Efektivitas Cognitive Behavior Therapy terhadap Kontrol Diri Remaja dengan Perilaku Kenakalan Status Offense di Madrasah Tsanawiyah Negeri X Magetan


Sofy Ariany Hasan(1*), Duta Nurdibyanandaru(2),


(1) Universitas Airlangga
(2) Universitas Airlangga
(*) Corresponding Author

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah cognitive behavior therapy (CBT) efektif terhadap kontrol diri remaja dengan perilaku status offense  di MTsN X Magetan. Pemberian CBT bertujuan untuk meningkatkan kontrol diri remaja, sehingga remaja tersebut dapat mengurangi perilaku kenakalan remaja, khususnya status offense. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan tipe penelitian eksperimen. Penelitian eksperimen ini dilakukan selama 6 sesi, dan masing-masing sesi dilaksanakan selama 1 jam. Subjek pada penelitian ini berjumlah 24 remaja dengan perilaku kenakalan status offense yang merupakan siswa MTsN X Magetan. Penelitian ini menggunakan skala psikologi untuk mengukur efektivitas dari CBT. Skala yang digunakan adalah Self Control Scale (SCS) yang dikembangkan oleh Tangney, dkk (2004), berjumlah 24 aitem setelah diujicobakan peneliti dengan reliabilitas sebesar 0,864. Analisis data dilakukan menggunakan teknik t-independent (two sample t-test dengan menggunakan bantuan SPSS 22 for windows. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini menunjukkan bahwa  CBT efektif dalam meningkatkan kontrol diri remaja dengan perilaku kenakalan status offense di MTsN X Magetan. Nilai signifikansi pada gain score kontrol diri sebesar 0.001 (sig. < 0.05) sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara gain score kontrol diri pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol setelah adanya pemberian perlakuan CBT.

Keywords


Cognitive Behavior Therapy; Kenakalan Status Offense; Kontrol Diri; Remaja.

Full Text:

PDF

References


Baumeister, R.F, Kathleen, D.V., & Tice, D.M. (2007). The strength model of self-control. Current Directions in Psychological Science. Vol 16, hal. 351-355. Diunduh tanggal 13 Agustus 2019 dari https://www.researchgate.net/ publication/228079571_The_Strength_Model_of_Self-Control.

Beck, JS & Beck, A.T. (2011). Cognitive behaviour therapy : Basic and beyond. Second Edition. New York: Guilforrd Press.

Caskey, M & Anfara V.A. (2007). Research Summary: Young adolescents developmental characteristics. Diakses tanggal 28 Agustus dari http://www.nmsa.org/ Research/ResearchSummaries/DevelopmentalCharacteristics/tabid/1414/Default.aspx.

Fajarani, S., Rosra, M. & Mayasari, S. (2017). Peningkatan self control melalui konseling kelompok teknik modelling pada siswa kelas VIII. Diunduh tanggal 13 Agustus 2019 dari http://jurnal.fkip.unila.ac.id/index.php/ALIB/article/download/13820/9997.

Gunarsa, S.D. & Gunarsa, Y.S. (2010) Psikologi perkembangan anak dan remaja. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Hurlock. (1980). Developmental psychology: A life-span approach. New York: McGraw-Hill, Inc.

Kartono, K. (2010). Patologi sosial II: Kenakalan remaja. Jakarta: Rajawali Pers.

Meldrum, R.J, Trucco, E.M. Cope, L.M, Zucker, & R.A. Heitzeg, M.M. (2018). Brain activity, low self-control, and delinquency: An fMRI Study of at risk adolescents. Journal of Criminal Justice. No. 56, hal. 107-117. Diunduh tanggal 15 Agustus 2019 dari https://www.researchgate.net/publication/318406040_Brain_Activity_Low_Self-Control_and_Delinquency_An_fMRI_Study_of_At-Risk_Adolescents.

