PENGGUNAAN AGREGAT HALUS DENGAN SUMBER LOKASI BERBEDA UNTUK CAMPURAN BETON

Nurmaidah Nurmaidah(1*),


(1) 
(*) Corresponding Author

Abstract


Abstrak

Pada saat ini beton menjadi pilihan utama masyarakat dalam mendirikan suatu bangunan. Penelitian ini membandingkan kualitas agregat kasar (krikil) dan agregat halus (pasir) yang berasal dari 2 daerah disekitar Kota Medan, yaitu Kota Binjai, dan Kecamatan Patumbak, Kab. Deli Serdang sebagai campuran beton untuk melihat pengaruhnya terhadap kekuatan tekan beton pada karesteristik yang sama yaitu K-175. Dari hasil kuat tekan, kuat tekan karekteristik yang dihasilkan untuk Campuran agregat Binjai adalah 177.40 Kg/cm2 dengan Standart Deviasi 32.21 Kg/cmdan kuat tekan rata-ratanya adalah 230.22 Kg/cm2, dan untuk Campuran Agregat Patumbak adalah 175.36 Kg/cm2 dengan standart deviasi 28.75 Kg/cm2 dan Kuat tekan rata-ratanya adalah 222.52 Kg/cm2.

Kata kunci: Kuat Tekan Beton, agregat halus

 

 

Abstract

At this time the concrete be chosen by the public in setting up a building. This study compared the quality of coarse aggregate (gravel) and fine aggregate (sand) from two areas around the city of Medan, namely Kota Binjai, and District Patumbak, Kab. Deli Serdang as concrete mix to see its effect on the compressive strength of concrete at the same karesteristik K-175. From the results of compressive strength, compressive strength characteristics generated for aggregate Mixed Binjai is 177.40 kg / cm2 with a Standard Deviation of 32.21 Kg / cm2 and the average compressive strength was 230.22 kg / cm2, and for Mixed Aggregate Patumbak is 175.36 kg / cm2 with standard deviation of 28.75 Kg / cm2 and the average compressive strength was 222.52 kg / cm2.

Keywords: Concrete Compressive Strength, fine aggregate


Article Metrics

Abstract view : 50 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.