Uji Formulasi Pupuk Hayati Cair dengan Penambahan Bacillus Cereus terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea Mays Saccharata Sturt.)


Hapsoh Hapsoh(1*), Isna Rahma Dani(2), Abdul Rahman(3),


(1) Universitas Riau
(2) Universitas Negeri Riau
(3) Universitas Medan Area
(*) Corresponding Author

Abstract


This study aims to determine the effect of giving several liquid biological fertilizer formulations with the addition of B. cereus and get the best formulation to increase the growth and yield of sweet corn. The field experiment was conducted in the Faculty of Agriculture experiment station, Riau University located in Pekanbaru from July 2018 to October 2018. The research was carried out experimentally using a completely randomized design consisting of five treatments with four replications. The treatments tested were P1: B. cereus without formulation, P2: 100 ml B. cereus + 1 l wastewater of rice + 1 g chitin + 100 ml molasses, P3: 100 ml B. cereus + 1 l wastewater coconut + 1 g chitin + 100 ml molasses, P4: 100 ml B. cereus + 1 l tofu liquid waste + 1 g chitin + 100 ml molases, P5: 100 ml B. cereus + 1 l palm oil mill effluent + 1 g Chitin + 100 ml molasses. The parameters observed were plant height, age of female flower emergence, harvest age, stem diameter, weight of cob with cornhusk, weight of cob without cornhusk, length of cob without cornhusk, diameter of cob without cornhusk, number of rows of corn kernels. The results showed that all treatments have not been able to improve the growth response and yield of corn plants and all formulations of B. cereus biological fertilizer tested have not found the best formulation.


Keywords


Sweet Corn; Biological Fertilizer; Bacillus Cereus; Liquid Waste

Full Text:

PDF

References


Alfandi, M. A, R. Sulistyono dan N. Herlina. (2013). Respons pertumbuhan dan hasil lima varietas melon (Cucumis melo L.) pada tiga ketinggian tempat. Jurnal Produksi Tanaman. 1(4) : 342-352.

Ambak, K dan L. Melling. (2000). Management Practices for Sustainable Cultivation of Crop Plants on Tropical Peatland The International Symposium on Tropical Peatlands Bogor. Universitas Gadjah Mada Press. Bogor.

Angga, E.B. (2016). Pengaruh Pemberian Limbah Air Cucian Beras Terhadap Pertumbuhan Tanaman Kangkung Darat (Ipomoea reptans Poir). Skripsi (Tidak dipublikasi). Universitas Pasir Pengaraian. Pasir Pangaraian.

Arif, A, A. N. Sugiharto dan E. Widaryanto. (2014). Pengaruh umur transplanting benih dan pemberian berbagai macam pupuk nitrogen terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis (Zea mays saccharata Sturt). Jurnal Produksi Tanaman. 2(1): 2–8.

Asroh, A. (2010). Pengaruh takaran pupuk kandang dan interval pemberian pupuk hayati terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis (Zea mays Saccharata Linn). J. Agronomi. 2 (4): 144-148.

Compant, S., B Duffy, J. Nowak., C. Clement and E.A. Barka. (2005). Use of plant growth promoting bacteria for/biocontrol of plant diseases : principles, mechanisme of action and future prospects. Journal Applied and Environmental Microbiology. 7(9) : 495–4959.

Efendi, S. (2001). Bercocok Tanam Jagung. Yasa Guna. Jakarta.

Ekowati, D dan M. Nasir. (2011). Pertumbuhan tanaman jagung (Zea mays L.) varietas bisi-2 pada pasir reject dan pasir asli di pantai Trisik Kulonprogo . Jurnal Manusia Dan Lingkungan. 18(3): 220–231.

Fachrudin. (2000). Budidaya Tanaman Kacang-kacangan. Kanisius. Yogyakarta.

Hapsari, A.Y dan M. Chalimah. (2013). Kualitas dan Kuantitas Kandungan Pupuk Organik Limbah Serasah dengan Inokulum Kotoran Sapi secara Semi Anaerob. Naskah (Tidak dipublikasikan). Universitas Muhammadiyah Surakarta. Surakarta.

Hapsoh, W dan Dini, I. R.. (2016). Aplikasi Pupuk Organik dengan Teknologi Mikrobiologi Mendukung Pertanian Terpadu Berkelanjutan Berbasis Tanaman Pangan pada Lahan Gambut. Laporan Akhir Hibah Kompetensi LPPM (Tidak dipublikasikan). Universitas Riau. Pekanbaru.

Huang, C., T. Wang., S. Chung dan C. Chen. (2005). Identification of an antifungal chitinase from a potential biocontrol agent, Bacillus cereus. Journal of Biochemistry and Molecular Biology. 38(1) : 82–88.

Hutabarat, R., F. Puspita., M. A. Khoiri. (2014). Uji formulasi pupuk organik cair berbahan aktif Bacillus sp. pada pembibitan utama kelapa sawit (Elaeis guineensis jacq.). Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Pertanian. 1:1–13.

Ida, N. I., J. Benny dan D. S. Aisyah. (2014). Peningkatan produktifitas lahan gambut melalui teknik ameliorasi dan inokulasi mikrob pelarut fosfat. Jurnal Agronomi. 1(1):11–17.

Isnaini, M. (2006). Pertanian Organik. Kreasi Wacana . Yogyakarta.

