Hubungan Antara Pola Asuh Permissive Indulgent Dan Interaksi Sosial Dengan Kematangan Emosi


Meutia Fajar Sari Nasution(1*),


(1) Universitas Medan Area
(*) Corresponding Author

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh permissive indulgent dan interaksi sosial dengan kematangan emosi pada siswa SMA Negeri 2 Medan. Sampel dalam penelitian ini  adalah siswa SMA Negeri 2 Medan berjumlah 88 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan screening tes. Alat ukur penelitian ini mengunakan skala permissive indulgent, interaksi sosial dan kematangan emosi. Metode analisis data menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa ada hubungan yang signifikan permissive indulgent dan interaksi sosial dengan kematangan emosi. 


Keywords


kematangan emosi; pola asuh permissive indulgent; interaksi sosial

Full Text:

PDF PDF

References


Abubakar Baradja. (2005). Psikologi Perkembangan : Tahapan-tahapan dan Aspek-aspeknya. Jakarta : Studia Press.

Agustiani, H., (2006). Psikologi perkembangan pendekatan ekologi kaitannya dengan konsep diri dan penyesuaian diri pada remaja. Bandung : Refika aditama.

Ari, B. W., Andayani, T. R., & Sawitri, D. R. (tt). Hubungan konsep diri dengan interaksi sosial siswa kelas akselerasi di SMP Negri 2 dan SMP PL Domenico

Arikunto, S. (1992). Prosedur penelitian (Suatu pendekatan praktik). Jakarta: Rineka Cipta.

Astuti,2000.KematanganEmosi.Http://pertuoboys.blogspot.com/2010/01/emosi.html. (23 April 2011)

Azwar, S. (1997). Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Baumrind, D. (1991). The Influence of Parenting Style on Adolescent Competence and Substance use. Journal of Early Adolescence, 11(1), 56- 95.

Chaplin, J. P. (2008). Kamus Lengkap Psikologi. Jakarta : Raja Grafindo Persada.

Cobb, N.J. (1992). Adolescence. San Fransisco, CA : Mayfield.

Desmita. (2005). Psikologi Perkembangan. Bandung : Remaja Rosdakarya.

Hadi, S. (2002). Metodologi research. Jilid 1.Yogyakarta: Andi Offset.

Heider, K. (1997). Theoretical introduction.Emosi, ekspresi wajah dan budaya.

Hurlock, E. B. (2007).Psikologi perkembangan suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Jakarta: Erlangga.

Edwards,Drew,2006. Ketika Anak Sulit Diatur.Bandung : Mizan Pustaka

Endah Puspita Sari & Sartini Nuryoto. (2002). Penerimaan Diri Pada Lanjut Usia di Tinjau dari Kematangan Emosi. Jurnal Psikologi. Universitas Gajah Mada.

Goleman, D. (2004). Emotional Intelligence. Terjemahan. Jakarta : Gramedia.

Gordon, Amn Milles and Kathryn Williams Browne. 1985. Beginning and Beyond: Foundations in Early Childhood Education. New York : Delmar publising Inc.

Mappiare, A. (1992). Psikologi remaja. Surabaya: Usaha Nasional.

Matsumoto, D. (1993). Ethnic differencesin affect intensity, emotion judgments, display rule attitudes, and self-reportedemotional expression in an Americansample. Journal of Motivation & Emotion,17, 107–123.

Matsumoto, D. (1994). People: Psychologyfrom a cultural perspective. California:Brooks/Cole.

Mulyana, D. (1999). Nuansa-nuansa komunikasi.Meneropong politik & budaya komunikasimasyarakat kontemporer. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Martin, A. D. (2003). Emotional quality management. Jakarta : Arga.

Mussen, P.H., Conger J.J.& Kagan .J. (1994). Child Development and Personality. Terjemahan edisi keenam. Jakarta : Arcan

Murray, J. (2003). Are You Emotionally Mature? : Characteristics of Emotional Maturity. Di akses pada tanggal 26 oktober 2014 dari http://www.betteryou.com.

M. Tairas. (1990). When a Person Mature?. Media Psikologi Indonesia 5-6. Jakarta.

Nurdin. (2009). Pengaruh kecerdasan emosional terhadap penyesuaian sosial siswa di sekolah. Administrasi pendidikan,IX, 1, 86-108. Di akses pada tanggal 5 September 2014 dari http//www.file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR.../Karya_Ilmiah_8.pdf.

Prawitasari, J.E. (1995). Mengenal emosimelalui komunikasi non-verbal. Buletin

Psikologi. Yogyakarta: Fakultas PsikologiUGM. Tahun III. No. 1, 27–43.

Rogers, K., Calvert, E., Malek, R., & Smith, D., (2010). Guidelines for eveloping an academic acceleration policy. Journal of advanced academics, 21, 2, 180-203.

Santrock, J. W. (2003). Adolescence (Perkembangan remaja).Jakarta : Erlangga.

Santrock, J.W. (1998). Child Development. 8th edition. Boston : McGraw-Hill.

Savio Semarang. 1-12. Di akses pada tanggal 5 September 2014 dari http//www.eprints.undip.ac.id..Skripsi.pdf.

Sarlito Wirawan Sarwono (2005). Psikologi Remaja. Edisi revisi. Jakarta : Raja Garfindo Perkasa.

Shaffer, D.R. (1985). Developmental Psychology Theory, Research and Applications. University of Georgia.

Sharma, D. (2011). Emotional maturity of ICDS and Non-ICDS children: a comparative study. Journal of research in peace, gender and development, 11, 1, 320-323.

Singgih D. Gunarsa dan Yulia, S. Gunarsa (2003). Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Jakarta : BPK Gunung Mulia.

Soesilowindradini. (2008). Psikologi perkembangan masa remaja. Surabaya : Usaha Nasional.

Sugiyono, 2005, Metode Penelitian Bisnis, Edisi Kedelapan, CV. Alfabeta, Bandung

Sprinthall, N.A. & Collins, W.A. (1995). Adolescent Psychology : A Development View. 3th edition. New York : McGraw-Hill.

Steinberg, L. (2002). Adolescence, 6th edition. Boston : McGraw-Hill.

Suseno, F.M. (2001). Etika Jawa: Sebuahanalisa falsafi tentang kebijaksanaan

hidup Jawa. Jakarta: Gramedia PustakaUtama

Turner, J.S. & Helms, D.B. (1995). Lifespan Development. 5th edition. Fort Worth: Holt, Rinehart & Winston.

Yaumil C.A. Achir. (1996). Pedoman Pelaksanaan Pola Asuh Anak Dalam Keluarga Sejahtera. Kantor Menteri Negara Kependudukan/Badan Koordinasi Keluarga Berencana. Jakarta.

Yusuf, S. (2011). Psikologi perkembangan anak dan remaja. Bandung : Remaja Rosdakarya.




DOI: https://doi.org/10.31289/analitika.v8i1.859

Article Metrics

Abstract view : 135 times
PDF - 67 times PDF - 72 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Program Pascasarjana Magister Psikologi, Universitas Medan Area

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License