ANALISIS UMUR MINYAK TERHADAP TEMPERATUR TRANSFORMATOR 150KV AKIBAT PENURUNAN TEGANGAN TEMBUS PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GAS (PLTG) 2.1 PT PLN (PERSERO) UNIT PELAKSANA PEMBANGKITAN BELAWAN

Indra Roza(1*), Agus Almi Nasution(2), Heri Setiawan(3),


(1) Universitas Harapan Medan
(2) Universitas Harapan Medan
(3) Universitas Harapan Medan
(*) Corresponding Author

Abstract


Pemakaian pada kondisi pembebanan yang  sangat  besar  secara  terus  menerus, maka  pada transformator akan menimbulkan panas pada daerah/bagian internal dari transformator atau bisa disebut sebagai temperatur hot-spot yang bila dibiarkan akan  menyebabkan  degradasi  pada  isolasi transformator. Dengan temperatur yang besar dapat menyebabkan transformator menjadi panas dan bisa mengurangi  keandalan  kerja  dari  transformator. Semakin tinggi temperatur minyak transformator maka kemampuan dielektrik minyak akan semakin menurun.Bahan dielektrik pada peralatan tegangan dibutuhkan untuk memisahkan penghantar listrik yang bertegangan sehingga antar penghantar yang bertegangan tersebut  tidak  terjadi hubung  singkat  yang  dapat  menyebabkan  lompatan  api atau  percikan.  Salah  satu  peralatan tegangan tinggi   yang digunakan dalam sistem tenaga listrik  transformator tenaga dengan bahan dielektrik yaitu minyak trafo yang berfungsi untuk memisahkan  penghantar yang bertegangan dan  pendingin . Minyak trafo termasuk jenis bahan dielektrik cair berupa minyak. mempunyai kerapatan 1000 kali lebih besar daripada dielektrik gas sehingga kekuatan dielektriknya / kemampuan tegangan tembusnya lebih tinggi dari pada dielektrik gas. Hasil pengujian  tegangan tembus pada temperatur kritis (90°C) minyak baru main Transformator GT 2.1 sebesar 62.19 kV, Minyak 1 tahun sebesar  61.55 kV, Minyak 2 tahun sebesar 59.23 kV, dan Minyak 5 tahun sebesar 58.23 kV.  Histori logsheet dari main tansformator GT 2.1 temperatur minyak transformator berada diantara 80°C s/d 90°C, berarti minyak baru main ransformator GT 2.1 dan minyak 1tahun masih layak digunakan. Sedangkan minyak 2 tahun dan 5 tahun memiliki tegangan tembus juga masih dapat dikatakan layak pakai tetapi masuk kedalam kategori minyak second  layak pakai. Hasil yang didapatkan dari penelitian ke 4 variabel minyak tersebut masih dikatakan layak pakai berdasarkan kategorinya menurut IEC 60296-2003 dan IEC 60422-2005.


Keywords


Umur minyak,Temperatur,Transformator, Tegangan Tembus

Full Text:

PDF

References


Arismunandar, A. Teknik Tegangan Tinggi,

Pradnya Paramita, Jakarta, 2011

Chapman, Stephen J. Electric Machinery and Power

System Fundamentals. Mc Graw Hill. New York, 2012.

Garniwa, Iwa dan Rudy Setiabudy. Pengujian Minyak

Transformator. Laporan Penelitian.2012

Heathcote, Martin J. CEng, FIEE. The J&P

Transformer Book. Johnson & Phillips

Ltd. Massachussets, 2012.

Malik, N.H., Al-Arainy, A.A, and Qureshi,

M.I., Electrical Insulation in Power Systems, Marcel Dekker, Inc., New York, 2014

Mohammad R. Meshkatoddini. Aging Study

and Lifetime Estimation of Transformer Mineral Oil. American J. of Engineering and

Applied Sciences 1 (4): 384-388, 2012.

Materi PLN Pendidikan dan Pelatihan Pemeliharaan

transformator Dasar Udiklat Suaralaya, 2017

Panduan Pemeliharaan Transformator Tenaga oleh

PLN P3B, Medan, 2013

Setiabudy, Rudy. Material Teknik Listrik. UI Press.

Depok, 2016.

Tajudin. Analisis Kegagalan Minyak Transformator.

elektro Indonesia, Edisi 12 Maret 2011.

Indra Roza, Pengaruh Kepadatan Polutan terhadap

Tegangan Tembus Isolasi Minyak

transformator, Juridikti jilid 5 April 2011




DOI: http://dx.doi.org/10.31289/jesce.v3i1.2788

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.