Kedudukan Saksi Non Muslim Dalam Pandangan Islam Dan Kitab Undang-undang Hukum Acara Perdata Sebagai Alat Bukti Berperkara Di Pengadilan Agama

Anto Mutriady Lubis

Abstract


Peradilan agama memiliki peran penting khususnya bagi penyelesaian perkara perdata islam bagi orang-orang islam. Di dalam pembuktian di peradilan agama khususnya saksi perlu ada kejelasan tentang kedudukan saksi  non muslim yang sama dengan saksi muslim yaitu sebagai salah satu alat bukti dalam pembuktian  di persidangan perkara peradilan agama, guna untuk menguatkan dalil-dalil para pihak yang berpekara. Kekuatan pembuktian saksi non muslim di pengadilan agama harus secara jelas aturan yang mengatur tentang kedudukan saksi non muslim dalam berperkara di pengadilan. hal ini menimbang adanya pembauran antara masyarakat muslim dengan penganut masyarakat non muslim. Sehingga tidak menutup kemungkinan penganut non muslim menjadi saksi di muka pengadilan Agama yang dapat membantu menyelesaikan suatu perkara di pengadilan agama.


Keywords


Peradilan agama, Saksi.

Full Text:

PDF

References


Abd Somad, Hukum Islam/Penormaan Prinsip Syariah Dalam Hukum Indonesia, Kencana, Jakarta,Tahun 2010.

Amiur Nurrudin dan Azhari Akmal Tarigan, Hukum Perdata Islam Di Indonesia, Kencana Prnada Media Grup, Jakarta,Tahun 2004

M Yahya Harahap, Hukum Acara Perdata, Sinar Grafika, Jakarta, Tahun 2005

Zainal Asikin, Hukum Acara Perdata Di Indonesia, Kencana, Jakarta, Tahun 2015

http://www.referensimakalah.com/2012/09/saksi-non-muslim-menurut-ulama, Di akses tanggal 9 september 2018.




DOI: https://doi.org/10.31289/doktrina.v1i2.1921

DOI (PDF): https://doi.org/10.31289/doktrina.v1i2.1921.g1691

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License