STIMULASI TUNAS PISANG BARANGAN (Musa acuminata L.) SECARA IN VITRO DENGAN BERBAGAI KONSENTRASI IBA (Indole-3-butyric acid) DAN BA (Benzyladenin)


Saipul Sihotang(1*),


(1) Universitas Medan Area
(*) Corresponding Author

Abstract


The research aim was get the best medium combination of IBA dan BA to stimulated formation number of shoots of banana Barangan. The study used factorial experiment aranged in Completely Randomized Desigh (CRD). The treatment consisted of 2 factors. The frist factor was the IBA concentration, consisted of three levels 0,0 mg/l, 0,5 mg/l, and 1,0 mg/l. The second factor was BA concentration consisted of four level, 0,0 mg/l, 1,5 mg/l, 3,0 mg/l, and 4,5 mg/l. The result showed that combinations of IBA 0,0 mg/l and BA 0,5 mg/l was the best medium to induce shoot multiplication with 4,00 shoots explant. IBA concentrations had no significant effect on number of shoots. However, the IBA concentation affected the number of root explant.

Keywords


combination, multiplication, explant, stimulation, shoot

Full Text:

PDF

References


Abidin, Z., 1985, Dasar-dasar Pengetahuan tentang Zat Pengatur Tumbuh, Penerbit Angkasa, Bandung, hal : 11 – 56.

Adkins, S. W. (2002) dalam Yelnititis. 2014. Shoot Multipication of Gyrinops versteegii (Gilg.) Domke. Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan. Vol. 8 No. 2, September 2014.

Agung, Surono dan Achmad Himawan. 2010. Basic Science Seminar VII. FMIPA Universitas Brawijaya Malang.

Ardian dan Erwin Yuliadi. 2009. Pertumbuhan dan Perbanyakan Tunas Mikro Singkong (Manihot esculenta CRANTZ) secara In Vitro Pada Berbagai Konsentrasi BA (Benzyl adenin). Jurnal Agrotropika 14 (1): 19-22.

Ariana E. 2008. dalam Khairunisa, Rofadia. 2009. Penggunaan Beberapa Jenis Sitokinin Terhadap Multiplikasi Tunas dan Pertumbuhan Binahong (Anredera cordifolia) secara In Vitro. Departemen Konservasi Sumerdaya Hutan dan Ekowisata Fakultas Kehutanan. Institut Pertanian Bogor.

Arias et al., 2003. dalam Wardhana, R.A., Nugroho, H., & Loekito, S. 2004. Uji ketahanan beberapa tanaman pisang klon Cavendish dan fluktuasi intensitas serangan Fusarium oxysporum f.sp. cubense (FOC) terhadap tanaman pisang Cavendish klon GCTCV 119. Simp. Nas. I tentang Fusarium. Purwokerto.

Badan Pusat Statistik Sumatera Utara. 2015. Statistik Sumatera Utara 2008-2014. Biro Pusat Statistik.

Balai Pertanian Sumatera Utara. 2015. Statistika 2008-2015. Biro Pusat Statistik.

Bhojwani, S. S. (1980) dalam Zulkarnain. 2009. In Vitro Propagation of Garlic by Shoot Proliferation. Scientia Horticulturae 13.

Buddenhagen ZW & Elasser TA. 1962 dalam Suswati. 2013. Peningkatan Ketahanan Tanaman Pisang Barangan Terhadap Blood Disease Bacterium (Bdb) Dengan Aplikasi Fungi Mikoriza Arbuskular Indigenus; Jurnal HPT Tropika.

Butar-butar, Ester Windhayanti dkk. 2010. Penggunaan Media Tumbuh dan Benzyl Adenin (BA) pada Multiplikasi Anggrek Dendrobium Indonesia Raya secara In Vitro. Jurnal Fakultas Pertanian Universitas Tribhuwana Tunggadewi. Malang.

Denish, A. 2007. Percobaan Perbanyakan Vegetatif Kemaitan (Lunasia amara Blanco) melalui kultur jaringan (Skripsi). Bogor. Fakultas Kehutanan. IPB.

Dewi dan Ishak. 1998. Regenerasi Mutan Tanaman Pisang Ambon Kuning Dan Barangan (Musa Spp) Berasal Dari Eksplan Organ Betina Dan Pucuk; Jurnal Fenelitian dan Pengembangan Aplikasi Isoiop dan Radiasi.

Dinas Pertanian Sumatera Utara. 2014. Statistik Sumatera Utara 20011-2014. Biro Pusat Statistik.

