Gender dan Seksualitas dalam Konstruksi Media Massa

Christiany Juditha(1*),


(1) Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika (BBPPKI) Makassar Kementerian Komunikasi dan Informatika RI
(*) Corresponding Author

Abstract


Abstrak

Kini tayangan televisi banyak kita temui beragam budaya pop mulai iklan hingga film. Dan di dalam tayangan-tayangan tersebut isu gender khususnya perempuan dan seksualitas menjadi bumbu yang dianggap penting oleh kapitalis. Tujuannya tidak lain agar tayangan-tayangan tersebut mendapat tempat di hati khalayak. Seharusnya media massa tidak melulu mengangkat isu stereotyping dengan dominasi  pria dan perempuan sebagai objek seks. Media harusnya membantu kaum perempuan untuk membuka wawasan serta merubah imej tentang diri perempuan. Paling tidak bersifat berimbang dalam menggambarkan sosok perempuan dan laki-laki dengan tidak bias gender.

 


Keywords


gender, seksualitas, konstruksi media massa

Full Text:

PDF

References


Barker, C. 2000. Cultural Studies: Theory and Practice. London: Sage.

Bing, B. T. Pengaruh Media Komunikasi Massa Terhadap Popular Culture Dalam Kajian Budaya / Cultural Studies, Jurnal Ilmiah Scriptura ISSN 1978- 385X Vol. 1 No.2 Juli 2007.

Danarto. 1997. Perempuan, Pasar Film dan Kekuasaan, dalam Lifestyle Ecstasy, Kebudayaan Pop dalam Masyarakat Komoditas Indonesia. Yogyakarta: Jalasutra.

Gandy, O. H. Jr. 2004. Audience On Demad- To-ward a Political Economy of Culture. Maryland: Rowman & Littlefield Publisher, Inc.

Giddens, A. 1992. The Transformatins of Intima-cy. Cambridge: Polity Press.

Garnham, N. 1979. Contribution to a Political Economy of Mass Media Communications. Media, Culture and Society. London: Sage Publications.

Hariyanto. Gender Dalam Konstruksi Media, Jurnal Dakwah Dan Komunikasi Vol.3 No.2 Juli-Desember 2009, Purwokerto Jurusan Dakwah Stain Komunika

Marwah, D. I. 1997. Citra Perempuan dalam Media, dalam Lifestyle Ecstasy, Kebudayaan Pop dalam Masyarakat Komoditas Indonesia. Yogyakarta: Jalasutra.

McQuail, D. 1987. Teori Komunikasi Massa ed. 2. Jakarta: Erlangga.

Mcquail, D. 2010. McQuails's Mass Communica-tion Theory (sixth edition). London: Sage.

Noeswantari, D. Perempuan dan Gaya HidupKonsumtif, Jurnal Dinamika HAM Vol.2,Vol.2, Januari-Juni 2002, Surabaya: Universitas Surabaya.

Peter, G, dan G. Murdock. 1997. The Political Economy of Media. Cheltenham: Ed-war Edgar Publishing Limited.

Piliang, Y. A. 2000. Pers dalam Kontradiksi Kapitalisme Orde Baru. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Putman, T. R. 1998. Feminist Thought, Pengan-tar Paling Komprehensif kepada Arus Utama Pemikiran Feminism, Yogyakarta:Jalasutra.

Riordan, E. 2004. Feminist Theory and the Politi-cal Economi of Communication- Toward a Political Economy of Culture. Maryland: Rowman & Littlefield Publisher, Inc.

Siregar, A, dkk (Ed.). 2000. Media dan Gender, Perspektif Gender atas Industri Surat Kabar Indonesia. Yogyakarta: LP3Y – The Ford.

Thornham, S. 2000. Teori Feminis dan Cultural Studies. Yogjakarta : Jalasutra.http://hqweb01.bkkbn.go.id/hqweb/pria/artikel01‐2I.htm




DOI: http://dx.doi.org/10.31289/simbollika.v1i1.45

Article Metrics

Abstract view : 581 times
PDF - 1921 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study
Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Medan Area
Universitas Medan Area, Jalan Kolam No. 1, Pasar V, Medan Estate, Sumatera Utara http://ojs.uma.ac.id/index.php/simbolika dan Email: simbolika@uma.ac.id
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0
Supported by :