Komunikasi Lintas Etnis di Pulau Weh-Sabang


Indra Muda(1),


(1) Universitas Medan Area

Abstract


Kota Sabang merupakan salah satu daerah di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam dengan struktur penduduk yang variatif. Meskipun demikian, konflik antar etnis sepanjang sejarah Kota Sabang tidak pernah terjadi. Ketika terjadi konflik Aceh tahun 1998 memaksa etnis non Aceh eksodus ke luar Aceh, sementara di Kota Sabang tidak demikian. Warganya tetap dapat hidup saling berdampingan diantara etnis yang berbeda. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor yang mendorong terciptanya kerukunan hidup antaraetnis di Kota Sabang. Data penelitian ini diperoleh dari observasi dan wawancara dengan beberapa warga kota Sabang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang mendorong terciptanya kerukunan antaretnis di Kota Sabang adalah karena masyarakat memiliki kekompakan serta saling mengenal satu dengan yang lain. Hal ini juga didorong masa lalu kota Sabang yang pernah memiliki status sebagai pelabuhan bebas, sehingga masyarakat sudah terbiasa berinteraksi dengan etnis berbeda.

 

 



Keywords


Komunikasi lintas etnis, Pulau Weh, Sabang

Full Text:

PDF

References


Burhan, B. (2003). Analisis Data Penelitian Kualitatif. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

-------. (2001) Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Fikar W, Eda dan S. Satya Dharma, 1999, Aceh Menggugat. Medan: Pustaka Sinar Harapan.

Moleong, Lexy, J, 2005, Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.




DOI: https://doi.org/10.31289/simbollika.v1i2.201

Article Metrics

Abstract view : 203 times
PDF - 108 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Medan Area