Dinas Pertanian Sumatera Utara. 2015. Statistik Sumatera Utara 20010-2015. Biro Pusat Statistik.

Djaenuddin N; Zaenab M; Untung S. 2012. Reaksi Pisang Barangan (Musa acuminata Colla) Terenduksi Filtrat Fusarium oxysporum f.sp. cubense Terhadap Penyakit Layu Fusarium. Suara Perlindungan Tanaman. 2(2).

Dodds dan Roberts (1982) dalam Lestari 2011. Peranan Zat Pengatur Tumbuh dalam Perbanyakan Tanaman melalui Kultur Jaringan. Jurnal Agroniogen: Bogor.

Flick et al., (1993) dalam Lestari. 2011. Peranan Zat Pengatur Tumbuh dalam Perbanyakan Tanaman melalui Kultur Jaringan. Jurnal Agroniogen: Bogor.

Gaba (2005) dalam Lestari. 2011. Peranan Zat Pengatur Tumbuh dalam Perbanyakan Tanaman melalui Kultur Jaringan. Jurnal Agroniogen: Bogor.

Gamborg, O.L. et al. 1976. dalam Zulkarnain. 2014. Kultur Jaringan Tanaman. Jambi: Bumi Aksara.

George, E. F. dan P. D. Sherrington. 1986 dalam Lestari. 2011. Peranan Zat Pengatur Tumbuh dalam Perbanyakan Tanaman melalui Kultur Jaringan. Jurnal Agroniogen: Bogor.

Gunawan, L. W. 1987. Teknik Kultur Jaringan. Pusat Antar Universitas Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Hapsari dan Astutik. 2009. Uji Konsentrasi IAA (Indole Acetic Acid) dan BA (Benzyladenin pada Multipikasi Pisang Varietas Barangan Secara In Vitro. Jurnal Buana Sains Vol 9 No 1: 11-16.

Hartono, Tatries Bowo. 2010. Pembentukan Tunas Lengkeng Dataran Rendah (Dimorcarpus logan Lo ur) pada Berbagai Konsentrasi BA dan Bahan Organik secara In Vitro. Fakultas Pertanian. Universitas Sebelas Maret. Surakarta. Skripsi.

Heqris. 2011. 12 Jenis Pisang Komersil. http://www.heqris.com/2011/09/12-jenis-pisang-komersial.html. Diakses tanggal 09 Desember 2015. Pukul 12.39 WIB.

Hendaryono, S.P. dan Wijayani, A. 1994. Teknik Kultur Jaringan. Yogyakarta. Penerbit Kanisius.

Hermanto et al., dalam Suswati. 2011. Respon Fisiologis Tanaman Pisang Dengan Introduksi Fungi Mikoriza Arbiskular Indigenus Terhadap Penyakit Darah Bakteri. Padang: Universitas Andalas.

Hwang, J. M. dan B. Y. Lee (1990) dalam Zulkarnain. 2011. The effect of termperature and Huminidity Conditions on Rooting and Spouting of Garlic. Journal of the Korean Society for Horticultural Science 31.

Kyte, L. 1983. dalam dalam Zulkarnain. 2014. Kultur Jaringan Tanaman. Jambi: Bumi Aksara.

Lestari, E. G. 2011. Peranan Zat Pengatur Tumbuh dalam Perbanyakan Tanaman melalui Kultur Jaringan. Jurnal Agroniogen: Bogor.

Marlin, H. Bustaman, dan M. Taufik. 2004. Peningkatan Produksi Bibit Jahe Bebas Penyakit Layu Bakteri Dengan Pembentukan Rimpang Mikro. Laporan Penelitian Hibah Bersaing IX. Lembaga Penelitian Universitas Bengkulu.

Marlin, dkk. 2012. Inisiasi Kalus embriogenik pada kultur jantung pisang curup dengan pemberian sukrosa, BAP dan 2,4-D. Jurnal Agrivigor 11(2) ISSN 1412-2286.

Molina, A., M.D. Hunt, and J.A. Ryals. 1998. Impaired fungicide activity in plants blocked in disease resistance signal transduction. Plant Cell 10: pp: 1903-1914.

Nainggolan dkk. 2002. dalam Wardhana, R.A., Nugroho, H., & Loekito, S. 2004. Uji ketahanan beberapa tanaman pisang klon Cavendish dan fluktuasi intensitas serangan Fusarium oxysporum f.sp. cubense (FOC) terhadap tanaman pisang Cavendish klon GCTCV 119. Simp. Nas. I tentang Fusarium. Purwokerto.

