991. Teknik Penarikan Sampel. Penerjemah Rudiansyah, Jakarta: UI-Press

Deborah stipek. 2003. Motivation to Learn (Integrating Theory and Pratice). Boston: Allyn ad Bacon.

Dimyati & Mujiono. 2002. Belajar dan Pembelajaran.Jakarta: Rinneka Cipta.

Dornyei 2001. Motivation in The Class-room. New Jersey : Prebtice Hall.

Depdiknas.2006._Standar Nasional Pendidikan. Jakarta : Asa Mandiri.

E. Koeswara. 1989. Motivasi. Teori dan Penelitiannya. Bandung : Angkasa.

Geoffrey Petty.2004. Teaching Today-UK: Nelson Thomes

M.A.W Brouwer. 1982. Kepribadian dan Perubahannya. Jakarta: PT. Gramedia.

Prayitno.2002. Hubungan Pendidikan. Padang : FIP UNP

Sri Esti W.Dj.2002. Psikologi Pendidikan. Jakarta : Grasindo.

Sujana.1992. Metode Statistika. Bandung : Tarsito.

Suciati. 2001. Teori Belajar, Motivasi dan Keterampilan Mengajar. Jakarta : Direktorat Jenderal

Pendidikan Tinggi.

Sutrisno Hadi. 1989. Statistik 2. Yogyakarta : Andi Ofset




DOI: https://doi.org/10.31289/analitika.v1i1.686

Article Metrics

Abstract view : 364 times
PDF - 95 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Program Pascasarjana Magister Psikologi, Universitas Medan Area

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License