Peran Stasiun Televisi dalam Pengembangan Demokrasi, Ekonomi dan Politik di Indonesia

Subhan AB

Abstract


Dewasa ini televisi, sebagai bagian dari komunikasi massa di asumsikan memegang posisi penting dalam masyarakat. Peranan penting televise telah menjadikan media ini berkembang pesat dalam 20 tahun ini. Televisi hadir sebagai alat sosial, politik, budaya, bahkan sebagai sebuah industri informasi dari sebuah perusahaan. Sebagai industri, televisi menjanjikan keuntungan cukup besar bagi pemiliknya, bersaing secara kompetitif.Kini televisi tidak lagi menjadi media yang berorientasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam hal informasi dan hiburan yang sehat, melainkan lebih dominan pada keuntungan ekonomi kapitalis, kekuatan pasar secara kompetitif. Dampaknya masyarakat ‘kering’ informasi yang ditampilkan secara both of side dan aktual. Pemberitaan media televisi dikemas sedemikian rupa dengan metode agenda setting. Hal ini menjadi dilematis tersendiri bagi para penggiat jurnalistik: antara publik atau kepentingan pemilik? Berita-berita yang disajikan dan ditayangkan oleh media televisi lebih berorientasi kepada pentingan pemilik, bukan kepentingan publik. Sementara itu, kapitalisasi dalam industri media televisi terus menggurita. Ada pemilik tunggal untuk beberapa stasiun televisi yang menyalahi regulasi dari penyiaran di Indonesia. Kendati sudah diatur sedemikian baiknya, namun konglomerasi dalam industri pertelevisian di Indonesia belum dibenahi. Politik dan ekonomi menjadi alasan utama sehingga regulasi penyiaran di Indonesia belum mampu diterapkan seperti di Eropa dan Amerika Serikat.


Keywords


Media, Televisi, Industri Media, Regulasi, Politik dan Ekonomi

Full Text:

PDF

References


Istanto, F.H. (1999)., Peran Televisi Dalam Masyarakat Citraan Dewasa Ini Sejarah, Perkembangan Dan Pengaruhnya. NIRMANA Vol. 1, No. 2, Juli 1999 Jurnal Jurusan Desain Komunikasi Visual, Fakultas Seni dan Desain Universitas Kristen Petra.Yogyakarta

McQuail, (1987), Teori Komunikasi Massa Suatu Pengantar. Erlangga: Jakarta

Milana, R., (2010). Kepemilikan Media: Perspektif Ekonomi dan Politik. [Online] diakses pada tanggal 16 Januari 2015 at: http://media.kompasiana.com/mainstream-media/2010/06/21/kepemilikan-media-perspektif-ekonomi-politik-173487.html

Subiakto, H. (2005), Prinsip Pengaturan Kepemilikan Media Penyiaran. [Online] diakses pada tanggal 16 Januari 2015 at: https://mejikubirubiru.wordpress.com/2014/03/23/prinsip-pengaturan-kepemilikan-media-penyiaran/

Subiakto, H., & Rachmah I., (2012). Komunikasi Politik, Media, dan Demokrasi. Jakarta: Kencana.

Suryo, R., (1996). Televisi Sebagai Fungsi Media Komunikasi Massa. Yogyakarta. Bahan Diktat Pendidikan Audio Visual Reguler LPM MANDIRI Yogyakarta

Yusuf, I.A., (2010). Pentingnya Regulasi Terhadap Monopoli dan Konglorasi Media. [Online] diakses pada tanggal 16 Januari 2015 at: https://bincangmedia.wordpress.com/2010/05/31/pentingnya-regulasi-atas-konglomerasi-dan-monopoli-kepemilikian-media/

_____________. (2011). Menakar Biaya dan Manfaat Ekonomi atas Pembatasan Monopoli, Konglomerasi, dan Kepemilikan Silang Industri Media Penyiaran. [Online] diakses pada tanggal 16 Januari 2015 at: https://bincangmedia.wordpress.com/2011/05/03/menakar-biaya-dan-manfaat-ekonomi-atas-pembatasan-monopoli-konglomerasi-dan-kepemilikan-silang-industri-media-penyiaran/




DOI: http://dx.doi.org/10.31289/simbollika.v3i2.1455

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


SIMBOLIKA
Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Medan Area
Universitas Medan Area, Jalan Kolam No. 1, Pasar V, Medan Estate, Sumatera Utara http://ojs.uma.ac.id/index.php/simbolika dan Email: simbolika@uma.ac.id
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0

Supported by :