Perbandingan Kedudukan Penyidik Tindak Pidana Narkotika Menurut Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika Dan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana

Ramses Hutagaol(1*),


(1) Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Rokania
(*) Corresponding Author

Abstract


The existence of Authority between Investigators of the National Narcotics Agency and the Republic of Indonesia Police Article 81 of Law Number 35 Year 2009 concerning Narcotics, especially in the field of investigation, causes a dualism in the investigation of narcotics crime. The authority of the Narcotics Agency in Law Number 35 of 2009 has a greater portion than the Police Discipline. The regulatory authority for the investigation of the National Narcotics Agency in Law Number 35 Year 2009 concerning National Narcotics in the context of preventing the development of increasingly organized narcotics crime. In addition good coordination needs to be continued between the police and PPNS BNN. In order for the Government to make laws and regulations governing the limits of authority between law enforcement agencies such as the PPNS National Narcotics Agency and the National Police so that there are no differences in interpretation and investigation dualism.

Keywords


Narcotics, Investigators.

Full Text:

PDF

References


Arief, B. N. (2005). Beberapa Aspek Kebijakan Penegakan dan Perkembangan Hukum Pidana. Bandung: Citra Aditya Bhakti.

Asshiddiqe, J. (2010). Perkembangan & Konsolidasi Lembaga Negara Pasca Reformasi. Jakarta: Sinar Grafika.

Daniel, A. S. (2013). Komentar & Pembahasan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Jakarta: Sinar Grafika.

Hamzah, A. (1989). Pengantar Hukum Acara Pidana di Indonesia. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Harahap, M. (2012). Pembahasan Penerapan dan Permasalahan KUHAP, Penyidikan dan Penuntutan. Jakarta: Sinar Grafika.

Hartono. (2010). Penyidikan dan Penegakan Hukum Pidana melalui Pendekatan Hukum Progresif. Jakarta: Sinar Grafika.

Huda, N. (2007). Lembaga Negara Dalam Masa Transisi Demokrasi. Yogyakarta: UII Press.

Kuffal, H. (2010). Penerapan KUHAP Dalam Praktik Hukum. Malang: UMM Press.

Manao, H., dan Triono E., (2013), Kajian Yuridis atas Penangkapan dan Penahanan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil Berdasarkan Hukum Acara Pidana di Indonesia (Studi Kasus PutusanNomor: 15/Pra.Pid/2012/PN.Mdn dan Putusan Nomor: 01/Pid.Pra/Per/2012/PN.Stb), Mercatoria, 6 (2): 176-189

Marzuki, P. M. (2009). Penelitian Hukum. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Mulyadi, L. (2012). Hukum Acara Pidana, Normatif, Teoritis, Praktik dan Permasalahannya. Bandung: Alumni.

Nainggolan, M., Elvi Z., dan Saparuddin, (2010), Peranan Hakim dalam Memberikan Perlindungan Hukum terhadap Anak Korban Penyalahgunaan Narkotika (Studi Pengadilan Negeri Lubuk Pakam), Mercatoria, 3 (2): 116-132

Print, D. (1998). Hukum Acara Pidana dalam Praktek. Jakarta: Djambatan. Silalahi, D.H. (2018). Penanggulangan Tindak Pidana Penyalahgunaan Narkotika di SAT RES Narkoba Polres Tebing Tinggi, 5 (2): 60- 67.

Sirait, E.W. & Rafiqi (2018). Pertimbangan Hakim dalam Menjatuhkan Putusan Tindak Pidana Narkotika Yang Dilakukan Pengedar pada Putusan No : 2071/Pid.Sus/2016/Pn-Mdn), 5 (1) 2018: 1-7.

Wisnubroto, A. (2002). Praktek Peradilan Pidana (Proses Persidangan Perkara Pidana). Jakarta: Galaxy Puspa Mega.




DOI: https://doi.org/10.31289/jiph.v6i2.2727

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

ISSN 2355-987X (Print) | ISSN 2622-061X (Online)