PELAKSANAAN PUTUSAN ARBITRASE INTERNASIONAL DI INDONESIA

Bakti Sukwanto(1*), Taufik Siregar(2),


(1) 
(2) 
(*) Corresponding Author

Abstract


Penyelesaian sengketa bisnis dengan cara konvensional melalui pengadilan litigasi sudah mulai ditinggalkan. Pengadilan dianggap sudah tidak efektif dan efisien lagi serta tidak  profesional serta menempatkan para pihak yang bersengketa pada sisi yang bertolak belakang, satu pihak sebagai pemenang dan satu pihak lagi sebagai pihak yang kalah. Alternatif penyelesaian sengketa bisnis yang saat ini diminati adalah Arbitrase, dimana proses ini para  pihak saling mengemukakan masalahnya kepada pihak ketiga yang netral (wasit) dan memberinya wewenang untuk mengambil keputusan. Arabitrase lebih menguntungkan karena prosedurnya sederhana ,waktu cepat dan biaya lebih murah, kerahasiaan terjaga, keputusan cepat, pleksibel dan bebas memilih arbiternya. Disamping itu arbitrase juga memilih kelemahan diantaranya tidak ada kewenangan politik, kurang power, tidak mengenal preseden hukum (legal precedent). Namun ada keistimewaan arbitrase dibanding dengan pengadilan adalah proses penyelesaiaan nya tidak mengenal upaya hukum banding, kasasi atupun peninjauan kembali kerena putusannya bersifat final and binding (upaya terakhir dan mengikat). Kenyataannya pelaksanaan keputusan Arbitrase khususnya putusan Arbitrasse Internasional belum sepenuhnya dapat dijalankan di Indonesia, salah satu contoh kasus yang menjadi objek penelitian adalah kasus PERTAMINA melawan Karaha Bodas Company LLC.


Full Text:

PDF

References


Ichsan. A. 1993. “Kompedium tentang Arbitrase Perdagangan Internasional. PT.Pradnya Paramitha. Jakarta..halaman 5 dalam buku itu diuraikan bahwa pada Masa Hindia Belanda. Hukum Acara yang digunakan di Pengadilan Landraad (golongan bumiputera). peradilan Kabupaten. Peradilan distrik wilayah Jawa dan Madura digunakan Herziene Inlandsch Reglement singkat HIR. untuk diluar Jawa dan Madura digunakan Rechstreglement Buitengewester disingkat RBG. Sedangkan untuk pengadilan di Raad Van Justitie dan Residentie-gerench (golongan Eropa) digunakan Regement op de Burgerlijke Rechtsvordering disingkat B.Rv. atau Rv.

Yuhassarie, E. dan Setyowati, E. “… The site of the arbitrase shallbe Indonesia Genewa.Switzerland…”

Widjaya, G. dan Yani, A. 2001. “Hukum Arbitrase”. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Hukum Perdata.Putusan Arbitrase Internasional Digugat Pembatalannya dalam kasus PERTAMINA vs Karaha Bodas Company. 2005 Varia Peradilan No. 233.

Sirait, N.N. 2004 Hukum Kontrak Internasional. Bab Alternative Dispute Resolution. Bahan Kuliah Program Pascasarjana MHB-UMA.

Harahap, Y. 2003 Arbrase.Jakarta: Sinar Grafika. Jakarta.




DOI: http://dx.doi.org/10.31289/mercatoria.v3i1.589

Article Metrics

Abstract view : 275 times
PDF - 84 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 JURNAL MERCATORIA
Program Studi Magister Hukum, Pascasarjana Universitas Medan Area
Jalan Setia Budi No. 79 B, Tj. Rejo, Medan Sunggal, Kota Medan, Sumatera Utara 20112 http://ojs.uma.ac.id/index.php/mercatoria dan Email: mercatoria@uma.ac.id
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License