KARAKTERISTIK DAN FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI “ÚNDERACHIEVEMENT”


Abdul Munir(1*),


(1) 
(*) Corresponding Author

Abstract


Di Indonesia belum ada definisi yang baku tentang underacievement. Umumnya di sekolah memandang semua siswa yang memperoleh prestasi belajar rendah disebut siswa yang underacievement. Underacievement pada dasarnya memiliki arti sama dengan prestasi kurang, walau[un nuansa underacievement lebih berhubungan dengan kemampuan yang dimiliki seseorang. Seseorang dalam melakukan kegiatan banyak berkaitan dengan kemampuan yang dimiliki. Kemampuan yang tinggi, kecenderungan prestasi seseorang juga akan tinggi pula. Beberapa simtom seseorang yang tergolong berprestasi di bawah kemampuan sebagaimana diidentifikasikan para guru dan orang tua, meliputi: “tidak pernah menyelesaikan pekerjaannya, kurang memiliki inisiatif akademik, fobia pada pengetesan atau bekerja pada area-area yang sulit, tidak mampu berfungsi sebagai anggota kelompok, mengalami masalah-masalah sosial atau maladaptasi, melakukan tindakan-tindakan karena rasa bersalah atau melakukan tindakan menyalahkan, depresi dan merasa takut gagal”. Hasil dari suatu penelitian ditemukan bahwa faktor kebutuhan berprestasi, harga diri, lokus kendali, kebiasaan mengajar, dukungan orang tua memliliki hubungan yang signifikan dengan  munculnya underacievement ini. Di samping itu, faktor budaya sekolah (school culture) juga memilki kontribusi yang cukup besar terhadap munculnya underacievement.

Keywords


karakteristik; faktor – faktor; underacievement

Full Text:

PDF

References


Admin. 2006. Kolonel H. Sanders Moyangnya Kentucky Fried Chiken.http://www.hasiltoko.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle &cid=3 0&artid=27. Tanggal akses: 21 Maret 2008.

Ambadar, dkk. 2007. Membelidan Menjual Franchise. Jakarta: Yayasan Bina Karsa Mandiri.

Anoraga, P, 2006. Psikologi Kerja. Cetakan Keempat. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Arden, J. B.2002. Bekerja Tanpa Stres. Jakarta: PT. Bhuana Ilmu Populer.

Beehr. T. A. 1995. Psychological Stress in the workplace. New York: T. J. Press (Padstow) Ltd,

Padstow,Cornwall.

Chairina, dkk. 2008. Panduan sukses Mendirikan dan Mengelola Rumah Makan Pdang. Jakarta: Transmedia Pustaka.

Dessler, G. 1999. Manajemen Personalia. Edisi Ketiga. Jakarta: Penerbit Erlangga

Dikky, dkk. 2005. Si Kolonel yang Tiada Lawan. http://www.majalahtrust.com/bisnis/strategi/1050.php. tanggal akses: 21 Maret 2008.

Doelhadi, S. 1997. Strategi dalam pengadilan dan Pengelolaan Sters. Jurnal. Surabaya : Anima.

Firdaniaty. 2005. Potret Terkini Bisnis Waralaba. Htp://www.swa.co.id/swamajalah/sajian/details.php?cid=1 &id=3604&page Num=3. Tanggal akses: 21 Maret 2008

Gibson, dkk. 1996. Organisasi perilaku Struktur Proses. Edisi Kedelapan. Jakarta: Binarupa Aksara.

Handoko, T. H. 1999. Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: BPFE- Yogyakarta

Hartono, LA. 2007. Stres & Stroke. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

Hawari, D. 1998. Al Qur’an Ilmu Kedokteran Jiwa dan Kesehatan Jiwa. Yogyakarta: PT. Dana Bhakti Prima Yasa.

http://centrin.net.id/~rdpnet/index-10-xb.htm. Tanggal akses:14 Maret 2008.

http://id.wikipedia.org/wiki/Restoran_siap_sajiuhardi. Tanggal akses: 21 maret 2008.

http:simpatizone.telkomsel.com/web/newszone/content/748/Fast_Food_Or_Junk_food. Tanggal akses: 24 April 2008.

http://surau nagari.com/. Tanggal akses: 22 Juli 2008

Vol. 1 Nomor 1, Juni 2009

http://www.i-comers.com/x-change/2443-franchise-di-Indonesia-apa dan bagaimana-dibahas disini.html. Tanggal akses: 21-03-2008.

Kartikasari, D. 2007. Studi Kasus Pemilihan Merek restoran fast Food Franchise Luar Negeri Oleh Konsumen di Bandung. http://digilib.it.itb.ac.id/go.php?id=jbptitbti-gdl-sl-2007-desikartik-2 806. Tanggal akses: 21 Maret 2008

Kusuma, H. 2007. Bolehkah Fast Food Buat si Kancil?. http://www.info bunda.om/pages/articles/artikelshow.php?id=103. Taggal akses: 30 mei 2008.

Minauli, I. 2006. Metode Observasi. Edisi kedua. Medan : USU PRESS.

Malkani, V. 2004. Stres& Anger. Jakarta: PT. Bhuana Ilmu Populer.

Moleung, L. J. 2007. Metodologi penelitian Kualitatif. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.

Notoatmodjo, S. 2003 Kesehatan Kerja www. Geocities.com. Tanggal akses: 2 Februari 2008.

Poerwandari. E.K. 2007. Pendekatan Kualitatif untuk Penelitian Perilaku Manusia. Jakarta: Lembaga Penerangan sarana Pengukuran dan Pendidikan Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.

PT Fastfood Indonesia. 2001. Star 2000, Modul A Dining. Pematangsiantar. PT Fastfood Indonesia.

_________________. 2001. Star 2000, Modul B2 Customer Service. Pematangsiantar:PT Fastfood Indonesia

_________________. 2004. Star 2000, Modul star CSTM. Pematangsiantar: PT Fastfood Indonesia.

PT Cipta Selera murni. 2007. Operating Store Manual. Pematangsiantar: PT Cipta Selera Murni.

Rasmun. 2004. Stres, koping & Adaptasi. Jakarta: Sagung Seto.

Rini, J. F. 2002. Stres Kerja. http://www.e-psikologi.com/masalah/stres.htm. Tanggal akses: 26 Februari 2008.

Robbins, S. P. 2003. Perilaku Organisasi. Edisi Kesembilan. Jakarta: PT. INDEKS Kelompok Gramedia.

Roger, T dan Fiona, G. 2001. Responding to Stres. Jakarta: PT Gramedia. Schlosser, E. 2004. Negeri Fast Food. Yogyakarta: INSIST Press.




DOI: https://doi.org/10.31289/analitika.v1i1.687

Article Metrics

Abstract view : 36 times
PDF - 12 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Program Pascasarjana Magister Psikologi, Universitas Medan Area

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License