Web Analytics Made Easy -
StatCounter

HUBUNGAN KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN SEMANGAT KERJA DENGAN KETERLIBATAN KERJA

Autor(s): Marisha Sembiring, Kaiman Turnip, Suryani Hardjo
DOI: 10.31289/analitika.v7i1.864

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepemimpinan transformasional dan semangat kerja dengan keterlibatan kerja karyawan. Metode penelitian adalah kuantitatif deskriptif. Populasi penelitian adalah pegawai Inspektorat Kabupaten Langkat yang berjumlah 35 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling dikarenakan keterbatasan jumlah responden. Instrumen pengumpul data adalah skala gaya kepemimpinan transformasional, skala keterlibatan kerja, dan skala semangat kerja. Analisa data menggunakan teknik analisis regresi berganda.Hasil penelitian mengindikasikan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kepemimpinan transformasional dan semangat kerja dengan keterlibatan kerja pegawai Inspektorat Kabupaten Langkat. Adapun besarnya pengaruh kepemimpinan transformasional dan semangat kerja terhadap keterlibatan kerja hanya sebesar 11,9%. Hal ini berarti ada sebanyak 88,1% faktor lain yang mempengaruhi keterlibatan kerja pegawai namun tidak diteliti pada penelitian ini. Dari hasil penelitian diketahui bahwa subjek memiliki persepsi kepemimpinan transformasional yang tergolong tinggi, semangat kerja yang tergolong tinggi dan keterlibatan kerja yang tergolong sedang

Keywords

kepemimpinan transformasional; semangat kerja; keterlibatan kerja

Full Text:

PDF

References

Anoraga, Pandji & Suyati, Sri. (1995). Perilaku Keorganisasian. Jakarta: PT. Dunia Pustaka Jaya.

Brown, S.P. (1996). A Meta-Analysis and Review of Organizational Research on Job Involvement. Psychological Buletin. 120 (2): 235-255.

Carlaw, Deming & Friedman. (2003). Managing & Motivating Contact Center Employees. USA: The McGraw-Hill Companies.

Cohen, A. (2003). Multiple Commitment in the Workplace: An Integrative Approach. New Jersey: Lawrence Erlbaum Associates, In.

Damayanti, N., Martinus T., (2012) Perbedaan Motivasi Kerja dan Keterlibatan Kerja dengan Kinerja, Analitika: 4 (1): 31-37

Diamond, Larry. (2003). Developing Democracy Toward Consolidation. Yogyakarta: IRE Press.

Hiriyappa, B. (2009). Organizational Behaviour. New Delhi: New Age International Ltd, Publishers.

Hockey, J., & Lee, I. (2012). Leading for Engagement: How Senior Leaders Engage their People. National School of Government: Sunning Dale Institute.

Kanunga, R.N. (1982). Work Alienation: An Integrative Approach. New York: Praeger Publisher.

Kest, T. Ray. (2007). Principles of Leadership: Leadership Management. Academic Research Library. Walden University. Vol.31 No.1/2.

Moynihan, D.P. & Pandey, S.K. (2007). Finding Workable Levers Over Work Motivation: Comparing Job Satisfaction, Job Involvement and Organizational Commitment. La Follette School Working Paper.

Munandar, A.S. (2001). Psikologi Industri dan Komunikasi. Jakarta: Universitas Indonesia.

Robbins, S.P. (2001). Organizational Behavior. 9th ed. USA: Prentice-Hall International Edition.

Thoha, Miftah. (2010). Perilaku Organisasi Konsep Dasar dan Aplikasinya. Jakarta Raja Grafindo Persada.

Wexley, Kennet N., & Yukl, Gary. (1992). Perilaku Organisasi dan Psikologi Personalia. Jakarta: Rineka Cipta.

Yukl, Gary. (2009). Kepemimpinan dalam Organisasi. Terj. Edisi Kelima. Jakarta: PT. Indeks.

Dokumen-dokumen:

Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974. (1995). Pokok-Pokok Kepegawaian. Jakarta: Biro Kepegawaian DKI Jakarta.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 79 Tahun 2005 Tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.

Peraturan Bupati Langkat Nomor 49 Tahun 2008 Tentang Rincian Tugas dan Fungsi Inspektorat Daerah Kabupaten Langkat.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.