Perbedaan Kecerdasan Emosi Guru Ditinjau Dari Jenis Kelamin

Hasanuddin Hasanuddin

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara empirik perbedaan kecerdasan emosi guru ditinjau dari jenis kelamin. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling, sampel penelitian sebanyak 50 orang. Intrusmen penelitian yang dipakai sebagai alata ukur penelitian berbentuk skala psikologi yang dikembangkan oleh peneliti dengan cara mempedomani aspek-aspek dan indikator variabel penelitian. Instrumen pengukuran dalam penelitian yaitu skala kecerdasan emosi yang dikembangkan oleh Goleman dalam Noriah, dkk (2004) dengan indeks reliabilitas Cronbach’s Alpha sebesar 0.914. Teknik analisis data yang digunakan analisis anova 1 jalur. Berdasarkan analisis data penelitian didapatkan nilai F beda = 857.764 dengan sig = 0.000 <0.05, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara kecerdasan emosi guru pria dengan kecerdasan emosi guru perempuan. Dengan kesimpulan kecerdasan emosi guru pria lebih tinggi daripada kecerdasan emosi guru perempuan.

 


Keywords


Kata Kunci: Guru; Jenis Kelamin, Kecerdasan Emosi

Full Text:

PDF

References


Abraham, R. (1999). The Impact of Emotional Dissonance on Organizational Commitment and Intention to Turnover. The Journal of Psychology 133 (4): 441-445. Teachers in Malaysia. Disertasi Ph.D. Louisiana State Universiti.

Ari Ginanjar Agustian. (2001). Emotional Spiritual Quotient. Jakarta: Penerbit Arga.

Baron, R. (1998). The Emotional Quotient Inventory (EQ-i): Technical Manual. Toronto: Multi Health Systems.

Baron, R. & Parker (2000). The handbook of emotional intelligence: Theory, development, assessment, and application at home, school, and in the workplace. San Francisco: Jossey-Bass.

Butcher, D. & Harvey, P. (1998). Meta-ability development: A New concept for career management. Career Development International 3 (2):75-78.

Cherniss, C. (1998). Social and Emotional Learning for Leaders. Educational Leadership. 55(7)26-28.

Dessler. G. (1985). Human Behaviour improving performance at work. Virginia: Rostom Publishing Company Inc.

Erawati Toelis. (2005). Pengaruh iklim kerjasama, motivasi kerja dan gaya kepemimpinan pengetua terhadap kepuasan kerja guru. Tesis Dr. Fal. Universiti Kebangsaan Malaysia, Bangi.

Goleman, D. (1995). Emotional Intelligence New York: Bantam Books.

Goleman, D. (1999). Emotional Competence. Executive Excellence 16 (4): 19.

Goleman, D. (2000). Emotional Intelligence: Issues in Paradigm Building. Dlm. Cherniss, C. & Goleman, D. The Emotionally Intelligent Workplace, Hlm. 27-44. San Francisco: Jossey-Bass.

Indra Djati Sidi. (1999). Pidato arahan pada seminar sehari pengembangan model mengajar sekolah di pusat pengembangan penataran guru keguruan. Jakarta 18 Februari.

Locke, E. A & Latham, G. P. 1990. Work motivation and satisfaction: light at the end of the tunnel. Psychological Science 1(4):240-246.

Blackburn, R.T., & J.H. Lawrence. (1995). Faculty at Work: Motivation, Expectation, Satisfaction. Baltimore: The John Hopkins

Mayer, JD., Caruso, D.R. (2000). Emotional Intelligence as zeitgeist, as personality, and as a mental ability. Dlm Bar-On, R. & Parker, J.D.A. (pnyt). The handbook of emotional intelligence: theory, development, assessment, and application at home, school, and in the workplace, hlm. 92 – 117. San Francisco: Jossey – Bass.

Medley, D. M. (1982). Teacher effectiveness, Dlm buku Encyclopedia of Educational research, oleh H. Mitzel, N.Y.;Free Press, 1894-1903.

Mohd. Azhar HJ. Yahya. (2004). Kecerdasan emosi ke atas komitmen kerjaya, komitmen organisasi, kepuasan kerja dan tingkah laku warga organisasi. Tesis Dr. Fal. Universiti Kebangsaan Malaysia, Bangi.

Mottaz, C.J. (1988). Determinants of organizational commitment. Human relations 41(6):467-482.

Noriah Mohd. Ishak, Siti Rohayah dan Syed Najamuddin Syed Hassan. (2004). Hubungan antara faktor kecerdasan emosi, nilai kerja dan prestasi kerja di kalangan guru maktab rendah sains MARA. Journal teknologi. 39(E): 75-82.

Reyes, P. (1992). Organizational commitment of teachers. Dlm Reyes, P. (pnyt). Teachers and their workplace, hlm 87 -99. Newbury Park, CA: Sage.

Shin, H. & Reyes, P. (1991). Teacher commitment and job satisfaction: Which comes first? Chicago: American Educational Research Association. ERIC Document Reproduction Service No. ED 338-596.

Susanto, A.B. (1998). Tinjauan Pendidikan Tinggi dalam memasuki melenium ketiga: Renungan beberapa aspek pembaharuan dunia pendidikan. Universiti Atma Jaya Yogyakarta Indonesia memasuki melenium ketiga. Yogyakarta. Andi Offset. pp. 77-88.

Syafrimen Syafril. (2004). Profil kecerdasan emosi guru-guru sekolah menengah zon tengah Semenanjung Malaysia (Perak, selanggor, Negeri Sembilan, Malaka dan Johor). Kertas Projek Sarjana. Fakulti Pendidikan Universiti Kebangsaan Malaysia.

Tan Chwee Hoon. (2001). Kesan Emotional Intelligence ke atas kepuasan kerja dan komitmen kepada organisasi: Satu kajian kesan di kilang elektronik, Malaka. I. Universiti Kebangsaan Malaysia, Bangi.




DOI: http://dx.doi.org/10.31289/diversita.v4i1.1562

Refbacks

  • There are currently no refbacks.