Teori Agenda Setting dalam Ilmu Komunikasi

Elfi Yanti Ritonga

Abstract


Komunikasi massa merupakan sumber kajian potensial yang memiliki bidang bahasan yang cukup luas dan mendalam, dan juga didukung oleh teori yang lumayan banyak jumlahnya. Hal ini bisa dipahami sebab ilmu komunikasi yang kita kenal sekarang ini, merupakan proses evaluasi panjang dari ilmu komunikasi massa, yang awalnya hanya dikenal sebagai ilmu media massa atau ilmu pers yang juga merupakan hasil elaborasi dari ilmu publisistik (ilmu persurat-kabaran) yang berpusat di Jerman dan ilmu Jurnalistik yang berbasis di AS. Baru dinamakan ilmu komunikasi pasca Perang Dunia II oleh para ilmuan Barat, tujuan utamanya adalah untuk mencover semua bidang kajian dalam komunikasi yang semakin luas dan berkembang. Komunikasi massa sendiri kerap didefinisikan sebagai komunikasi melalui media massa (modern) pada awalnya hanya mencakup media cetak (surat kabar, majalah atau tabloid) dan media elektronik (TV dan radio), baru belakangan termasuk kajian multimedia yang juga sering disebut media dot com (internet). Pada era ini, kajian komunikasi massa berkembang menjadi semakin luas, selain mencakup tiga jenis media (media cetak, media elektronik, dan multimedia), peran dan proses komunikasi massa,  juga efek media bagi masyarakat dan budaya, sehingga semakin banyak dijadikan sebagai objek studi.  Dalam tinjauan komunikasi massa, paling tidak teori-teori yang muncul dapat dikelompokkan ke dalam 4 (empat) bidang, yaitu teori-teori awal komunikasi massa, pengaruh komunikasi massa terhadap individu, pengaruh komunikasi massa terhadap masyarakat dan  budaya, dan audiens pengaruhnya terhadap komunikasi massa. Teori Agenda Setting misalnya, masih saja sangat relevan hingga saat ini sekalipun dengan catatan-catatan tertentu harus dibubuhkan di sana, seperti pada masyarakat dan budaya seperti apa, atau pada kondisi kapan, dan seterusnya. Komunikasi massa merupakan sumber kajian potensial yang memiliki bidang bahasan yang cukup luas dan mendalam, dan juga didukung oleh teori yang lumayan banyak jumlahnya. Hal ini bisa dipahami sebab ilmu komunikasi yang kita kenal sekarang ini, merupakan proses evaluasi panjang dari ilmu komunikasi massa, yang awalnya hanya dikenal sebagai ilmu media massa atau ilmu pers yang juga merupakan hasil elaborasi dari ilmu publisistik (ilmu persurat-kabaran) yang berpusat di Jerman dan ilmu Jurnalistik yang berbasis di AS. Baru dinamakan ilmu komunikasi pasca Perang Dunia II oleh para ilmuan Barat, tujuan utamanya adalah untuk mencover semua bidang kajian dalam komunikasi yang semakin luas dan berkembang. Komunikasi massa sendiri kerap didefinisikan sebagai komunikasi melalui media massa (modern) pada awalnya hanya mencakup media cetak (surat kabar, majalah atau tabloid) dan media elektronik (TV dan radio), baru belakangan termasuk kajian multimedia yang juga sering disebut media dot com (internet). Pada era ini, kajian komunikasi massa berkembang menjadi semakin luas, selain mencakup tiga jenis media (media cetak, media elektronik, dan multimedia), peran dan proses komunikasi massa,  juga efek media bagi masyarakat dan budaya, sehingga semakin banyak dijadikan sebagai objek studi.  Dalam tinjauan komunikasi massa, paling tidak teori-teori yang muncul dapat dikelompokkan ke dalam 4 (empat) bidang, yaitu teori-teori awal komunikasi massa, pengaruh komunikasi massa terhadap individu, pengaruh komunikasi massa terhadap masyarakat dan  budaya, dan audiens pengaruhnya terhadap komunikasi massa. Teori Agenda Setting misalnya, masih saja sangat relevan hingga saat ini sekalipun dengan catatan-catatan tertentu harus dibubuhkan di sana, seperti pada masyarakat dan budaya seperti apa, atau pada kondisi kapan, dan seterusnya.


Keywords


media elektronik;Komunikasi massa

Full Text:

PDF

References


Arifin,Anwar. Ilmu Komunikasi; Sebuah Pengantar. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2006.

Bungin, Burhan. Sosiologi Komunikasi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2006.

Departemen Agama RI, Alquran dan Terjemahnya. Bandung: CV. Penerbit J-ART, 2005.

Hamdani. Teori Agenda Setting. Teori Komunikasi Massa. Medan: CitaPustaka Media Perintis, 2011.

Kholil, Syukur. Komunikasi Islami. Bandung: Citapustaka Media, 2007.

Liliweri,Alo. Komunikasi: Serba Ada Serba Makna. Jakartta: Kencana, 2011.

Lubis, Suwardi. Teori-teori Komunikasi (sebuah konsepsi, Analisa dan Aplikasi) Medan, 2007.

Nuruddin. Pengantar Komunikasi Massa. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2007.

Quail, Mc Dennis. Teori Komunikasi Massa. Jakarta: Penerbit Erlangga, 1987.

Rahmat, Jalaluddin. Psikologi Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya, 1993.

Sendjaja, Sasa Djuarsa. Teori Komunikasi. Jakarta: UT, 1993.

Stanley J. Baran dan K. Dennis Davis. Teori Komunikasi Massa (terj) Jakarta: Salemba Humanika, 2007.

Stephen W. Littlejohn dan Karen A. Foss oleh Mohammad Yusuf Hamdan, Theories of Human Communications, 9 th ed Teori Komunikasi. Jakarta: Salemba Humanika, 2009. Lihat juga Nuruddin, Pengantar Komunikasi Massa. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2007.

Tamburak,Apriadi. Agenda Setting Media Massa. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, cet. 2, 2013.

Werner J. Severin & James W. Tankard, Jr., Teori Komunikasi: Sejarah, Metode, dan Terapan Di Dalam Media Massa. Jakarta: Kencana, cet. 5, 2011.

Hasnun Jauhari Ritonga. Teori Agenda Setting. Jurnal Akademika Volume II Nomor 6, Medan: LPPI-SHA, 2011.

aghilfath 2017-10-17T11:57:27+07:00.

http://blogilmukomunikasi.blogspot.co.id/2013/12/teori-agenda-setting-komunikasi.html,04.15

http://adiprakosa.blogspot.co.id/2013/01/teori-agenda-setting_1823.html, 03.15




DOI: http://dx.doi.org/10.31289/simbollika.v4i1.1460

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


SIMBOLIKA
Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Medan Area
Universitas Medan Area, Jalan Kolam No. 1, Pasar V, Medan Estate, Sumatera Utara http://ojs.uma.ac.id/index.php/simbolika dan Email: simbolika@uma.ac.id
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0

Supported by :