Usia Kawin Perempuan dalam Paradigma Hukum Islam


Nur Anissa(1*), Arfin Hamid(2), Ratnawati Ratnawati(3),


(1) Universitas Hasanuddin
(2) Universitas Hasanuddin
(3) Universitas Hasanuddin
(*) Corresponding Author

Abstract


Islamic law does not determine the age of marriage for women, but only provides the conditions according to the Surah An-Nur Verse (6) and (32), Marriage may be carried out if it is old enough or fit for marriage or maturity". The Islamic Law Compilation (KHI) determines the age of marriage if it reaches the age of 16 years, this is subject to debate because national law determines the age of 16 years is the age of children or minors who still need education or physical and mental maturity. This study aims to analyze the paradigm of Islamic law on the age of marriage for women, the normative aspects of female marriage at an early age and the implementation of early marriage for women. This study uses a normative approach, namely examining existing problems normatively and factually using applicable laws and regulations and legal theories supported by literature data studies, research is carried out by examining library materials to obtain secondary data. The scholars agree that women can marry if they have adults with characteristics, namely: First, physically able (physically) marked by menstruation usually occurs at the age of 9 to 17 years. The second requirement is being able to be psychologically related to the education or way of thinking of a woman to deal with various conditions in marriage. The factor of a woman's maturity varies in each region because it is influenced by culture, women's physicality (reproduction), education and so on. In this era of globalization, with the factors mentioned above, it is ideal for women to marry when they are 21 years old.

Keywords


Islamic law, age of marriage, women

Full Text:

2PDF

References


A.M. Ismatulloh. Konsep Sakinah, Mawaddah Dan Rahmah Dalam Al-Qur’an (Prespektif Penafsiran Kitab Al-Qur’an Dan Tafsirnya). Mazahib. Volume XIV Nomor 1. Juni 2015.

Ahmad Arif Masdar Hilmy. Disparitas Usia Minimal Perkawinan Dalam Kompilasi Hukum Islam Perspektif Teori Batas Maslahah Sa’id Ramadan Al-Buti. Islam Nusantara. Volume 03 Nomor 01. Januari-Juni 2019.

Ahmad Masfuful Fuad. Ketentuan Batas Minimal Usia Kawin: Sejarah, Implikasi Penetapan Undang-Undang Perkawinan. Petita. Volume 1 Nomor 1. April 2016.

Bani Syarif Maula. Perlindungan Perempuan dalam Hukum Perkawinan di Indonesia: Wacana Pembaharuan Undang-Undang Perkawinan dalam Masalah Batas Usia Perkawinan. Yinyang. Volume 14 Nomor 1. Juni 2019.

Enik Isnaini. Penyuluhan Hukum Batas Usia Minimal Perkawinan Setelah Putusan MK No. 22/PUU-XV/2017 Sebagai Upaya Perlindungan Anak Dari Perkawinan Di bawah Umur Di Desa Dukuhagung Kecamatan Tikung Lamongan. Abdimas Berdaya. Volume 3 Nomor 01. 2020.

Habib Shulton A. Tinjauan Kritis Terhadap Hak-Hak Perempuan Dalam UU. No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan: Menegakkan Keadilan dan Perlindungan Ham Perspektif Filsafat Hukum Islam Fikri. Volume 1 Nomor 1. Juni 2016.

Isnaeni. Moch. (2016). Hukum Perkawinan Indonesia. Jakarta: PT Refika Aditama.

Kamsi. (2014). Pergulatan Hukum Islam dan Politik dalam Sorotan. Yogyakarta: Pustaka Ilmu.

Mardani. (2011). Hukum Perkawinan Islam di Dunia. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Mertokusumo. Sudikno. (1996). Mengenal Hukum Suatu Pengantar. Yogyakarta: Liberty.

NN, Kementerian Agama RI. (2012). Kedudukan dan Peran Perempuan (Tafsir Al-Qur’an Tematik), Jakarta: Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Direktorat Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama RI.

Qoyimatul Mufidah. Dkk. Ulama Perempuan Dalam Paradigma Fiqih Patriakis. Lentera. Volume 19 Nomor 1. Maret 2020

Rachman. Anwar. dkk. (2020). Hukum Perkawinan Indonesia dalam Perspektif Hukum Perdata, Hukum Islam, dan Hukum Administrasi. Jakarta: Prenamedia Group.

Rofiq. Ahmad. (2013). Hukum Perdata Islam di Indonesia. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Ramdan Wagianto. Tradisi Kawin Colong Pada Masyarakat Osing Banyuwangi Perspektif Sosiologi Hukum Islam. Al-Ahwal. Volume 10 Nomor 1. Juni 2017 M/1438 H.

Santoso. Imam Budhi. (2011). Petuah-Petuah Bijak Para Leluhur Nusantara seputar Perkawinan. Yogyakarta: Laksana.

Shihab. Quraish. M. (2002). Tafsir Al-Misbah: Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur’an. Jakarta: Lentera Hati.

Shofiyulloh. Target Usia Perkawinan Bagi Santriwati: Studi Di Pondok Pesantren Darussalam Dukuhwaluh Purwokerto. Yinyang. Volume 14 Nomor 2. Desember 2019.

Xavier Nugraha. Dkk. Rekonstruksi Batas Usia Minimal Perkawinan Sebagai Bentuk Perlindungan Hukum Terhadap Perempuan (Analisa Putusan MK No. 22/PUU-XV/2017). Lex Scientia Law Review. Volume 3 Nomor 1. Mei 2019.

Yusuf Hanafi. Kontroversi Usia Kawin Aisyah Ra dan Kaitannya dengan Legalitas Perkawinan Anak Di Bawah Umur dalam Islam. Istinbath. Volume 15 Nomor 2. Desember 2016.

Undang-Undang No. 16 Tahun 2019 Tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

Instruksi Presiden No. 1 Tahun 1991 tentang Kompilasi Hukum Islam.

Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 22/PUU-XV/2017 tentang Usia Kawin Perempuan.




DOI: https://doi.org/10.31289/doktrina.v4i1.4253

Article Metrics

Abstract view : 0 times
2PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License