Web Analytics Made Easy -
StatCounter

STRES KERJA KARYAWAN RESTORAN SIAP SAJI DAN RESTORAN PADANG

Autor(s): Rahmi Lubis, Rislisa Rislisa
DOI: 10.31289/analitika.v1i1.688

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran stres kerja yang dialami oleh karyawan yang bekerja di restoran siap saji dan restoran padang, tingkat stres, faktor pemyebab stres, dampak stres, serta penanganan stres yang dilakukan. Secara berkala setiap karyawan restoran siap saji dirotasi ke setiap bagian dan diharuskan menguasai setiap pekerjaan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Demikian pula, di restoran padang baik dengan osstem penggajian maupun dengan bagi hasi;, setiap pelayan memiliki kewajiban untuk melakukan tugas – tugas sesuai peraturan yang diberlakukan oleh restoran. Tuntutan serta kondisi kerja yang dialami oleh karyawan tersebut ternyata dapat menimbulkan apa yang disebut dengan stres kerja. Stres kerja merupakan gejala yang dirasakan secara fisiologis dan psikologis. Stres yang dialami oleh karyawan daat berakibat penurunan kualitas hidup, gangguan kesehatan, masalah hubungan interpersonal, hingga menurunnya produktivitas yang juga akan diraskaan dampaknya oleh organisasi. Penelitian ini dilakukan kepada 4 orang responden yang merupakan karyawan restoran siap saji dan restoran padang serta mengalami stres kerja. Digunakan pula informan yaitu supervisor, sahabat, istri, pacar dan manajer. Teknik pengumpulan data adalah dengan wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat responden mengalami gejala stres baik fisik maupun psikologis yang masuk dalam tingkat stres II. Stres yang dialami disebabkan oleh situasi kerja yang tidak nayaman dan kurang kondusif, hubungan kerja dengan rekan maupun atasan yang kurang harmonis dan tidak saling mengerti, adanya konflik peran karena tugas terlalu banyak dan ada masalah keluarga, pengembangan karir yang tidak jelas aturannya serta sistem penggajian yang dirasa kurang menguntungkan. Dampak stres yang dialami adalah keluhan fisik seperti sakit kepala, sakit punggung, gangguan tidur, gangguan psikologis seperti merasa tidak berdaya, pesimis, serta gejala prilaku seperti mudah marah, penurunan produktivitas seperti pekerjaan yang terbengkalai dan kecepatan kerja berkurang. Namun, ada seorang responden yang justru semakin produktif akibat stres yang dialami. Sedangkan penanganan stres yang dilakukan dengan mencari bantuan dan melakukan penyegaran.

Keywords

stres kerja; restoran siap saji; restoran padang

Full Text:

PDF

References

Anoraga, P., 2000. Psikologi Dalam Pembahasan, Rineka Cipta, Jakarta

Departemen Pekerjaan Umum, 2008. Buletin Cipta Karya, No.10/TAHUN VI/2008, Oktober 2008

Edgar, H.Schein, 1991. Organizational Culture and Leadership, Oxford Jossey Bass Publisher, san Fransisco.

Ferrinadewi, E., 2008. Merek & Psikologi Konsumen, Graha Ilmu, Yogyakarta

Gaspers, V., 2003. ISO 9001 : 2000 and Continual Quality Improvement, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Ginting, Pasti AY, 2008. Word Class Quality Management, KBI Jakarta

Hodge, B.J., Anthony, W.P., and Gales, 1996. Organization Strategy Prentice Hall.

Kotter, Jhon P., Heskett James L., 1992. Corporate Culture and Performance, The Free Press, New York.

Lucas, R., 1996. Costomer Service Skills and Concepts for Business, Irwin Mirror Press, Chicago.

Luthans, Fred, 1995. Organizational Behavior, Me Graw Hill International, Singapore

Martin , j., Siehl, C., 1983. Organization : There Perspectives Oxford Iniversity Press, New York.

Martin, J., Siehl, C., 1983, Organizational Culture and Counter Culture : An Uneasy Symbiosis, Organizational Dynamics, 12 (2) : 52-64.

Mathiew, J.E., and D.M. Zajac, 1990. A review and Meta Analysis Of theAntecendent, Correlates, and Concequences of Organizational Commitment. Psychological Bulletin, 108 : 171-194.

Miller, L.M., 1987. Manajemen Era Baru ; Beberapa Pandangan Menegnai Budaya Perusahaan Modern, Terjemahan, Pnerbit Airlangga, Jakarta.

Modway, Porter, & Steers, 1982. Psychology and Work Today : An Introduction to Industrial and Organizational Psychology, Mc Millan & Maxwell, New york.

Noe, R.M. and wayne, R.M. 1996. Human Resources management, Prentice Hall International.Tentang Perusahaan Daerah Air Minum tirtanadi Provinsi Sumatera Utara.

Perusahaan Daerah Air Minum tirtanadi Provinsi Sumatera Utara, 2000. Corporate Plan PDAM tirtanadi Provinsi Sumatera Utara 2001-2005

Perusahaan Daerah Air Minum Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara, ESP – USAID, 2005. Corporate Plan PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara 2006 – 2010.

Petrock, F., 1990. Corporate Culture Enhance Profits, dalam HR, 35.

Purwanto , 2008. Budaya Perusahaan , Pustaka Pelajar, Yogyakarta.

Ranupandojo, H., 1990. Tanya jawab Manajemen UPP AMP YKPN, Yogyakarta.

Rivai, V., 2005. Performance Appraisal, Raja Grafindo, jakarta.

Robbins, S.P., 1989. Organizational Behavior Concet, Controversies, Application, Simon & Schuster Company, New Jersey.

Sathe, Vijay, 1983, Culture and related Corporate realisties, Richard D, irwin Inc, Illinois.

Singh, J.N., 1988. Consumer Complaint Intentions and Behavior : Definitionaland Taxonomical Issues, Journal of Marketing , vol.52.

Smircich, L., 1983. Concept of Culture and Organizational Analysis, Administrative Science, quarterly, 28

Steers. RM, & L.W Porter, 1982. Motivation and work Behavior, Mc. Graw – hill Book Company, USA.

Susanto, A.B., 1997. Budaya Perusahaan ; Manajemen dan Persaingan Bisnis, Elex Media Komputindo, Jakarta.

Tika, M.P., 2006. Budaya organisasi dan peningkatan Kinerja Perusahaan, Bumi Aksara, jakarta.

Tilaar, H.A.R., 1997. Pengembangan Sumber Daya Manusia Dalam Era Globalisasi : Visi, Misi dan Program Aksi Pendidikan dan Pelatihan Menuju 2020. Grasindo, Jakarta.

Triguno, 1996. Budaya Kerja. Golden Trayon Press, Jakarta.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.