ARSITEKTUR JENGKI SALAH SATU WARISAN SEJARAH ARSITEKTUR INDONESIA DI KOTA MEDAN

Suprayitno Suprayitno(1*),


(1) 
(*) Corresponding Author

Abstract


Abstrak

Arsitektur Jengki merupakan sebuah krnya besar yang terlupakan, Gaya ini merupakan tahap lanjut dan perkembangan arsitekiur kolonial di era tahun 1950-1960-an Orang awam melihat dan sisi bentuknya yang digantai dengan unsur miring, seperti atap yang tidak menyatu pada puncaknya, tembok depan (gevel) miring, memiliki lubang angin (rooster) dan elemen bangunan yang lain. Sesuatu yang tidak disadari di belakang proses perkembangannya adalah pola pemikiran daripada bentuk fisiknya justru sifat kemandirian dan penolakan dari gaya yang sudah ada, dan wujud penghayatan terhadap nilai-nilai selempat hal inilah dapat disebut dengan makna arsitektur jengki. Pola penyebarannya-pun dapat diktatakan tidak merata dan tidak selalu memiliki ragam elemen yang kuat Pada penelitian ini akan difokuskan tentang rumah tinggal bergaya jengki beberapa lokasi di Kota Medan yang dianggap cukup representatif. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pemikiran dengan dihubungkan terkadap nilai-nilai lokal arsitektur jengki. Metode yang digunakan adalah deskriptif ekspolatif dengan aspek fenomenologis, Hasilnya adalah hubungan penerapan konsep pemikiran tersebut terhadap fisik bangunan jengki yang akan memberikan kontribusi terhadap keilmuan sejarah arsitektur nusantara.

Kata kunci : Pola pemikiran, Kearifan lokal, Rumah jengki, Malang

                                                                                                                                  

Abstract

Architecture of Jengki represent a its of big him falling into oblivion, This style represent phase continue and growth of colonial arsitekiur in year era 1950-1960-an Civilian see and side its for which is digantai with oblique element, like roof which do not one at its height, next wall ( oblique gevel), owning vent ( other building element and rooster). Something that do not realize rear process its growth is idea pattern than its physical form exactly the nature of deduction and independence of style which have there is, and form ofis carrying out of to values of selempat matter this is can be referred as with architecture meaning of jengki. pattern of Penyebarannya-Pun earn diktatakan do not flatten and do not always have strong element manner At this research will be focussed by about house remain dressyly of jengki some location in assumed Town Field enough representatif. Intention of this study is to know how big influence of idea connectively by local values terkadap of architecture of jengki. Method the used is descriptive of ekspolatif with aspect of fenomenologis, Its result is relation/link applying of the idea concept to building physical of jengki to give contribution to architecture historical science of nusantara.

Keyword : Idea pattern, Local wise, House of jengki, Unlucky


Article Metrics

Abstract view : 455 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.