PEMANFAATAN ASPAL SINTETIS UNTUK MATERIAL PERKERASAN JALAN

Edy Hermanto(1*),


(1) 
(*) Corresponding Author

Abstract


Aspal alam yang dimiliki Indonesia berasal dari gunung yaitu aspal Buton dan aspal buatan (aspal minyak) yang merupakan hasil dari penyulingan minyak bumi. Limbah/sampah plastik di Indonesia sangat banyak dan tidak dapat di daur ulang, karena berbahan baku polypropylen. Melalui penelitian ini akan dibuat suatu jenis aspal dengan menggunakan sampah plastik sebagai salah satu materialnya sehingga dapat bermanfaat untuk perkerasan jalan. Bahan baku yang ramah lingkungan sehingga menghasilkan produk yang bermanfaat, dan perlu diteliti lebih lanjut.Aspal yang akan diteliti adalah aspal sintetis, bahan bakunya berasal dari residu oli sintetis. Aspal sintetis ini terbuat Residu oli sintetis, sampah plastik, getah pinus, batu kapur. Perbandingan yang digunakan antara residu oli, getah pinus dan batu kapur adalah terhadap volume perbandingan 1;2;2 dan sampah plastik digunakan sebanyak 15% dari total aspal yang diinginkan. Dari hasil penelitian diperoleh titik lembek aspal sintetis; 67-69, lebih tinggi dari standar yang ditetapkan; 51-63, hal ini menunjukkan bahwa aspal sintetis tidak mudah melentur apabila digunakan sebagai perkerasan. Dengan nilai stabilitas yang cukup besar, Kadar Aspal Optimum 6,5% dengan hasil: nilai rerata Stabilitas Marshall sebesar 1216.33kg. Berdasarkan Revisi SNI 03-1737-1989 tentang ketentuan sifat-sifat campuran laston nilai stabilitas minimum untuk lalu lintas berat yaitu 800 kg dapat dikatakan bahwa aspal sintetis jauh lebih kuat menahan beban vertikal dibandingkan aspal biasa.
Kata kunci: Aspal Sintetis, Marshall Stability.


Abstract
Indonesia's natural asphalt comes from the mountain that is home-made Buton asphalt and bitumen (asphalt) which is the result of petroleum refining. Waste / waste plastic in Indonesia very much and can not be recycled as raw material polypropylen. Through this study will be made of a kind of asphalt using plastic waste as a material to be useful to the pavement. Environmentally friendly raw materials to produce products that are useful and should be further investigated.Asphalt that will be examined is the synthetic asphalt, raw materials derived from synthetic oil residue. It is made of synthetic asphalt synthetic oil residues, waste plastic, pine resin, limestone. Comparisons are used between the residual oil, pine resin and limestone are to volume ratio of 1; 2; 2 and the plastic waste used as much as 15% of total asphalt desired. The results were obtained synthetic asphalt softening point; 67-69, higher than the standards set; 51-63, this suggests that the synthetic bitumen is not easily bend when used as a pavement. With a large enough value stability, Optimum Asphalt Content 6.5% with the results: the average value of Marshall Stability of 1216.33kg. Based on SNI 03-1737-1989 Revision of the terms of the properties of the mixture laston minimum value stability for heavy traffic of 800 kg can be said that the synthetic asphalt is much more powerful than the vertical load bearing ordinary asphalt.
Key words: Asphalt Synthetic, Marshall Stability.


Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract view : 226 times
PDF - 96 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.