Hubungan Dukungan Sosial dengan Subjective Well-Being pada Remaja yang Memiliki Orangtua Tunggal

Mustika tarigan

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan sosial dengan subjective well-being pada remaja yang memiliki orangtua tunggal. Sebagai subjek dalam penelitian ini adalah remaja yang memiliki orangtua tunggal di kampus I Universitas Medan Area. Hipotesis yang diajukan adalah adanya hubungan positif antara dukungan sosial dengan subjective well-being, dengan asumsi semakin tinggi dukungan sosial yang diperoleh, maka semakin tinggi subjective well-being pada remaja. Sebaliknya, semakin rendah dukungan sosial yang diperoleh, maka semakin rendah subjective well-being pada remaja. Jumlah sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 108 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala dukungan sosial yang disusun berdasarkan skala likert dan subjective well-being yang disusun berdasarkan skala semantic differential. Dalam upaya untuk membuktikan hipotesis diatas, digunakan metode analisis data korelasi product moment, dimana yang menjadi variabel X adalah dukungan sosial dan yang menjadi variabel Y adalah subjective well-being. Berdasarkan analisis data yang menggunakan analisis product moment, diketahui bahwa terdapat hubungan positif antara dukungan sosial dengan subjective well-being pada remaja yang memiliki orangtua tunggal di kampus I Universitas Medan Area. Hal ini ditunjukkan dengan koefisien Rxy = 0,577 dimana  p= 0.000, berarti < 0,010. Artinya terdapat hubungan yang positif antara dukungan sosial dengan subjective well-being pada remaja yang memiliki orangtua tunggal di Kampus I Universitas Medan Area dengan sumbangan dukungan sosial sebesar 0,333 atau 33 %. Dengan demikian, hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini dinyatakan diterima.

 


Keywords


Dukungan Sosial; Kesejahteraan Subjektif; Orangtua Tunggal

Full Text:

PDF

References


Arbiyah, N. & dkk. (2008). Hubungan bersyukur dan subjective well-being pada penduduk miskin. Jurnal. 14 (01),

Arikunto, S. (1998). Metode Penelitian. Suatu Pengantar Dalam Berbagai Bagiannya. Jakarta: Bina Aksara.

Astuti, P. (2009). Dampak kematian ibu terhadap psikologis remaja putri. http://psychology.uii.ac.id/images/stories/jadwal_kuliah/naskah-publikasi-04320381.pdf. Diakses tanggal 23 November 2013

Azwar, S. (1997). Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Sigma Alpha.

Diener, E & Tay, L. (2011). Needs and Subjective well-being around the world. Journal of Personality and Social Psychology. 101(2), 354-365. American Psychological Association.

Fajarwati, D. (2014). Hubungan Dukungan Sosial dan Subjective Well-Being Pada Remaja SMP N 7 Yogyakarta. Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Universitas Islam Negri Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Hadi, S. (2004). Metodologi Research Jilid I, II, III. Untuk Penulisan Laporan., Skripsi, Thesis dan Disertasi. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Hassan, A., Yusooff., F., & Alavi, K. (2012). The Relationship between parental skill and family functioning to the psychological well-being of parents and children International Conference on Humanity, History and Society (34). Singapore. http://maniezsweety.wordpress.com/2009/10/08/kesejahteraan-subjektif/ http://lib.unnes.ac.id/11818/

Hurlock, E. B. (1998). Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga.

Lestari, S. (2013). Psikologi keluarga. Jakarta: Kencana.

Listiyanto, B. D. (2009). Agresivitas remaja yang memiliki orang tua tunggal (single parent) wanita. http://www.gunadarma.ac.id/library/articles/graduate/psychology/2009/Artikel_10504032.pdf. Diakses tanggal 23 November 2013.

Nayana, F.N. (2013). Kefungsian Keluarga dan Subjective Well-Being pada remaja. Vol. 01, No.02, Agustus 2013. (Jurnal Tidak diterbitkan).

Noviani, S. (2009). Konsep Kematian dan Reaksi Kedukaan pada Remaja yang Kehilangan orang tua akibat gempa di Yogyakarta pada tahun 2006. Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.

Nursalam. (2008). Konsep dan Penerepan Metedologi Penelitian Keperawatan. Jakarta.

O’Connor, E. (2005). Student well-being: a dimension of subjective well-being. Thesis. Australia.

Pandiangan, A. P. (2011). Pengaruh Dukungan Sosial terhadap Depresi pada Remaja Awal Korban Bullying. Skripsi (tidak diterbitkan) Universitas Sumatera Utara.

Rostiana, M, N. (2004). Hubungan antara Komitmen beragama dan Subjective Well-Being pada Remaja Akhir di Universitas Tarumanegara. Jurnal. 2 (1).

Santrock, J. W. (2011). Life-Spam Development. Perkembangan Masa-Hidup Edisi Ketiga Belas. Jakarta: Erlangga.

___________________. (2003). Perkembangan Remaja. Edisi Keenam. Jakarta: Erlangga.

Sarwono, S. W. (2011). Psikologi Remaja. Edisi Revisi. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Sugiyono. (2007). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung: Penerbit Alfabeta.

Synder, S. R. & Lopez, S. J. (2002). Handbook of Positive Psychology. New York: Oxford University Press.




DOI: http://dx.doi.org/10.31289/diversita.v4i1.1565

Refbacks

  • There are currently no refbacks.