Pengembangan Stasiun Kereta Api di Kisaran Dengan Tema Arsitektur Metafora

bobbi irianto manalu(1*), Suprayitno Suprayitno(2), Ida Deliyanti Agustina(3),


(1) UMA
(2) Universitas Medan Area
(3) Universitas Medan Area
(*) Corresponding Author

Abstract


Perancanaan Stasiun Kereta Api merupakan sarana pelayanan angkutan umum untuk memudahkan masyarakat khususnya kota Kisaran dalam melakukan perpindahan antar kota dengan transportasi dan mengakses sumber daya kota, Sehingga dapat menumbuhkan minat masyarakat untuk menggunakan sarana transportasi umum serta mengurangi kemacetan. Lokasi perencanaan berada di Jl. HOS Cokroaminoto, Kecamatan Kisaran Barat, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara. Lokasi berada di kawasan ramai penduduk yang menjadi jalur transportasi kendaraan umum. Pendekatan arsitektur metafora dapat di aplikasikan pada bentuk atap yang menyerupai gelombang air.


Full Text:

PDF

References


Adhitya Hatmawan, (2004). Perkembangan Transportasi Kereta Api di Batavia 1870-1925, Skripsi Universitas Indonesia Depok.

Adhitia Panduwinata, (2005). Prinsip-prinsip Estetika pada Fasade Bangunan, Skripsi Universitas Indonesia , Depok.

Bruttomesso,R (1991) Waterfront , Venezia

Ching, Francis D.K. (2000), Arsitektur: Bentuk, Ruang dan Tatanan, Jakarta: Erlangga 2.

Committee On Urban Waterfront Lands “Urban Waterfront Lands” (1980), National Academy Of Science

De Chiara, Joseph and callender, Jhon Hancock. Time saver standard for Building types. New York: McGraw Hill Company 3.

Handinoto. 1996. Perkembangan Kota dan Arsitektur Kolonial Belanda di Surabaya 1870-1940. Diterbitkan atas Kerja Sama Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Petra Surabaya, Surabaya.

Kementrian Perhubungan Ditjen Perkeretaapian, (2011). Rencana Induk Perkeretaapian Nasional, Jakarta Pusat.

Krier, R. 2001. Architectural Compotition. London: Academy Edition.

M Ade Nugraha, (Desember 1999). Art Deco Pada Arsitektur, Skripsi Universitas Indonesia, Depok.

Neufert and Ernst. (1996), Data Arsitek jilid I Edisi 33, Terjemahan Sunarto Tjahjadi. Jakarta : Erlangga.

Neufert and Ernst. (1996), Data Arsitek jilid II Edisi 33, Terjemahan Sunarto Tjahjadi. Jakarta : Erlangga.

Pedoman Pemanfaatan Ruang Tepi Pantai di Kawasan Perkotaan,Departemen Pekerjaan Umum, Drektorat Jenderal Penataan Ruang “Kawasan Reklamasi Pantai”,

Seminar (1997), Universitas Tarumanegara Jakarta,Universitas Kristen Petra, Surabaya,Illinois InstituteOf Technology, Chicago

Soesanti, Siska, Alexander S, dkk, “Pola Penataan Zona, Massa dan Ruang Terbuka ada Perumahan Waterfront”Jurusan Arsitektur Universitas Parahyangan

The Port of San Francisco and the San Francisco Planning Department, “Waterfront Design & Access An Element Of The Waterfront Land UsePlan” 1997.

Tahir, M. (2005), Pemanfaatan Ruang Kawasan Tepi Pantai Untuk Rekreasi Dalam Mendukung Kota Tanjungpinang Sebagai Waterfront City”, tesis master, Universitas Diponegoro Semarang




DOI: http://dx.doi.org/10.31289/jaur.v2i2.2292

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


JAUR : JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH
Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Medan Area
Universitas Medan Area, Jalan Kolam No. 1, Pasar V, Medan Estate, Sumatera Utara http://ojs.uma.ac.id/index.php/jaur dan Email: jaur@uma.ac.id
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License