EFEKTIVITAS BIOHERBISIDA DARI LIMBAH CAIR PULP KAKAO DALAM PENGENDALIAN BERBAGAI JENIS GULMA DI KEBUN MASYARAKAT KECAMATAN DELI TUA KABUPATEN DELI SERDANG

Autor(s): Syarifah Widya Ulfa
DOI: 10.31289/biolink.v5i2.2007

Abstract

Weed known as plants that are able to adapt on the rhythm of growth of crops cultivation. The growth of weeds fast, high regeneration power when injured, and was able to bloom even though conditions are harmed by crop cultivation. Physically, weeds compete with the crop cultivation for space, light, and chemically for water, nutrients, gases. The research was done in the Kec.Deliserdang. The time of the research was carried out in May up to September 2018. Methods in this study using Random Design Group, which is composed of 5 treatment and 6 Deuteronomy. treatment with long fermentation liquid waste pulp. The level of intoxication bioherbicide against weeds was observed after 14 days after application assessment scoring system with cocoa. The results obtained in this study indicate that Fermented pulp of cocoa poisoning influence of weeds Ageratum conyzoides, Axonopus compresus, Borreria latifolia, Cyperus kylingia and Paspalum conjugatum. Fermentation efektiv on F3. There are 4 types of weeds that the level of toxicity is higher compared with long fermentation of 1, 2, and 4 weeks. Of the 5 types, bioherbisida pulp of cocoa is very poisoning the type level effective weeds Ageratum conyzoides until 14 days.

Keywords

Weed, Pulp of cocoa, fermentation, Bioherbisida

Full Text:

PDF

References

Atmana, S.A., (2000). Proses Enzimatis pada Fermentasi untuk Perbaikan Mutu Kakao. BPP Teknologi. http:www.iptek/terapan/cocoa.co.id.html. [17 November 2011].

Away, Y. (1985). Evaluasi Pengaruh Beberapa Marga Mikroorganisme pada Fermentasi Biji Kakao Terhadap Mutu Cita rasa Indeks Fermentasi. Tesis. ITB. Bandung.

Chinery, D. (2002). Using Acetic Acid (Vinegar) As A Broad-Spectrum Herbicide. Cooperatif Extension Educator, Cornell Cooperative Extentsion of Rensselaer Country, 61 state street, try NY.

Cruz, D. (2002). Vinegar: An effective Herbicide For Organic Farming. http: // www.pinoybisnes.com/agri-business/vinegar-an-effective-herbicide-for-organic-farming/.

Deptan. (2010). Pemanfaatan Pulpa Kakao. http:// epetani.deptan.go.id/blog/pemanfaatan-pulpakakao-1605 html. [17 November 2011].

Devi, S.R., Pellisier and Prasad. (1997). Allelochemical. In: M.N.V.Prasad (Eds).1997. Plant Ecophysiology. John Willey and Sons, Inc. Toronto, Canada. 253-303.

Djojosumarto, Panut. (2008). Panduan lengkap pestisida dan aplikasi. PT Agromedia Pustaka. Jakarta.

Effendi, M.S. (2002). Kinetika fermentasi asam asetat (vinegar) oleh bakteri Acetobacter aceti B127 dari etanol hasil fermentasi limbah cair pulp kakao. Jurnal Tekno dan Industri Pangan Vol 13 (2) : 125 – 135.

Evans, G.J., R.R. Bellinder, and M.C. Goffinet. (2009). Herbicidal Effects of Vinegar and a Clove Oil Product on Redroot Pigweed (Amaranthus retroflexus) and Velvetleaf (Abutilon theophrasti). Weed Technology. 23 (2): 292-299.

Fardiaz, Srikandi. (1992). Mikrobiologi pangan 1. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Genowati, I dan U. Suwahyono. (2008). Prospek Bioherbisida sebagai Alternatif Penggunaan Herbisida Kimiawi. Direktorat, TAB, BPP Teknologi. Jakarta.

Hartoto, L. (1991). Petunjuk Laboratorium Teknologi Fermentasi. IPB : Pusat Antar Universitas Bioteknologi. Bogor.

Jhonny, Martin. (2006). Dasar-dasar Mata Kuliah Gulma. Jurusan Biologi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas UNDAYA.

Komisi Pestisida. (2000). Pestisida Untuk Pertanian dan Kehutanan. Departemen Pertanian. Koperasi Daya Guna. Jakarta.

LPP. (2000). Buku Pintar Mandor Seri Budidaya Tanaman Kelapa Sawit. Yogyakarta.

Lubis, A.U. (2008). Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Indonesia. Edisi Revisi 2. Pusat Penelitian Kelapa Sawit Medan.

Moenandir, J. (1988). Fisiologi Herbisida (Ilmu GulmaBuku II). Rajawali Press. Jakarta. 143 hlm.

