Pertumbuhan Dan Produksi Kacang Kedelai (Glycine Max (L) Merril) Dengan Pemberian Sekam Padi Dan Pupuk Hormon Tanaman Unggul (Hantu)

Autor(s): Rosanti Rosanti, Abdul Rahman, Zulhery Noer
DOI: 10.31289/agr.v1i1.1105

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui  pengaruh  Sekam  Padi dan Pupuk Hantu terhadap pertumbuhan kacang Kedelai (Glycine max (L) Merril). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri 2 faktor, yaitu: 1. Faktor perlakuan Pupuk Hantu ( notasi N ), dengan tiga taraf perlakuan yaitu: N1 = 2cc/liter; N2 = 4cc/liter; N3 = 6cc/ liter; dan 2. Faktor perlakuan Sekam Padi ( notasi P ) dengan empat taraf perlakuan yaitu: P0 = 0 kg/plot; P1=  2 kg/plot; P2 = 4 kg/plot; P3 = 6 kg/plot. Adapun hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah: 1) Pemberian sekam padi tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman kedelai yakni parameter tinggi tanaman, jumlah daun dan jumlah cabang pada umur 2, 4, 6 MST, dan produksi kedelai yakni berat 1000 biji, produksi per tanaman sampel dan produksi perplot. 2) Pemberian pupuk Hantu tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman kedelai yakni parameter tinggi tanaman, jumlah daun dan jumlah cabang pada umur 2, 4, 6 MST, dan produksi kedelai yakni berat 1000 biji, produksi per tanaman sampel, dan produksi perplot. 3) Interaksi pemberian sekam padi dan pupuk Hantu tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman kedelai yakni parameter tinggi tanaman, jumlah daun dan jumlah cabang pada umur 2, 4, 6 MST, dan produksi tanaman yakni berat 1000 biji, produksi per tanaman sampel, dan produksi per plot.

Keywords

Pertumbuhan; Produksi; Kacang Kedelai; Sekam Padi; Pupuk Hantu

Full Text:

PDF

References

Anonim, 1953. Hama-hama tanamn-tanaman kedelai, kacang tanah, jagung, padi. Jawatan Penyelidikan Pertanian Bogor.

----------, 1975. latihan kacang-kacangan. Lembaga Pusat Penelitian Pertanian Bogor.

Adisarwanto, T dan Wudianto, R. 2008. Meningkatkan Hasil Panen Kedelai. Penebar Swadaya, Jakarta.

Gardner, F.P., Pearce, R.B., Mitchell, R.L. 1991. Fisiologi Tanaman Budidaya. Terjemahan Herawati Susilo. Penerbit Universitas Indonesia. UI-Press. Jakarta.

http://b-logowner.blogspot.com/2009/06/paper-rusli-aka-iyuzzz.html. diakses, senin 3-1-2011

http:// cerianet-agricultur. Blog. Spot. Com. 2008/12/budidaya-tanaman kedelai.html. diakses, senin 3-1-2011.

http://febrynugroho.wordpress.com/2009/04/03/manfaat-abu-sekam-padi/.Diakses, senin 3-1-2011.

http://i-comers.com/showthread.php?t=34791. Diakses, senin 3-1-2011

http://id.shvoong.com/exact-sciences/agronomy-agriculture/1869705-wwwpupukhantu-blogspot-com/ diakses, senin 3-1-2011.

Madjid, R.2007. Dasar-dasar Ilmu Tanah. Rineka Cipta., Jakarta

Rukmana, R. dan Yuniarsih, Y. 2007. Kedelai Budidayanya dan Pasca Panen. Kanisus, Yogyakarta.

Setyamidjaja, D. 1986. Pupuk dan Pemupukan. CV. Simplex, Jakarta.

Soeprapto, H.S. 1999. Bertanam Kedelai. Penebar swadaya, Jakarta.

Sumarno, Harnoto, 1982. Kedelai dan Cara Bercocok Tanamnya , bulletin tehnik no.6 pusat penelitian dan pengembangan tanaman pangan . bogor.

Susanto,R.2002. Penerapan Pertanian Organik. Kanisus, Yogyakarta.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.