Nuswaramarhaeni. 1992. dalam Wardhana, R.A., Nugroho, H., & Loekito, S. 2004. Uji ketahanan beberapa tanaman pisang klon Cavendish dan fluktuasi intensitas serangan Fusarium oxysporum f.sp. cubense (FOC) terhadap tanaman pisang Cavendish klon GCTCV 119. Simp. Nas. I tentang Fusarium. Purwokerto.

Pierick, R. L. M. 1997. In Vitro Culture of Higher Plants. Kluwer Academic Publishers, Dordrecht, The Netherlands.

Poonsapaya et al., (1989) dalam Lestari. 2011. Peranan Zat Pengatur Tumbuh dalam Perbanyakan Tanaman melalui Kultur Jaringan. Jurnal Agroniogen: Bogor.

Purwadaria, H.K., (2006) ‘Issues and solutions of fresh fruits export in Indonesia’, Department of Agricultural Engineering, Bogor Agricultural University, Indonesia

Rainiyanti et al., 2005. Perkembangan Pisang Raja Nangka (Musa sp.)secara Kultur Jaringan Dari Eksplan Anakan dan Meristem Bunga; Jurnal Bioteknologi ISSN 1410-1939.

Van, Steenis C.G.G.J.. 2005. Flora. Jakarta: PT Pradnya Paramita.

Satuhu dan Supriyadi dalam Wardhana, R.A., Nugroho, H., & Loekito, S. 2004. Uji ketahanan beberapa tanaman pisang klon Cavendish dan fluktuasi intensitas serangan Fusarium oxysporum f.sp. cubense (FOC) terhadap tanaman pisang Cavendish klon GCTCV 119. Simp. Nas. I tentang Fusarium. Purwokerto.

Sihombing, Endang. 2008. Kultur Biji Terung Belanda (Solanum betaceum Cav.) yang Diinduksi Sinar UV pada Media MS. Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negri Medan. Skripsi.

Suswati. 2011. Respon Fisiologis Tanaman Pisang Dengan Introduksi Fungi Mikoriza Arbiskular Indigenus Terhadap Penyakit Darah Bakteri. Padang: Universitas Andalas

Suswati dkk. 2013. Peningkatan Ketahanan Tanaman Pisang Barangan Terhadap Blood Disease Bacterium (Bdb) Dengan Aplikasi Fungi Mikoriza Arbuskular Indigenus; Jurnal HPT Tropika.

Tricoli D. M; C.A Maynard and A. P. Andrew. 1985 dalam Yelnitis. 2014. Perbanyakan Tunas Gyrinops verstegii (Gilg.) Domke. Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan Vol. 8 No. 2, september 2014 108-120

Wardhana, R.A., Nugroho, H., & Loekito, S. 2004. Uji ketahanan beberapa tanaman pisang klon Cavendish dan fluktuasi intensitas serangan Fusarium oxysporum f.sp. cubense (FOC) terhadap tanaman pisang Cavendish klon GCTCV 119. Simp. Nas. I tentang Fusarium. Purwokerto.

Wattimena, G. A., L. W. Gunawan, N. A. Mattijik, E. Sjamsudin, N. M. A. Wiendi dan Ernawati. 1992. Bioteknologi Tanaman. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Widiyana, tatik. 2013. Media Kultur Jaringan. Tatikwidiyana-blogspot.com- /2013/04/media-kultur-jaringan.html Diakses pada tanggal 09 Desember 2015 Pukul 13. 12 WIB

Wijayanti, N. 1995. Pengaruh Kombinasi BAP dan 2-Ip terhadap Multipikasi Tunas Pisang Ambon [Musa acuminata (AAA Grup)] melalui Kultur In vitro. Skripsi Sarjana. Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Yelnitis. 2014. Perbanyakan Tunas Gyrinops verstegii (Gilg.) Domke. Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan Vol. 8 No. 2, september 2014 108-120

Zulkarnain. 2009. Kultur Jaringan Tanaman. Jambi: Bumi Aksara.

Zuyansa. 1998. dalam Marlin, dkk. 2012. Inisiasi Kalus embriogenik pada kultur jantung pisang curup dengan pemberian sukrosa, BAP dan 2,4-D. Jurnal Agrivigor 11(2) ISSN 1412-2286




DOI: https://doi.org/10.31289/biolink.v3i1.808

Article Metrics

Abstract view : 1113 times
PDF - 75 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Fakultas Saintek, Program Studi Biologi, Universitas Medan Area

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License