PEMANFAATAN TUMBUHAN OBAT DIABETES MELLITUS DI MASYARAKAT ETNIS SIMALUNGUN KABUPATEN SIMALUNGUN PROVINSI SUMATERA UTARA


Helen Anjelina Simanjuntak(1*),


(1) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Senior Medan
(*) Corresponding Author

Abstract


Diabetes Mellitus is a health issue that attracts a lot of attention because of the prevalence rate that increases every year, especially in developing countries like in Indonesia. Diabetes Mellitus (DM) is a condition of decreasing the function of the pancreas to produce insulin or insulin receptors are not sensitive so that a metabolic disorder occurs where glucose is not converted into glycogen so that glucose can not enter the cells, resulting in increased blood glucose. Simalungun ethnic is one of the ethnic group in Simalungun Regency of North Sumatera Province where the society of Simalungun ethnic still utilize herbs as an alternative treatment like diabetes mellitus, so it is necessary to do research about the Utilization of Diabetes Mellitus Medicinal Plants In Simalungun Ethnic Society of Simalungun Regency of North Sumatera Province. This research was conducted using exploratory survey by the independent variable informant. Data collection was done by in-depth interview technique to informant. The results obtained 26 species of plants, consisting of, 20 families and 15 orders that have potential as an antidiabetic drug. Plant parts used are roots, leaves, fruit, stems, bark, seeds and tubers. And the most widely used is the leaves as much as 40.74%.


Keywords


Simalungun, Medicinal Plants, Diabetes Mellitus

Full Text:

PDF

References


Azhari, N.T.P dan Ety. A. (2016). Peranan Jombang (Taraxacum officinale) sebagai Hepatoprotektor. Majority. Volume 5 (5). Desember 2016. Universitas Lampung.

BPOM RI. (2007). Acuan Sediaan Herbal. Volume Ketiga Edisi Pertama. Direktorat Obat Asli Indonesia.

BPOM RI. (2010). Acuan Sediaan Herbal. Volume Kelima Edisi Pertama. Direktorat Obat Asli Indonesia.

BPOM RI. (2013). Formularium Ramuan Etnomedisin Obat Asli Indonesia. Volume Ketiga. Direktorat Obat Asli Indonesia.

Bryan. Y.K., Mona.P.W., dan Christi. M. (2015). Pengaruh Pemberian Ekstrak Umbi Bawang Merah (Allium cepa) Terhadap Kadar Gula Darah Tikus Wistar (Rattus norvegicus) Yang Diinduksi Dengan Aloksan. Jurnal e-Biomedik (eBM). Vol 3. No.1, Januari-April 2015.

Dalimartha. S. (2000). Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Jilid 2. Trubus Agriwidya. Anggota IKAPI. PT. Pustaka Pembangunan Swadaya Nusantara. Jakarta.

Dinasari. D dan Fifteen. A.F. (2015). Uji Aktivitas Antidiabetes Ekstrak Air Kelopak Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L) Pada Tikus dengan Metode Induksi Aloksan. Jurnal Farmasi Sains dan Terapan. Volume 2. Nomor 1. Januari 2015.

Fakhrozi. I. (2009). Etnobotani Masyarakat Suku Melayu Tradisional Di Sekitar Taman Nasional Bukit Tigapuluh. Fakultas Kehutanan. Institute Pertanian Bogor.

Gusmailina & S. Komarayati. (2015). Review: Eksplorasi Potensi Senyawa Organik Kayu Ular (Strychos lucida) Sebagai Sumber Biofarmaka. Pros Sem Nas Masy Biodiv Indon. Volume 1(7), Oktober. Pusat Litbang Hasil Hutan. Badan Litbang Kehutanan. Bogor.

Handayani. L. (2003). Membedah Rahasia Ramuan Madura. Jakarta: Agromedia Pustaka.

Harada, K. Rahayu. M., dan Muzakkir. A. (2006). Tumbuhan Obat Taman Nasional Gunung Halimun. Jawa Barat. Indonesia. PALMedia creative pro. Bandung.

Kim JS, Ju JB, Choi CW, dan Kim SC. 2006. Hypoglycemic and Antihyperlipidemic Effect of Korean Medicinal Plants in Alloxan Induced Diabetic Rats. Am J of Biochemistry and Biotecnology, 2(4).

Simanjuntak, H.A.. (2016). Etnobotani Tumbuhan Obat di Masyarakat Etnis Simalungun Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara, BioLink, Vol. 3 (1), Hal: 75-80

Setiawan. (2007). Distribusi Penggunaan Antidiabetik Oral Di Rumah Sakit. Jurnal Farmasi Indonesia. Universitas Farmasi Purwekerto

Setiawan. A.S., Elin. Y., Ketut. A., Hikmat. P., dan Primal. S. (2011). Efek Antidiabetes Kombinasi Ekstrak Bawang Putih (Allium sativum Linn) dan Rimpang Kunyit (Curcuma domestica Val) dengan Pembanding Glibenklamid pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2. MKB. Volume 43. No.1. Fakultas Kedokteran Gigi. Universitas Padjaddjaran.

Sudjono T.A., Wahyuni. A.S. (2005). Pengaruh Decocta Daun Lidah Buaya (Aloe vera) terhadap Kadar Glukosa Darah Kelinci Yang Dibebani Glukosa. Jurnal Penelitian Sains dan Teknologi.

Sheliya M.A, Rayhana B, Ali A. Pillai KK, Aeri V, Sharma M, Mir SR. (2015). Inhibition of α-glucosidase by new prenylated flavonoids from euphorbiahirta L. herb. J Ethnopharmacol.

Yuda. I.K.A., Made. S.A.., Anak. A.G.O. Dharmayudha. (2013). Identifikasi Golongan Senyawa Kimia Ekstrak Etanol Buah Pare (Momordica charantia) dan Pengaruhnya Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Tikus Putih Jantan (Rattus novergicus) yang Diinduksi Aloksan. Buletin Veteriner Udaya. Vl 5.(2). Agustus. Universitas Udayana-Bali.

Zega. V., Pemsi. M.W., Christi. M. (2016). Uji Beberapa Dosis Ekstrak Buah Mengkudu (Morinda citrifolia L) terhadap Kadar Glukosa Darah Pada Tikus Wistar (Rattus norvegicus) yang diinduksi Aloksan. Jurnal e-Biomedik (eBM). Volume 4. Nomor 2.

Zuhud, EAM dan Haryanto. (1994). Pelestarian Pemanfaatan Keanekaragaman Tumbuhan Obat Hutan Tropika Indonesia. Jurusan Konservasi Sumberdaya Hutan Fakultas Kehutanan IPB dan Lembaga Alam Tropika Indonesia (LATIN). Bogor.




DOI: https://doi.org/10.31289/biolink.v5i1.1663

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Fakultas Biologi, Universitas Medan Area

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License