Web Analytics Made Easy -
StatCounter

EFEKTIVITAS KONSELING REALITAS UNTUK MENINGKATKAN PENYESUAIAN DIRI

Autor(s): Susi Diriyanti Novalina
DOI: 10.31289/analitika.v7i2.824

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan design pretest-posttest control group yang melibatkan 10 orang subjek penelitian yang terbagi dalam kelompok kontrol (5 orang) dan eksperimen (5 orang). Variabel dalam penelitian ini adalah konseling realitas sebagai variabel bebas dan penyesuaian diri sebagai variabel terikat. Penelitian ini mengambil lokasi di salah satu pendidikan tinggi yang memiliki sistem berasrama di kota Medan. Waktu pemberian perlakuan adalah empat hari dengan jumlah pertemuan sebanyak empat kali (satu hari untuk satu sesi pertemuan). Masing-masing sesi dilaksanakan selama ±180 menit. Setelah pelaksanaan intervensi selesai dilaksanakan, diberikan jeda waktu dua minggu sebelum dilakukan follow up. Data yang diperoleh kemudian dianalisa dengan menggunakan uji Mann Whitney U test.Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling realitas efektif meningkatkan penyesuaian diri taruna.  Sebelum mendapat konseling realitas, kelima subjek penelitian yang tergabung dalam kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol memiliki penyesuaian diri yang berada pada kategori rendah. Kemudian setelah diberikan intervensi konseling realitas pada kelompok eksperimen mengalami peningkatan penyesuaian diri menjadi kategori sedang. Konseling realitas memiliki pengaruh yang besar untuk meningkatkan penyesuaian diri yang terlihat dari nilai effect size sebesar 0,840.  

Keywords

penyesuaian diri, konseling realitas, sekolah asrama, teknik penerbangan

Full Text:

PDF

References

Achyar. (2001). Anak Berbakat (Gifted Learners). .

Fatimah, E. (2006). Psikologi Perkembangan: Perkembangan Peserta Didik. Bandung: Pustaka Setia

Hardjo, S., Eryanti N., (2015), Hubungan Dukungan Sosial dengan Psychological Well-Being pada Remaja Korban Sexual Abuse, Analitika: 7 (1): 12-19

Hartono& Sunarto. (2008). Perkembangan Peserta Didik. Jakarta:PT. Rineka Cipta

Maknun, Johar. (2006). Pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Boarding SchoolBerbasis KeunggulanLokal. .

Metia, C., Fenty Z., (2012), Hubungan Dukungan Sosial Orangtua dan Motivasi Belajar dengan Kemandirian Belajar, Analitika: 4 (1): 16-23

Misnita, H., Lahmuddin L., Azhar A., (2015), Hubungan Keyakinan Diri dan Dukungan Sosial dengan Penyesuaian Diri Mahasiswa, Analitika: 7 (1): 31-38

Octyavera, R. M. dkk. (2010). Hubungan Kualitas Kehidupan Sekolah dengan Penyesuaian Sosial pada Siswa SMA International Islamic Boarding School Republic of Indonesia. .

Rahmayati, T.E., Zulkarnain L., (2013), Hubungan Efikasi Diri Akademik dan Dukungan Sosial dengan Penyesuaian Diri, Analitika: 5 (2): 43-49

Rumiani. (2006). Prokrastinasi Akademik Ditinjau dari Motivasi Berprestasi dan Stres Mahasiswa. Jurnal Psikologi Universitas Diponegoro. Vol.3, No.2, Desember 2006: 37-48

Siregar, I.M., Suryani H., (2013), Hubungan Kecemasan Kematian dan Dukungan Sosial Terhadap Motivasi Kerja Karyawan ODHA (Orang Dengan HIV-AIDS), Analitika: 5 (2): 26-32

Tilaar, H. A.R. (2002). Perubahan Sosial dan Pendidikan. Jakarta: PT Gramedia.

Vembriarto, S.T. (1993). Sosiologi Pendidikan. Jakarta: BPK Gunung Agung.

Wati S, P., Cut M., (2010), Hubungan antara Dukungan Sosial Keluarga dan Self Efficacy dengan Kemandirian Belajar pada Siswa SMKN 2 Medan, Analitika: 2 (2): 45-54

Refbacks

  • There are currently no refbacks.