Kementerian Pertanian. (2009). Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Tentang Pupuk Organik, Pupuk Hayati, dan Pembenah Tanah. No 28/Permentan/SR. 130/5/2009. Kementrian Pertanian. Jakarta.

Kementerian Pertanian. (2011). Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Tentang Pupuk Organik, Pupuk Hayati, Dan Pembenah Tanah. No 70/Permentan/SR.140/10/2011. Kementrian Pertanian. Jakarta.

Lingga, P dan Marsono. (2003). Petunjuk Penggunaan Pupuk. Penebar Swadaya. Jakarta.

Mangoendidjo, W. (2003). Dasar-dasar Pemuliaan Tanaman. Kanisius. Yogyakarta.

Marpaung, W.N, F. Puspita dan M. Ali. (2018). Uji beberapa formulasi pupuk hayati berbahan aktif bakteri Bacillus. Sp endofit pada tanaman tomat (Lycopercisum esculentum Mill.). Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Pertanian. 5(1): 1–15.

Newar, T. Astina dan Setia Budi. (2012). Penegaruh pemberian pupuk hayati terhadap pertumbuhan dan hasil jagung semi pada tanah podsolik merah kuning. Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian. Agronomi Fakultas Pertania UNTAN. 1(1):10-15.

Novriani. (2010). Alternatif pengelolaan unsur hara P (fosfor) pada budidaya jagung (Zea mays L.). Jurnal Agronobis. 3(2) : 42–48.

Oktrisna, D. (2017). Uji Bakteri Bacillus sp. Endofit diformulasikan dengan Beberapa Bahan Organik terhadap Tanaman Padi Sawah (Oryza sativa L.). Skripsi (tidak dipublikasikan). Fakultas Pertanian Universitas Riau. Pekanbaru.

Palungkun, R. (1992). Aneka Produk Tanaman Kelapa. Penebar Swadaya. Jakarta.

Pelczar, M. J. dan E. C. S. Chan. (1986). Penterjemah , Ratna Siri Hadioetomo dkk. Dasar-dasar Mikrobiologi 1. Universitas Indonesia Press. Jakarta.

Prihmantoro, H dan Y. H. Indriani. (2017). Petunjuk Praktis Memupuk Tanaman Buah. Penebar Swadaya. Jakarta.

Purwanto, S. (2008). Perkembangan Produksi Dan Kebijakan dalam Peningkatan Produksi Jagung. Direktorat Budi Daya Serealia, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan. Bogor.

Raharjo B. (2004). Penapisan Rhizobakteri Tahan Tembaga (Cu) dan Mampu Mensintesis IAA dari Rizosfer Kedelai ( Glicyne max L.). Tesis (tidak dipublikasikan). Institut Teknologi Bandung. Bandung.

Salisbury, F. B. dan C. W. Ross. (1995). Fisiologi Tumbuhan. Terjemahan Dian Rukmana dan Sumayono. Institut Teknologi Bandung. Bandung.

Sinaga, J. dan Rosmimi. (2010). Pertumbuhan dan produksi jagung manis (Zea mays L. saccharata) pada tanah gambut yang diaplikasikan amelioran dregs dan fosfat alam. Sagu. 9(2): 20 – 27.

Sugiharto. (1994). Dasar-dasar Pengolahan Air Limbah. Penerbit Universitas. Indonesia. Jakarta.

Sumarmo, M. S. (1993). Sistem Unsur Hara Tanaman. Universitas Brawijaya Malang. Malang.

Suryana. (2008). Pengaruh naungan dan dosis pupuk kotoran ayam terhadap pertumbuhan dan hasil paprika ( Capsicum annuum ). Jurnal Agricolvol. 1(1): 22–28.

Syukur, M dan Rifianto. (2013). Jagung Manis. Penebar Swadaya. Jakarta.

Tryana, S. (2019). Aplikasi Formulasi Pupuk Hayati Konsorsium Bakteri Selulolitik Berbasis Limbah Cair Organik terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Padi Gogo (Oryza sativa L.). Skripsi (Tidak dipublikasikan). Universitas Riau. Pekanbaru.

Tsasinul, A. (2008). Pengaruh Pemanfaatan Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit Sebagai Unsur Hara Tanaman Kelapa Sawit. Skripsi (Tidak dipublikasikan). Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Wahyudin, A, B. N. Fitriatin, F. Y. Wicaksono, Ruminta dan A. Rahadiyan. (2017). Responss tanaman jagung (Zea mays L.) akibat pemberian pupuk fosfat dan waktu aplikasi pupuk hayati mikrob pelarut fosfat pada ultisol Jatinangor. Jurnal Kultivasi. 16(1): 246–253.

Wahyuningratri, A., N. Aini., dan S. Heddy. (2017). Pengaruh konsentrasi dan frekuensi pemberian pupuk hayati terhadap pertumbuhan dan hasil cabai besar (Capsicum annum L.). Jurnal Produksi Tanaman. 5(1): 84-91.




DOI: https://doi.org/10.31289/agr.v5i2.4700

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian
Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Medan Area
Universitas Medan Area, Jalan Kolam No. 1, Pasar V, Medan Estate, Sumatera Utara http://ojs.uma.ac.id/index.php/agrotekma dan Email: agrotekma@uma.ac.id
Creative Commons License