Teknik Creative Art untuk Meningkatkan Kemampuan Mengelola Perilaku Siswa Sekolah Dasar


Sri Milfayetty(1*), Sovi Mawaddah(2), Alfina Gustiany Siregar(3),


(1) Universitas Negeri Medan
(2) Universitas Negeri Medan
(3) Universitas Quality Berastagi
(*) Corresponding Author

Abstract


Penelitian ini merupakan penelitian terapan untuk mengetahui keefektifan penggunaan teknik creative arts dalam meningkatkan kemampuan guru mengelola perilaku di dalam kelas selama proses pembelajaran. Menggunakan pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah Forum Group Discussion (FGD) dan intervensi yang digunakan berbentuk teknik creative arts. FGD dilakukan dengan melibatkan 30 orang peserta yang terdiri dari guru, orang tua dan siswa. Penelitian ini dibagi atas dua kelompok FGD yang beranggotan 15 orang. Teknik Analisa data yang digunakan adalah analisa tematik kualitatif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa Teknik creative arts dinilai cukup efektif dan dapat membantu meningkatkan kemampuan guru dalam mengelola kelas. Baik guru di kelas besar dan kecil menjadi lebih responsif, mampu membagi dan memfokuskan perhatian mereka, memberikan petunjuk pembelajaran secara jelas, memberikan penguatan kepada setiap siswa, dan mampu memecahkan permasalahan secara berkelompok dan melakukan modifikasi perilaku dalam proses belajar dan mengajar.


Keywords


Creative Art, pengelolaan kelas , perilaku, Siswa

Full Text:

PDF

References


Beattie, R.M. (2015). Long-term effects of bullying. Archieve of Disease in Childood, 100 (9i). DOI: 10.1136/ archdischild-2015-309491.

Blatchford, P. (2003). Class Size: Is Small better?. England: Open University Press.

Blatchford, P. (2016). Moving on from the class size debate: a new project with a practical purpose. https://blogs.ucl.ac.uk/ioe/2015/02/17/moving-on-from-the-class-size-debate-a-new-project-with-a-practical-purpose/.

Finn, J. D., & Achilles, C. M. (1999). Tennessee’s class size study: Findings, implications, misconceptions. Educational Evaluation and Policy Analysis, 21 (2), 97–109.

Golmaryami, F.N., Frick, P.J., Hemphill, S.A., Kahn, R.E., Crapanzano, A.M., & Terranova, A.M. (2016). The Social, behavioral, and emotional correlates of bullying and victimization in a school- based sample. Journal of Abnormal Child Psychology, 44(2), 381-391. DOI: 10.1007/s10802-015-9994-x.

Hong, J.S., & Espelage, D.L., (2012). A review of research on bullying and peer victimization in school: An ecological system analysis. Aggression and Violent Behavior, 17(4), 311-322. Doi:10.1016/j.avb.2012.03.003.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2013). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia nomor 23 tahun 2013 tentang perubahan atas Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 15 tahun 2010 tentang pelayanan minimal pendidikan dasar di kabupaten/kota. Diakses dari https://www.kemdikbud.go.id

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2016). Rasio siswa per kelas pada tahun 2015/2016. Diakses dari https://niep.data.kemdikbud.go.

Kurniawan, S. (2013). Pendidikan Karakter: Konsepsi dan Implementasinya secara Terpadu di Lingkungan Keluarga, Sekolah, Perguruan Tinggi, dan Masyarakat. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Lukens, E.P & McFarlane, W.R. (2004). Psychoeducation as Evidence-Based Practice: Consideration for Practice, Research, and Policy. Journal Brief Treatment and Crisis Intervention. UK: Oxford University Press.

Maslihah, Sri. (2006). “Kekerasan Terhadap Anak: Model Transisional dan Dampak Jangka Panjang”. Edukid: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini. 1 (1).

Mawaddah, S. (2017). The effect of class size differences on teaching approach: A comparison between smaller and bigger classes in Indonesia. Dissertation. London: University College London.

Milfayetty,Sri. (2017). The Innovative Model of Counsellors Collaboration in alleviating The Students’Character. Il Ponte, 73(5). Doi: 10.21506/j.ponte.2017.5.8.

Milfayetty, Sri.,(2017). Innovation in Teaching and Learning Through Creative Art Model. European Journal of Social Sciences Education and Research, 10(2): 119. Doi: 10.26417/ejser.v10i2.p119-124.

Milfayetty, Sri. (2016). Creative Art Play dalam Menurunkan Tingkat Kecemasan. Jakarta: Playscope.

Milfayetty, Sri., et. al. (2014). Manajemen Networking Konseling di SMA. Medan: Universitas Negeri Medan.

Milfayetty, Sri. (2018). Multidimentional Model in Counceling to Improve Students SelfConfidence. International Journal of Research in Counseling and Education, 3 (1): 42-48.

Molnar, A., Smith, P., Zahorik, J., Palmer, A., Halbach, A., & Ehrle, K. (1999). Evaluating the SAGE program: A pilot program in targeted pupil-teacher reduction in Wisconsin. Educational Evaluation and Policy Analysis, 21(2), 165–177.

Pak, C. Y. (1995). Prejudice and Enemy as a Source of Intolerance. UNESCO, Democracy and Tolerance: Proceedings of the International Conference Seoul. Seoul: the Korean National Commission for UNESCO.

Plomp, Tjeerd. (2010). An Introduction to Educational Design Research. www.slo.nl/organisatie/international/publications.

Rigby, K. (2007). Bullying in Schools: and what to do about it. Australia: Acer Press.

Robinson, B. A. (2016). Religious Intolerance. Retrived from http://www.religioustolerance.org/relintol1.htm#def,

Sari, A. P. (2009). Penyebab Kekerasan Seksual terhadap Anak dan Hubungan Pelaku dengan Korban. Diunduh dari http://kompas.com/index.php/read/ xml/2009/01/28/

Sciarra, D.T. (2004). School counseling; Foundations and contemporary issues. USA: Thompson Learning, Inch.




DOI: https://doi.org/10.31289/analitika.v13i1.5035

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Program Pascasarjana Magister Psikologi, Universitas Medan Area

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License