Web Analytics Made Easy -
StatCounter

emahaman Nilai Sosial Dan Prestasi Belajar Siswa SD Ditinjau Dari Status Ketiadaan Ayah

Autor(s): Angeline Hosana Zefany Tarigan
DOI: 10.31289/analitika.v8i1.853

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara status ketiadaan ayah dengan pemahaman nilai sosial siswa SD, apakah ada hubungan antara status ketiadaan ayah dengan prestasi belajar siswa SD, serta apakah ada hubungan antara status ketiadaan ayah dengan pemahaman nilai sosial dan prestasi belajar siswa SD. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan metode analisis Multivariate Anova (Manova). Subyek penelitian adalah siswa SD yang berjumlah 36 orang yang diketahui tidak memiliki ayah. Hasil analisis menunjukkan nilai F dan nilai signifikansi (nilai p) untuk variabel status ketiadaan ayah terhadap pemahaman nilai sosial adalah 0,844 dan 0,365. Karena nilai p > 0,05, maka hal ini berarti Ho1 diterima atau tidak ada hubungan antara status ketiadaan ayah dengan pemahaman nilai sosial siswa SD. Nilai F dan nilai P untuk variabel status ketiadaan ayah terhadap prestasi belajar adalah 0,520 dan 0,476. Karena nilai p > 0,05, maka hal ini berarti Ho2 diterima atau tidak ada hubungan antara status ketiadaan ayah dengan prestasi belajar siswa SD. Nilai F dan nilai P untuk variabel status ketiadaan ayah terhadap pemahaman nilai sosial dan prestasi belajar adalah 0,503 dan 0,609. Karena nilai p > 0,05, maka hal ini berarti Ho3 diterima atau tidak ada hubungan antara status ketiadaan ayah dengan pemahaman nilai sosial dan prestasi belajar siswa SD. Bisa juga disimpulkan bahwa ketiadaan ayah tidak memiliki hubungan dengan pemahaman nilai sosial dan prestasi belajar siswa SD.

Keywords

pemahaman nilai sosial; prestasi belajar; status ketiadaan ayah

Full Text:

PDF

References

Ahrons, Constance R., dan Miller, Richard B. 1993. The Effect of The Post Divorced Relationship on Paternal Involvement: A Longitudinal Analysis. American Journal od Orthopsychiatry. Volume 63, No 3.

Aquilino, William. 1994. Later Life Parental Divorce and Widowhood. Journal of Marriage and The Family. Volume 56.

Braver, Sanford H., Wolchik, Sharlene A., Sandler, Irwin M., Fogas, BruceS., dan Zvetina, Daria. 1991. Frequency of Visitation by Divorced Father: Differences in Reports by Fathers and Mothers. American Journal od Orthopsychiatry.

Conseur, Amy dkk. 1997. Maternal and Perinatal Risk Factors for Later Delinquency, Journal of Pediatrics. Volume 99.

Dagun. Save M. 2002. Psikologi Keluarga. Jakarta: Rineka Cipta.

Djahiri, A. Kosasih. 1996. Menelusuri Dunia Afektif, Pendidikan Nilai dan Moral. Bandung: Lab. Pengajaran PMP-IKIP Bandung.

Furstenberg Jr, Frank F., dan Winquist Nord, Christine. 1985. “Parenting Apart: Patterns of Childbearing after Marital Disruption.” Journal of Marriage and Family. Volume 47.

Gunarsa, Singgih D. 1993. Psikologi Praktis Anak, Remaja, dan Keluarga. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Harper, Cynthia dan McLanahan, Sara, S. 2004. Father Absence and Youth Incarceration. Journal of Research on Adolescence. Volume 14.

Hurlock, E.B. 2006. Perkembangan Anak. Jilid 2. Edisi Soft Cover. Jakarta : Penerbit Erlangga.

Kock, M. Dan Lowery, C. 1984. Visitation and the Noncustodial Father. Journal of Divorce. Volume 8. No. 2.

Nana Syaodih. 2005. Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.

Sattler, J.M. 1988. Assessment of Children. 3rd edition. San Diego: Jerome M. Sattler Publisher.

Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi. Jakarta : Rineka Cipta.

Sundari, A. R., Herdajani, F. (2013). Dampak Fatherless terhadap Perkembangan Psikologi Anak. Fakultas Psikologi: Universitas Persada Indonesia YAI.

William, S. (2011). The Importance Role of Fathers in The Lives of Young Children: Parents as Teachers.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.