Analisa Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Proses Pengasapan Pada Mesin Pengasapan Ikan Lele

Darianto Darianto(1*),


(1) Mechanical Engineering Dept., Engineering Faculty, University of Medan Area
(*) Corresponding Author

Abstract


Indonesia kaya akan sumber hayati, salah satunya adalah gudang sumber penghasil protein hewani khususnya ikan. Pengasapan adalah salah satunya cara pengawetan ikan yang dapat dilakukan dengan peralatan yang sederhana dan mudah didapat serta harganya murah. Tujuan penelitian ini ialah analisa nilai kalor yang dibutuhkan, produktivitas asap, aliran pada lemari pengasapan, dan kadar air pada ikan. Berat ikan yang diasapi dalam penelitian ini adalah 500 kg. Bahan bakar yang digunakan untuk pengasapan ikan adalah kayu jati, dimana kayu ini dipilih sebagai bahan bakar karena sifatnya yang keras, sehingga dapat menghasilkan asap yang tebal dan mengeluarkan aroma yang cukup baik untuk ikan asap. Berdasarkan hasil analisa, besar kalor yang dibutuhkan dalam satu siklus proses pengasapan ikan ialah 375.000 kkal. Bahan bakar yang digunakan sebelum finishing pengasapan yaitu sebanyak 120 kg dan untuk finishing pengasapan menggunakan bahan bakar sebanyak 30 kg. Bilangan Re dari proses pengasapan ialah 12450 atau lebih besar dari 4000. Oleh karena itu, jenis aliran yang mengalir pada dapur pengasapan ialah jenis turbulen. Kadar air yang masih tersisa dalam produk ialah 13,4 %. Hal ini masih dibawah batas ambang yang dipersayaratkan oleh SNI, yaitu maksimal 60%.

Keywords


Kayu keras; waktu pengasapan deal; kadar air

Full Text:

PDF

References


Adayah, R. 2007 .Pengolahan dan pengawetan ikan..Bumi Aksara Jakarta.

Badan Standarisasi Nasional, 2006.SNI 01-4872.1-2006. Es untuk penanganan penanganan ikan I:Spesifikasi. Jakarta.

Badan Standarisasi Nasional. 2000. SNI 01-4435-2000. Garam bahan baku untuk industry garam beryodium. Jakarta.

Budiman, M.S. 2004. Teknik penggaraman dan pengeringan.Departemen Pendidikan Nasional. Direktorat Pemasaran Dalam Negeri. 2012. Warta Pasar Ikan dan Kemandirian Pangan. Dirjen PPHP Effendi, M.I. 1979. Biologi Perikanan. Yayasan Pustaka Tama. Yogyakarta. Ishikawa K. 1998. Teknik Penuntun Pengendalian Mutu ( Terjemahan ). Di dalam Muhandri T dan D.

Haruwati, E.S. 2002.Pengolahan Ikan Secara Tradisional Prospek dan Peluang Pengembangan.Jurnal Litbang Pertanian 21 (3).

Hermana, 1991. Iradiasi Pangan Cara Mengawetkan dan Meningkatkan Keamanan Pangan

Hanafi Madura. Makalah Ikan AsapSosis Fermentasi dan Agroindustri Ikan lele-Nisa, dkk

IR.M.J.Djokosetyardjo : KETEL UAP

IR.Syamsir A. Muin : Pesawat-pesawat konversi energy 1 (KETEL UAP)

Kasarisma.Siatem jaminan Mutu Industri Pangan. Bogor. IPB Press. Moeljianto R. 1992.




DOI: http://dx.doi.org/10.31289/jmemme.v2i2.2154

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


JMEMME: JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING, MANUFACTURES, MATERIALS AND ENERGY
Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Tenik, Universitas Medan Area
Universitas Medan Area, Jalan Kolam No. 1, Pasar V, Medan Estate, Sumatera Utara http://ojs.uma.ac.id/index.php/jmemme dan Email: jmemme@uma.ac.id
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License