Respon Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Selada (Lactuca sativa L.) terhadap Pemberian Pupuk Kandang dan Mikroorganisme Lokal (MOL)


Ernitha Panjaitan(1*), Sihar Silaen(2), Rio D Damanik(3), Rio D. Damanik(4),


(1) Universitas Methodist Indonesia
(2) Universitas Methodist Indonesia
(3) Universitas Methodist Indonesia
(4) Universitas Methodist Indonesia
(*) Corresponding Author

Abstract


Organic  matter contained in manure fertilizer function to improve soil physical properties, soil chemistry, and soil biology. Local microorganisms from banana weevils contained macro, micro nutrients and contained bacteria which will act as decomposers of organic matter.This research  aimed to determine the effect of the combination of manure fertilizer and local microorganisms on the growth and yield of lettuce. The research was conducted on the land of the Faculty of Agriculture, Methodist University, Medan, in March - April 2016, using split plot design, with three replications, 9 combinations to obtain 27 plant plots of all combinations and replications was used in this study. The first factor tested was manure fertilization ie  R1= given chicken manure 45 g plant-1, R2 = given cow manure 45 g plant-1 and R3= given goat manure 45 g plant-1. The second factor tested was local microorganisms that was  D1 = 30 cc l-1 water), D2 = 40 cc l-1 water and D3= 50 cc l-1 water. The results showed that the treatment of types of manure and local microorganisms in general had a significant effect on the growth and production of lettuce plants.  The provision of chicken manure as much as 45g plant-1 (R1) and local microorganisms 50 cc l-1 water (D3) gave a better response to the growth of plant height, number of leaves, amount of chlorophyll and wet lettuce better than other treatments.

Keywords


Local microorganism, manure fertilizer, lettuce plants.

Full Text:

PDF

References


Arinong,A.R, Vandalisna, Asni. (2014). Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Sawi (Brassica Juncea L) Dengan Pemberian Mikroorganisme Lokal (Mol) Dan Pupuk Kandang Ayam. Jurnal Agrisistem.Vol.10 (1) 40-46.

Asprillia, S.V. A. Darmawati, W. Slamet. (2018). Pertumbuhan dan Produksi Selada (Lactuca sativa l.) pada Pemberian Berbagai Jenis Pupuk Organik. J.Agro Complex 2 (1) : 86-92.

Budiyanto,M.(2002). Mikrobiologi Terapan.Universitas Muhammadiyah,Malang.159 hlm.

Cahyono,R.N. (2016). Pemanfaatan daun kelor dan bonggol pisang sebagai pupuk organik cair untuk pertumbuhan tanaman bayam (Amaranthus sp.). Skripsi (S1). Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Gurning, R F. (2009). Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Selada (lactuca sativa L.) pada Berbagai Tingkat Dosis Pupuk NPK dan Pupuk Mikro CuSO4.5H2O. Skripsi (S1). Jurusan Pertanian Agronomi Universitas Sumatra Utara.

Haryanto. E. Suhartini,T. Rahayu E. Dan Sunarjono, H. (2003). Selada dan Sawi Organik. Penebar Swadaya. Jakarta.

Harjadi, M. M. S. S. (1994). Pengantar Agronomi. PT. Gramedia Utama, Jakarta.

Jumriani K, Patang, Amirah M. (2017). Pengaruh pemberian MOL terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kangkung darat (Ipomea reptans Poir). J.Pendidikan dan Teknologi Pertanian. 3 : 19-29.

Lingga, Pinus. (1991). Jenis dan Kandungan Hara pada Beberapa Kotoran Ternak.Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) ANTANAN. Bogor.

Lingga, P. Dan Marsono. (2001). Petunjuk Penggunaan Pupuk. Penebar Swadaya. Jakarta.

Maspary. (2012). Apa Kehebatan MOL Bonggol Pisang, Jakarta: Gramedia.

Makaruku, M. H. (2015). Respon Pertumbuhan dan produksi tanaman selada (Lactuca sativa L.) Terhadap permberian pupuk organik. Jurnal Agroforestri. 10(3): 241-246.

Mukti, W. A. (2008). Produksi Kompos Pelepah Pisang (Musa paradisiaca Linn) dengan Variasi Kadar Effective Microorganism dan Kotoran Sapi. Skripsi S1. Fakultas Teknobiologi Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Yogyakarta.

Pairunan-Yulius, A. K., J. L. Nanere, Arifin, S. S. R. Samosir, R. Tangkaisari, J. R. Lalopua, B. Ibrahim, dan H. Asmadi (1987). Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Negeri Indonesia Bagian Timur.

Prawiranata, W., S. Haran dan P. Tjondronegoro. 1981. Dasar-dasar fisiologi tumbuhan. Departemen Botani. Fakultas Pertanian. IPB. Bogor.

Rahmi, A. dan Jumiati. (2007).Pengaruh Konsentrasi dan Waktu Penyemprotan Pupuk Organik Cair Super ACI Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jagung Manis. J. Agritrop Fakultas Pertanian Universitas Udayana. Vol 26, No 3. hlm 105-109.

Rosmarkam dan Yuwono .(2006). Pupuk Organik Tingkatkan Produksi Pertanian. http://litbang. deptan. go.id.id.pdf.Diakses 18 Mei 2019.

Sari, K. M., A. Pasigat dan I. Wahyudi. (2016). Pengaruh pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kubis bunga (Brassica oleracea Var. Bathytis L.) pada oxic dystrudepts Lembantongoa. J. Agrotekbis. 4(2): 151-159.Diakses 20 Mei 2019.

Sukasa,I.M, Antara N.S, Suter, I.K.(1996). Pengaruh lama fermentasi media bonggol pisang terhadap aktivitas glukoamilase dari Aspergillus niger NRRL A-11. Majalah Ilmiah Teknologi Pertanian.2(1):18-20.

Suriadikarta, Didi Ardi., Simanungkalit, R.D.M. (2006). Pupuk Organik dan Pupuk Hayati. Jawa Barat:Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. Hal 2. ISBN 978-979-9474-57-5.




DOI: https://doi.org/10.31289/agr.v4i1.2712

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian
Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Medan Area
Universitas Medan Area, Jalan Kolam No. 1, Pasar V, Medan Estate, Sumatera Utara http://ojs.uma.ac.id/index.php/agrotekma dan Email: agrotekma@uma.ac.id
Creative Commons License