Moenandir, Jody. (1993). Pengantar Ilmu dan Pengendalian Gulma. Buku 1. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Nasution, M.Z., W. Tjiptadi, B.S. Laksmi. (1985). Pengolahan Cokelat. Bogor. Agroindustri Press.161 hlm.

Nasution, U. (1986). Gulma dan Pengendaliannya di Perkebunan Karet Sumatera Utara dan Aceh. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan Tanjung Morawa (P4TM), Tanjung Morawa.

Oudejans, JH. (1991). Agro Pesticides: Properties and Function in Integrated Crop Protection. United Nations Bangkok. 329 hlm.

Owen, M.D.K. (2002). Acetic acid (vinegar) for weed control revisited. Journal Organic weed management workshop. 488 (11): 91.

Pairunan, V.I. (2009). Karakteristik Fermentasi Pulp Kakao dalam

Pratama , Aris Faisal, Herry Susanto & Dad R. J. Sembodo. (2013). Respon Delapan Jenis Gulma Indikator Terhadap Pemberian Cairan Fermentasi Pulp Kakao. J. Agrotek Tropika. ISSN 2337-4993 Vol. 1, No. 1: 80 – 85, Januari 2013 Produksi Asam Asetat Menggunakan Bioreaktor. Tesis. Intitut Pertanian Bogor. 88 hlm.

Pujisiswanto, H. (2011). Karakteristik Asam Cuka sebagai Bioherbisida untuk Pengendalian Gulma. Laporan Penelitian Hibah DIPA. Lembaga Penelitian Universitas Lampung.

___. (2011). Uji Daya Racun Cuka (Asam Asetat) pada Awal Pertumbuhan Gulma. Jurnal Pertanian dan Ligkungan. Enviagro. 4 (2): 1-6.

___. (2012). Kajian Daya Racun Cuka (Asam Asetat) Terhadap Pertumbuhan Gulma Pada Persiapan Lahan. Agrin. 16 (1).

___. (2015). Mekanisme dan Efektivitas Asam Asetat Sebagai Herbisida Terhadap Gulma Pada Jagung (Zea mays L.). Disertasi S3 Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.

Pujisiswanto, Hidayat, Prapto Yudono, Endang Sulistyaningsih dan Bambang H. Sunarminto. (2014). Pengaruh Asam Asetat Sebagai Herbisida Pra Tumbuh Terhadap Pertumbuhan Gulma Dan Perkecambahan Jagung. Prosiding Seminar Nasional Agroinovasi Spesifik Lokasi Untuk Ketahanan Pangan Pada Era Masyarakat Ekonomi ASEAN

Purawisastra S, Gumbira-Sa’id E, Doelle HW. (1994). Peningkatan Etanol Hasil Fermentasi Zymomonas Mobalis dengan Enzim Invetase. J.Mikrobiol Inones. Vol 2:31 – 35.

Salisbury, F.B. dan C.W. Ross. (1995). Fisiologi Tumbuhan. Terjemahan Lukman dan Sunaryono. ITB, Bandung. 338 hlm.

Sastroutomo.S.S. (1990). Ekologi Gulma. PT gramedia Putaka Utama. Jakarta.

Sembodo, D. R. J. (2010). Gulma Dan Pengelolaannya. Graha Ilmu Yogyakarta.

Sujarman, Hermanus Suprapto & Dad R.J. Sembodo. (2013). Respons Pertumbuhan Gulma Terhadap Kepekatan Cairan Fermentasi Pulp Kakao Sebagai Bioherbisida Pascatumbuh. J. Agrotek Tropika. ISSN 2337-4993 Vol. 1, No. 3: 277 – 282.

Sukman, Yernelis dan Yakup. (2002). Gulma dan Teknik Pengendaliannya. PT. Rajagrafindo Persada. Jakarta.

Sunarto, H. (1992). Cokelat Budidaya, Pengolahan Hasil, dan Aspek Ekonominya. Kanisius. Yogyakarta.

Suryani, w. (1991). Studi Efektifitas Beberapa Perlakuan Herbisida Dengan DuaAlat Semprot Untuk Pengendalian Gulma Utama Di Jalur Tanaman KaretMenghasilkan. Jurusan Budidaya Pertanian. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor

Wibowo, Ari dan M. Nazif. (2007). Efektivitas Herbisida Monoamonium Glifosat Untuk Pengendalian Gulma Di Bawah Tegakan Sengon Di Parung Panjang, Jawa Barat. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol.4 No.1, Mei 2007, 001 – 067

Widyotomo, S. (2008). Teknologi fermentasi dan diversifikasi pulp kakao menjadi produk yang bermutu dan bernilai tambah. Review Penelitian Kopi dan Kakao. Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia. Jember. 24(1): 65-82.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.