PERBEDAAN KOMPETENSI KEPRIBADIAN DAN KOMPETENSI SOSIAL GURU SD NEGERI YANG SUDAH SERTIFIKASI DAN YANG BELUM SERTIFIKASI

Munika Lumban Gaol(1*), Azhar Aziz(2),


(1) Program Studi Magister Psikologi, Program Pascasarjana, Universitas Medan Area
(2) Program Studi Magister Psikologi, Program Pascasarjana, Universitas Medan Area
(*) Corresponding Author

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah ada perbedaan kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial pada guru SD Negeri yang sudah sertifikasi dan yang belum sertifikasi.  Penelitian dilakukan di SD Negeri yang ada di Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah proportional random sampling dimana sampel terdiri dari 92 orang guru yang sudah disertifikasi dan 140 orang guru yang belum disertifikasi. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan skala kompetensi kepribadian dan skala kompetensi sosial. Data yang terkumpul dianalisa dengan menggunakan uji-t tidak berpasangan. Hasil analisa data menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan dalam hal kompetensi kepribadian antara guru yang sudah disertifikasi dengan guru yang belum disertifikasi. Selain itu, diketahui pula bahwa ada perbedaan yang signifikan dalam hal kompetensi sosial antara guru yang sudah disertifikasi dengan guru yang belum disertifikasi.


Keywords


persepsi kepemimpinan transformasional; budaya organisasi; organizational citizenship behavior

Full Text:

PDF

References


Depdiknas. Undang-Undang RI Tahun 2005 Tentang Sertifikasi Guru dan Dosen. diakses 11 Februari 2010.

Dirjen LPMP SUMUT. (2007). Pedoman Pelaksanaan Sertifikasi. Medan.

Firawati, Titik. (2012). diakses tanggal 2 Januari 2012.

Kunandar. (2007). Guru Profesional Implementasi KTSP dan Sukses dalam Sertifikasi Guru. Jakarta : Raja Grafindo Persada.

Milfayetty, S., (2009), Hubungan Kompetensi Kepribadian Guru Dan Reinforcement dengan Motivasi Belajar Siswa Di SMA Negeri 11 Medan, Analitika: 1 (1): 1-11

Muslich, Masnur. (2007). Sertifikasi Guru Menuju Profesionalisme Pendidik. Jakarta : Bumi Aksara.

Mulyasa, E. (2003). Kurikulum Berbasis Kompetensi : Konsep, Karakteristik, dan Implementasi. Bandung : Remaja Rosdakarya.

. (2007). Sertifikasi Guru. Bandung : Remaja Rosdakarya.

. (2007). Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru. Bandung : Remaja Rosdakarya.

. (2009). Menjadi Guru Profesional. Bandung : Remaja Rosdakarya.

Noor, Marzuki. (2007). Analisis Tentang Profesionalisme dan Kinerja Guru. Lampung.

Sardiman. (2009). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta : Raja Gravindo Persada.

Th, Kawet, Harry A. (2006). Profesionalisme Guru dan Etos Kerja Guru. Bandung : Direktorat Sekolah Swasta.

Tim Direktorat Profesi Pendidikan. (2006). Bahan Sosialisasi Sertifikasi Guru. Direktorat Jenderal Penjaminan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan.

Trianto, dkk. (2007). Sertifikasi Guru dan Upaya Peningkatan Kualifikasi, Kompetensi dan Kesejahteraan. Surabaya : Prestasi Pustaka.

Undang-Undang Guru dan Dosen. (2006). UU RI No. 14 Tahun 2005. Jakarta : Sinar Grafika.

Undang-Undang RI No. 19 Tahun 2005, Tentang Standar Nasional Pendidikan.

No. 2 Tahun 2004, Tentang Sistem Pendidikan Nasional.

No. 20 Tahun 2003, Tentang Sistem Pendidikan Nasional.




DOI: http://dx.doi.org/10.31289/analitika.v5i2.787

Article Metrics

Abstract view : 56 times
PDF - 40 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


JURNAL ANALITIKA
Program Studi Magister Psikologi, Pascasarjana Universitas Medan Area
Jalan Setia Budi No. 79 B, Tj. Rejo, Medan Sunggal, Kota Medan, Sumatera Utara 20112 http://ojs.uma.ac.id/index.php/analitika dan Email: analitika@uma.ac.id
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License