RATIONAL EMOTIVE BEHAVIOURAL THERAPY (REBT) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN REGULASI EMOSI REMAJA KORBAN KEKERASAN SEKSUAL


Nila Anggreiny(1*), Wiwik Sulistyaningsih(2),


(1) Fakultas Psikologi, Universitas Sumatera Utara
(2) Fakultas Psikologi, Universitas Sumatera Utara
(*) Corresponding Author

Abstract


Penelitian ini merupakan penelitian pra-eksperimen yang bertujuan menguji pengaruh terapi Rational Emotive Behaviour Therapy (REBT) untuk meningkatkan regulasi emosi  pada remaja korban kekerasan seksual. Sampel penelitian adalah remaja korban kekerasan seksual dan memiliki kesulitan dalam regulasi emosi (skor DERS > 132) yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Sampel penelitian diketahui berjumlah dua orang. Alat ukur yang digunakan adalah Difficulties in Emotion Regulation Scale (DERS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh REBT untuk meningkatkan kemampuan regulasi emosi. Pada kedua subjek, aspek strategy  mengalami peningkatan yang menunjukkan subjek mulai mampu menemukan cara dalam meregulasi emosi.


Keywords


regulasi emosi, rational emotive behavioural therapy, kekerasan seksual

Full Text:

PDF

References


Hurairah, A. (2007). Child Abuse (Kekerasan pada Anak.) Edisi revisi. Bandung : Nuansa.

Corey, G. (2006.) Theory and Practice of Counseling and Psychoteraphy. Pacific Grove: Cole Publishing.

Dryden, W. Barnch, R. (2008). The Fundamental of Rational Emotive Behaviour Therapy; A Traning Handbook. England: John wiley & Sns, Ltd.

Ellis & Dryden. (1997). The Practice of Rational Emotive Behavior Therapy. Second Edition. New York : Springer Publishing Company.

Ellsworth, L. (2007). Choosing to Heal: Using Reality Therapy in Treatment of Sexually Abused Children. New York : Routledge.

Giardino, A.P ; Lyn, M. A dan Giardino . E. R. (2010). A Practical Guide to Evaluation of Child Physical Abuse and Neglect. Second Edition. London : Springer.

Gonzales, J. Nelson, R. (2004). Rational Emotive Behavior Therapy With Children and Adolescents : A Meta Analysis. Journal of Emotional anda Behavioral Disorder. 12(4) : 222-235.

Goleman, D. (2004). Emotional Intelligence : Mengapa EI Lebih Penting Daripada IQ. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.

Gross, J. (2007). Handbook of Regulation Emotion. New York : Guilford Press.

Johnson. Burke dan Christensen Larry. (2004). Educational Research. Second edition. New York : Pearson.

Murphy, J. (2001). Art Therapy with Young Survivor of Sexual Abuse Lost for World. Canada: Taylor & Francis Inc.

Normala, S.A. (2012). Terapi Trauma Anak untuk Mengurangi Simptom Gangguan Stress Paska Trauma pada Remaja Korban Kekerasan Seksual. Tesis : UGM.

Olive, M.F (2007). Child Abuse and Stress Disorder. New York : Chelsea House Publishing.

Papalia, D.E, dkk. (2008). Human Development (Psikologi Perkembangan). Edisi Kesembilan. Jakarta : Prenada Media Group.

Putnam, F. (2003). Ten Year Research Review: Child Sexual Abused. Journal of Child Adolescent Psychiatry. 42:3.

Tricket, P. Nol, J. Putnam, F. (2011). The Impact Of Sexual Abused on Female Development. Journal of Developmental and Psychopatology. 23 : 453-476.

Zahra, R.P. (2007) Kekerasan Seksual pada Anak, Arkhe Jurnal Ilmiah Psikologi. Vol.12.




DOI: https://doi.org/10.31289/analitika.v5i2.786

Article Metrics

Abstract view : 246 times
PDF - 69 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Program Pascasarjana Magister Psikologi, Universitas Medan Area

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License