HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN SELF-REGULATED LEARNING SISWA

Rifi Hamdani Lubis(1*), Lahmuddin Lubis(2), Azhar Aziz Azhar Aziz(3),


(1) Program Studi Magister Psikologi, Program Pascasarjana, Universitas Medan Area
(2) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
(3) Program Studi Magister Psikologi, Program Pascasarjana, Universitas Medan Area
(*) Corresponding Author

Abstract


Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dan kecerdasan emosional dengan self-regulated learning siswa. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan tujuan komparatif. Populasi penelitian adalah seluruh siswa di Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Medan yang berjumlah 1.125 orang pada saat penelitian dilakukan. Sampel penelitian dikhususkan pada siswa kelas VIII yang dipilih dengan menggunakan teknik sampling acak sederhana. Sampel penelitian kemudian terpilih  sebanyak 150 orang siswa kelas VIII.  Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan menggunakan tiga skala yang disusun menurut metode Likert, yakni skala self-regulated learning, skala dukungan sosial dan skala kecerdasan emosional. Analisis data penelitian yang terkumpul dilakukan dengan menggunakan metode statistik berupa teknik korelasi pearson product moment dan analisis regresi ganda (dua prediktor). Hasil analisa data menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan self-regulated learning, adanya hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan self-regulated learning,serta adanya hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dan kecerdasan emosional dengan self-regulated learning pada siswa. 


Keywords


dukungan sosial, kecerdasan emosional, self-regulated learning, siswa Madrasah

Full Text:

PDF

References


Achyar. (2001). Anak Berbakat (Gifted Learners). .

Aziz, A. (2009). Belajar Berdasarkan Regulasi Diri Ditinjau dari Jenis Pendidikan. Tesis (tidak diterbitkan). Yogyakarta : Pascasarjana UGM.

Balai Pustaka. (2000). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Deasyanti dan Armeini, Anna. (2007). Self Regulation Learning pada Mahasiswa Fakultas Pendidikan Universitas Negeri Jakarta. Perspektif Ilmu Pendidikan. Vol. 16, Tahun VIII.

Depdiknas. (2006). Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Sinar Grafika.

Fathurrohman, P., Suryana, AA., & Fatriany, F. (2013). Pengembangan Pendidikan Karakter. Bandung: PT Refika Aditama.

Fatimah, E. (2006). Psikologi Perkembangan: Perkembangan Peserta Didik. Bandung: Pustaka Setia

Goleman, D. (2002). Kecerdasan Emosi untuk Mencapai Puncak Prestasi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Hardjo, S., Eryanti N., (2015), Hubungan Dukungan Sosial dengan Psychological Well-Being pada Remaja Korban Sexual Abuse, Analitika: 7 (1): 12-19

Hartono& Sunarto. (2008). Perkembangan Peserta Didik. Jakarta:PT. Rineka Cipta

Hurlock, E.B. (2001). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan, Terjemahan dari Developmental Psychology: A Life-Span Approach. Edisi Kelima. Jakarta: Erlangga.

Maknun, Johar. (2006). Pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Boarding SchoolBerbasis KeunggulanLokal. .

Metia, C., Fenty Z., (2012), Hubungan Dukungan Sosial Orangtua dan Motivasi Belajar dengan Kemandirian Belajar, Analitika: 4 (1): 16-23

Misnita, H., Lahmuddin L., Azhar A., (2015), Hubungan Keyakinan Diri dan Dukungan Sosial dengan Penyesuaian Diri Mahasiswa, Analitika: 7 (1): 31-38

Octyavera, R. M. dkk. (2010). Hubungan Kualitas Kehidupan Sekolah dengan Penyesuaian Sosial pada Siswa SMA International Islamic Boarding School Republic of Indonesia. .

Rahmayati, T.E., Zulkarnain L., (2013), Hubungan Efikasi Diri Akademik dan Dukungan Sosial dengan Penyesuaian Diri, Analitika: 5 (2): 43-49

Rumiani. (2006). Prokrastinasi Akademik Ditinjau dari Motivasi Berprestasi dan Stres Mahasiswa. Jurnal Psikologi Universitas Diponegoro. Vol.3, No.2, Desember 2006: 37-48

Santrock, J.W. (2008). Psikologi Pendidikan. Edisi Kedua. Jakarta: Prenada Media Group.

Siregar, I.M., Suryani H., (2013), Hubungan Kecemasan Kematian dan Dukungan Sosial Terhadap Motivasi Kerja Karyawan ODHA (Orang Dengan HIV-AIDS), Analitika: 5 (2): 26-32

Tilaar, H. A.R. (2002). Perubahan Sosial dan Pendidikan. Jakarta: PT Gramedia.

Vembriarto, S.T. (1993). Sosiologi Pendidikan. Jakarta: BPK Gunung Agung.

Wati S, P., Cut M., (2010), Hubungan antara Dukungan Sosial Keluarga dan Self Efficacy dengan Kemandirian Belajar pada Siswa SMKN 2 Medan, Analitika: 2 (2): 45-54Adicondro, Nobelina & Purnamasari, Alfi. (2011). Efikasi Diri, Dukungan Sosial Keluarga dan Self-Regulated Learning pada Siswa Kelas VIII. Jurnal Humanitas. Vol. VIII No. 1, Januari 2011: 17-27.

Zimmerman, B.J. (1990). Self-Regulated Learning and Academic Achievement : An Overview. Educational Psychologist. Lawrence Erlbaum Associates.




DOI: http://dx.doi.org/10.31289/analitika.v7i2.825

Article Metrics

Abstract view : 371 times
PDF - 147 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


JURNAL ANALITIKA
Program Studi Magister Psikologi, Pascasarjana Universitas Medan Area
Jalan Setia Budi No. 79 B, Tj. Rejo, Medan Sunggal, Kota Medan, Sumatera Utara 20112 http://ojs.uma.ac.id/index.php/analitika dan Email: analitika@uma.ac.id
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License