STABILITAS TANAH LEMPUNG (CLAY) DENGAN MENGGUNAKAN CAMPURAN ABU CANGKANG KELAPA SAWIT DITINJAU DARI NILAI CBR

Kamaluddin Lubis

Abstract


Perkembangan jaringan jalan berkembang seiring dengan perkembangan segala sisi apsek kehidupan yang memerlukan dukungan dan pengawasan aplikasi teknologi tepat guna. Teknologi ini terutama sekali menitikberatkan pada konstruksi perkerasan yang tahan lama, memiliki daya dukung optimum dan biaya yang relatif murah. Bahan konstruksi jalan raya pada umumnya adalah batu pecah yang berasal dari alam yang kemudian dipecah dengan menggunakan alat stone crusher. Dalam penelitian ini dilakukan pengujian terhadap campuran Fine Agregat dan Cangkang Sawit dengan Kadar Aspal Optimum (6%), yang bertujuan untuk mencari material pengganti dari batu pecah dengan variasi campuran 10%-50% dari berat Fine Agregat, dengan masing-masing persentase dibuat 3 benda uji. Hasil pengujian di Laboratorium Jalan Raya Grwoth Centre menunjukkan bahwa campuran Fine Agregat dan Cangkang Sawit memiliki nilai stabilitas yang tinggi yaitu diatas yang disyaratkan oleh Bina Marga (> 550 kg). Nilai stabilitas yang diperoleh dengan variasi campuran cangkang sawit dan Fine Agregat adalah untuk campuran 10% cangkang sawit = 1.411,14 kg, campuran 20% cangkang sawit = 1.075,73 kg. campuran 30% cangkang sawit 1.060,00 kg, campuran 40% cangkang sawit = 990,97 kg dan campuran 50% cangkang sawit = 692,89 kg. Dari hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa dengan campuran cangkang sawit sebagai pengganti sebahagian Fine Agregat dengan variasi diatas masih dapat digunakan sebagai bahan lapisan permukaan pada konstruksi jalan raya.
Kata Kunci : Cangkang Sawit, Fine Agregat


Abstract

The development of the road network evolves along with the development of all sides of the life apsek that require the support and supervision of appropriate technology applications. This technology is very important for the development of durable pavement, has the optimum carrying capacity and the cost is relatively cheap. Highway construction materials in general are broken stone that comes from nature which is then broken down by using the tool stone crusher. In this research, we tested the mixture of Fine Aggregate and Palm Shell with Optimum Asphalt Level (6%), suitable for finding material of crushed stone with mixed variation of 10% -50% from Fine Aggregate weight, with each percentage made 3 Object test. Test results at the Grwoth Center Highway Laboratory showed a mixture of Fine Aggregates and Palm Shells which have high stability, above that required by Bina Marga (> 550 kg). The stability value obtained by the mixed variation of palm shell and aggregate fines is for the mixture of 10% of the palm shell = 1,411,14 kg, the mixture of 20% of the palm shell = 1,075.73 kg. Mix 30% oil shell 1,060,00
kg, mixture 40% palm shell = 990,97 kg and 50% mixture of palm shell = 692,89 kg. From the test results can be concluded with a mixture of palm shells as a substitute sebahagian Fine Aggregate with the above variations can still be used as a surface coating material on highway construction.
Keywords : Palm Shell, Fine Aggregate


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.