Sistem Pakar Penggunaan Jenis Ulos pada Acara Adat Batak dengan Metode Forward Chaining Berbasis Web

yolanda yulianti pratiwi rumapea(1*), Margaretha Yohanna(2),


(1) Universitas Methodist Indonesia
(2) Universitas Methodist Indonesia
(*) Corresponding Author

Abstract


Masyarakat batak adalah masyarakat adat. Dalam acara adat Batak tidak lepas dari yang namanya Ulos. Ulos adalah sebuah hasil karya yang telah memiliki makna yang tinggi serta mengandung makna ekonomi dan juga makna sosial. Banyak masyarakat Batak yang tinggal di kota kurang paham dalam acara adat Batak terutama pemilihan jenis ulos sehingga masyarakat memerlukan waktu yang lama dan hasil yang kurang efektik untuk mencari jenis ulos yang cocok digunakan pada kegiatan adat. Sistem pakar sangat berguna untuk memecahkan masalah yang rumit dan mengambil sebuah keputusan.  Forward Chaining merupakan salah satu metode yang sering digunakan dalam sistem pakar, karena metode ini akan memulai pelacakannya dengan fakta-fakta yang ada dalam basis data. Melalui sistem pakar dengan metode forward chaining dapat memudahkan dalam mendeteksi jenis ulos yang cocok digunakan pada kegiatan adat tersebut, dan tentunya juga memerlukan proses identifikasi yang akurat untuk memberikan hasil keputusan yang tepat. Proses konsultasi berhasil dengan menampilkan jenis ulos yang digunakan dan juga solusi dan keterangan penggunaan ulos tersebut.

Keywords


Batak Ulos; Expert system; Forward chaining method.

Full Text:

PDF

References


A. Zulfian. “Aplikasi Jaringan Saraf Tiruan untuk Pengenalan Pola Pembukaan Permainan Catur,” Jurnal Saintikom, Vol 10, No 1, Januari 2011.

D. Muhammad. “Pengembangan Sistem Pakar dalam Membangun Suatu Aplikasi,” Jurnal Saintikom, Vol 10, No 3, pp 119-205, September 2011.

Daniel & Virginia, G.“Implementasi Sistem Pakar untuk Mendiagnosis Penyakit dengan Gejala Demam Menggunakan Metode Certainty Factor,” Jurnal Informatika, Vol 6, Nomor 1, pp 25-36,April 2010.

L. Hersatoto. “Merancang dan Membuat Sistem Pakar,” Jurnal Teknologi Informasi DINAMIK, Vol 8, No2, pp 115-124, Juli 2008.

M. Siti. “Diagnosa Penyakit Tanaman Hias Menggunakan Metode Certainty Factor Berbasis Web,” Jurnal Teknika, Vol 6, No 2, pp 585-591, September 2014.

N. Sri. “Peranan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dalam Pengembangan BudayaDaerah di Kabupaten Malinau,” E-Journal Pemerintah Integrative, Vol 3, No 4, pp 570-582, 2015.

D.P. Fransiska.“Makna Simbolik Upacara Mangongkal Holi Bagi Masyarakat Batak Toba Tobadi Desa Simanindo Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir Provinsi Sumatera Utara,” Jurnal Online Mahasiswa Fisip, Vol 2, No 2, pp 1-15, Oktober 2015.

C. Agustina. “Makna dan Fungsi Ulos Dalam Adat Masyarakat Batak Toba Toba di Desa Talang Mandi Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis,” Jurnal Online Mahasiswa Fisip, Vol 3, No 1, pp 1-15, Februari 2016.

M.S. Destien& H. Dasrun. “Pola Komunikasi pada Prosesi Mangulosi dalam Pernikahan Budaya Adat Batak Toba Toba,” Jurnal Ilmu Komunikasi (J-IKA), Vol 2, No 1, pp 23-31, April 2015.

T. Sutojo, Edy Mulyanto& Vincen Suhartono.Kecerdasan Buatan. Jakarta, Indonesia: Penerbit Andi Offset, 2010.

Wijaya, Edi. “Analisis Penggunaan Algoritma Breadth First Search dalam Konsep Artificial Intellegencia,” Jurnal TIME, Vol 2, No 2, pp 18-26, 2013.




DOI: http://dx.doi.org/10.31289/jite.v2i2.2171

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.