Komunikasi Lintas Budaya Wisatawan Asing dan Penduduk Lokal di Bukit Lawang

Rudianto Nurdin(1*), Tasrif Syam(2), Muhammad Said Harahap(3),


(1) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
(2) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
(3) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
(*) Corresponding Author

Abstract


Penelitian ini mengkaji komunikasi lintas budaya antara wisatawan asing dan penduduk lokal di kawasan wisata Bukit Lawang, Sumatera Utara. Sering terjadi wisaatwan asing yang awalnya hanya menetap beberapa hari, setelah pulang ke negaranya kemudian kembali lagi ke tempat ini dan menetap dalam waktu yang lama. Kehadiran wisatawan asing memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat. Namun, budaya asing yang dibawa wisatawan asing terkadang menimbulkan masalah di masyarakat. Para wisatawan yang yang menetap di tempat yang baru cenderung mengalami gegar budaya atau culture shock. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan budaya, bahasa dan kebiasaan sehari-hari menjadi kendala utama dalam interaki antara warga dan wisatawan asing. Penggunaan bahasa dan komunikasi yang intensif  yang baik untuk mengatasi perbedaan budaya antara wisatawan dengan warga lokal.

 

 

 


Keywords


komunikasi lintas budaya, Bukit Lawang, wisatawan asing, penduduk lokal

Full Text:

PDF

References


Mulyana, D. (2012). Cultures and Communication, an Indonesian Scholar’s Perspective. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Mulyana, D. (2012). Ilmu Komunikasi: Suatu pengantar. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Maryani, E. (2012). “Komunikasi Sosial di Jatinangor” dalam Atwar Bajari dan Sahala Tua Saragih (Editor), Komunikasi Kontekstual. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Oberg, K. (2005). “Gegar Budaya dan Masalah Penyesuaian Diri Dalam Lingkungan Baru” dalam Deddy Mulyana dan Jalauddin Rahmat (Editor), Komunikasi Antar Budaya, Panduan Berkomunikasi Dengan Orang-Orang Berbeda Budaya. Bandung : Remaja Rosdakarya.

Samovar, L. A, Porter, R. E dan McDaniel, E. R. (2009). Komunikasi Lintas Budaya: Communication Between Cultures. Jakarta: Salemba Humanika.

Martin, J.N. dan Nakayama, T.K. (2009). Intercultural Communication in Contexts, Third Edition. New York: McGrawHill.

Ritzer, G. dan Smart, B. (2011). Handbook Teori Sosial. Bandung: Nusamedia.

Rudianto, (2015), Komunikasi dalam Penanggulangan Bencana, Jurnal Simbolika, 1 (1): 51-61

Utari, N.P. dan Nina S.S.S, (2015), Pemaknaan Penggunaan Jilbab Syar’i diKalangan Mahasiswa Psikologi (Studi pada Forum Mahasiswa Islam Psikologi ( FORMASI ) Ar-Ruuh , Universitas Medan Area), Jurnal Simbolika, 1 (1): 62-74

Sarradian, (2015), Hasibuan, E.J., (2015), Pola Komunikasi pada Pasangan Pernikahan Dini di Desa Kelambir Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang, Jurnal Simbolika, 1 (1): 75-83




DOI: http://dx.doi.org/10.31289/simbollika.v1i2.207

Article Metrics

Abstract view : 388 times
PDF - 2363 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study
Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Medan Area
Universitas Medan Area, Jalan Kolam No. 1, Pasar V, Medan Estate, Sumatera Utara http://ojs.uma.ac.id/index.php/simbolika dan Email: simbolika@uma.ac.id
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0
Supported by :