Monks, F.J., Knoers,A., & Haditono, S.R. (2004). Psikologi Perkembangan: pengantar dalam berbagai bagiannya. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Office of Juvenille Justice and Deliquency Prevention. (2015). Status Offenders. Washington, D.C.: U.S. Departement of Justice, Office of Justice Program.

Papalia, D.E., Feldman, R.D. & Martorell, G. (2012). Experience Human Development 12th ed. New York: McGraw-Hill Companies.

Papalia, D.E., Olds, S.W., Feldman, R.D. & Anwar, A.K. (2008). Human development: Perkembangan manusia. Jakarta: Salemba Humanika.

Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia. (2015). Perubahan Atas Peraturan Menteri Agama Nomor 90 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Madrasah. Diunduh tanggal 17 September 2019 dari http://simpuh.kemenag.go.id/regulasi/pma_60_15.pdf.

Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia, (2013). Penyelenggaraan Pendidikan Madrasah. Diunduh tanggal 17 September 2019 dari http://simbi.kemenag.go.id/pustaka/images/materibuku/PMA-No-28-Tahun-2013.pdf.

Perdana, Y.A., Kumara, A., & Setuyawati, D. (2018). Pelatihan self-control for pupils (stop) untuk meningkatkan kontrol diri siswa SMP. Gadjah Mada Journal of Professional Psychology (GAMAJPP). Vol. 4, No. 2, hal. 175-184. Diunduh tanggal 22 Agustus 2019 dari https://www.researchgate.net/publication/333459216_Pelatihan_Self-Control_For_Pupils_Stop_untuk_Meningkatkan_Kontrol_diri_Siswa_SMP.

Santrock, J.W. (2002). Life-span development: Perkembangan masa hidup manusia, edisi 5. Jilid I. Jakrta: Erlangga.

Santrock, J.W. (2007). Adolescence: Perkembangan remaja. Jakarta: Erlangga.

Schnitker, S.A, Felke, T.J., Fernandez, N.A., Redmond, N. & Blews, A.E. (2016). Efficaccy of self-control and patience interventions in adolescents. Applied Developmental Science. Vol 21, No. 3, hal. 165-183. Diunduh tanggal 24 Agustus 2019 dari https://sci-hub.tw/https://doi.org/10.1080/10888691.2016.1178578.

Squires, G. (2001). Using cognitive behavioural psychology with groups of pupils to improve self-control of behaviour. Educational Psychology in Practice: theory, research, and practice in educational psychology. Vol.17 No.4, hal. 317-335. Diunduh tanggal 22 Agustus 2019 dari https://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1080/02667360120096679

Tangney, JP, Baumester RF, & Boone, AL. (2004). High sef control predicts good adjustmen, less pathology, better grades, and interpersonal success. Journal of Personalized. Vol. 72, No. 2, hal. 271-324. Diunduh tanggal 22 Agustus 2019 dari https://www.researchgate.net/publication/5390934_High_Self-Control_Predicts_Good_Adjustment_Less_Pathology_Better_Grades_and_Interpersonal_Success

Tome, G. Margarida G. M, Simoes, C., Camadho, I., & AlvesDiniz, J. (2012). How can peer group influence the behaviour of adolescents: Explanatory model. Global journa lof health science. Vol. 4 No. 2, hal 26-35. Diunduh tanggal 15 Agustus 2019 dari https://www.researchgate.net/publication/233382063_How_Can_Peer_Group_Influence_the_Behavior_of_Adolescents_Explanatory_Model/link/5a38feb80f7e9b7c48708fba/download

Vohs, K.D.,Baumeister, R.F., & Schmeichel, B.J. (2012). Motivation, personal beliefs, and limited resources all contribute to self-control. Journal of experimental social psychology. Vol.48 No.4, hal. 943-947. Diunduh tanggal 24 Agustus 2019 dari https://sci-hub.tw/10.1016/j.jesp.2012.03.002.




DOI: https://doi.org/10.31289/diversita.v6i1.3389

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.