Pusat Pecinta Kucing di Pekanbaru dengan Pendekatan Arsitektur Ekspresionis


Muhammad Mahdi Hadiwijaya(1), Yohannes Firzal(2), Pedia Aldy(3),


(1) Universitas Riau
(2) Universitas Riau
(3) Universitas Riau

Abstract


Banyaknya kasus kekerasan terhadap kucing yang dilakukan sebagian orang menunjukkan bahwa kesenjangan terhadap kucing masih banyak terjadi, dikarenakan minimnya perhatian masyarakat akan kesejahteraan kucing. Kesenjangan yang terjadi pada kucing dialami oleh kucing jalanan dan juga kucing peliharaan, sehingga melatarbelakangi munculnya Pecinta Kucing sebagai kelompok masyarakat yang peduli akan kesejahteraan kucing. Suatu wadah diperlukan bagi Pecinta Kucing di Pekanbaru agar dapat menaungi segala kegiatan mereka untuk memberikan kesejahteraan bagi kucing melalui kegiatan perawatan, edukasi, dan rekreasi. Pusat Pecinta Kucing hadir sebagai wadah dalam menjalankan aktivitas bagi Pecinta Kucing di Pekanbaru. Pusat Pecinta Kucing kelak akan menjadi tempat yang tidak hanya dapat dinikmati oleh Pecinta Kucing dan masyarakat Pekanbaru yang tertarik pada kucing, namun juga bagi kucing melalui fasilitas yang disediakan dan kegiatan yang diadakan. Perancangan Pusat Pecinta Kucing menggunakan pendekatan Arsitektur Ekspresionis, agar dapat mengkomunikasikan ekspresi rasa peduli pecinta kucing terhadap kesejahteraan kucing kepada masyarakat umum sebagai wujud pentingnya hak untuk sejahtera bagi kucing.Kata Kunci: Arsitektur Ekspresionis, Pusat Pecinta Kucing 

Full Text:

PDF

References


Echols, J. M & Shadilly, H. (1996). Kamus Inggris Indonesia. Jakarta : Gramedia

Fauhani, S.A., Tanudjaja, B.B., Salamoon, D.K. (2017). Perancangan Buku Ilustrasi sebagai Panduan Dalam Memelihara Kucing untuk Remaja dan Dewasa Muda Usia 16 – 24 Tahun. Jurnal DKV Adiwarna. 1(10): 1-9

Humas Kantor Peternakan dan Kesehatan Hewan Kota Pekanbaru

Khairunnisa, H. & Nurjanah. (2017). Komunikasi Persuasif ICA (Indonesian Cat Association) Cabang Pekanbaru Dalam Merekrut Pecinta

Kucing Di Kota Pekanbaru. Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Riau. 4(1): 1-12

Krier, Rob. (1983). Elements of Architecture. London : The Architecture

Mampow, J.T. (2017). Suatu Kajian Atas Tindak Pidana Kejahatan Terhadap Hewan Berdasarkan Peraturan Perundang-undangan. LEX ADMINISTRATUM. 5(2): 149-157

Manaroinsong, K.E., Makainas, I., Tinangon, A.J. (2017). Manado Christian Community Center. Arsitektur Simbolisme. Jurnal Arsitektur DASENG. 6(2): 11-20

Mariandayani, H.N. (2014). Keragaman Kucing Domestik (Felis Domesticus) Berdasarkan Morfogenetik. Jurnal Peternakan Sriwijaya (JPS). 1(1): 10-19

Mudeng, J. & Siswanto. (2012). Penerapan Prinsip-prinsip Seni Ekspresionisme dalam Rancangan. Jurnal Arsitektur DASENG. 1(1): 30-36

Putri, A.P.D. & Hidayanto, A.F. (2015). Desain Sarana Bermain Kucing Bernuansa Alam. Jurnal Kreatif. 2(2): 3-13

Saputra, A., Syfwan, Ahdi, S. (2019). Perancangan Iklan Layanan Masyarakat Tentang Kesejahteraan Kucing Liar dalam Media Audio Visual. Jurnal Desain Komunikasi Visual DEKAVE. 9(1): 1-15

Yulika & Nurjanah. (2018). Pola Komunikasi Komunitas Rumah Kucing Rescue dalam Upaya Penyelamatan Kucing-kucing Terlantar Di Kota Pekanbaru. Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Riau. 5(2): 1-13




DOI: https://doi.org/10.31289/jaur.v5i2.4894

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


JAUR : JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH
Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Medan Area
Universitas Medan Area, Jalan Kolam No. 1, Pasar V, Medan Estate, Sumatera Utara http://ojs.uma.ac.id/index.php/jaur dan Email: jaur@uma.ac.id
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License