APPLICATION OF FOLDING ARCHITECTURE AT HALLYU CENTER IN PEKANBARU


Tutilia Manalu(1), Muhammad Rijal(2), Yohannes Firzal(3),


(1) Universitas Riau
(2) Universitas Riau
(3) Universitas Riau

Abstract


Dalam beberapa tahun industry, budaya populer Korea Selatan berkembang sangat pesat dan menyebar ke berbagai negara di dunia salah satunya Indonesia. Fenomena ini dikenal dengan istilah “hallyu” yang merupakan istilah dari penyebaran budaya populer Korea, berupa musik, drama, film, fasion, kosmetik, destinasi wisata, kuliner dan lain sebagainya. Fenomena ini juga menyebar di wilayah Pekanbaru sehingga mendorong terbentuknya komunitas- komunitas  para penggemar Korea Seperti Komunitas Dance cover dan idol group. Serta ketertarikan masyarakat  untuk mengunjungi negera asal hallyu tersebut dan merasakan suasana disana. Tetapi belum adanya wadah khusus untuk menampung berbagai kegiatan dari komunitas tersebut Oleh karena itu, perancangan Hallyu Center  sebagai wadah untuk memperkenalkan budaya popular Korea  dengan berbagai fasilitas didalamnya yang dapat menampung aktifitas komunitas penggemar Korea diwilayah Pekanbaru dan sebagai media dalam berbagi dan bertukar informasi dengan menerapkan folding Architecture. Folding architecture adalah  metode pencarian bentuk yang memfokuskan pada bentuk eksploratif  dan visualitatif yang dapat mengkomunikasikan fungsi objek hallyu center.

Kata-kunci : Budaya Populer, Hallyu Center, Folding Architecture.


Full Text:

PDF

References


Amellita, N. (2010). Kebudayaan Populer Korea: Hallyu dan Perkembangannya di Indonesia. Kebudayaan Populer Korea : Hallyu Dan Perkembangannya Di Indonesia.

Idrovo Vintimilla, D. (2016). Reseña del libro de Sophia Vyzoviti “Folding Architecture Spatial, Structural And Organizational Diagrams.” Reseña Del Libro de Sophia Vyzoviti “Folding Architecture Apatial, Structural and Organizational Diagrams.”

Kim, J. Y., & Lee, J. O. (2014). Korean pop culture: A decade of ups and downs. International Journal of Multimedia and Ubiquitous Engineering. https://doi.org/10.14257/ijmue.2014.9.3.13

Kocis. (2011). Korean Wave. Korean Culture and Information Sevice.

Korean Tourism Organization. (2020). Korea, Monthly Statistics of Tourism | key facts on toursim | Tourism Statistics. http://kto.visitkorea.or.kr/eng/tourismStatics/keyFacts/KoreaMonthlyStatistics.kto#search

Nursyirwan, H. (2018). Perkembangan Korean Wave di Indonesia. Kinibisa.Com.

Putri, G. I. (2016). . Fenomena Komunikasi Komunitas K-Popers Pekanbaru, 3(1).

Rena, E. (2017). Jom FISIP Vol. 4 No. 2 Oktober 2017 page 1. 4(2), 1–15.

Rianti. (2019). . Upaya Korean Tourism Organization (KTO) Dalam Mempromosikan Pariwisata Korea Di Indonesia. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004

Runtu, M., & Tilaar, S. (2012). . Implementasi Konsep “Folding” Dalam Rancangan Fasade Bangunan / Arsitektur, 9(2), 93–110.

Seo, J. H., & Kim, B. (2020). The “Hallyu” phenomenon: Utilizing tourism destination as product placement in K-POP culture. Tourism Economics. https://doi.org/10.1177/1354816619837111

Shim, D. (2006). Hybridity and the rise of Korean popular culture in Asia. In Media, Culture and Society. https://doi.org/10.1177/0163443706059278

Suminar, R. (2018). Fenomena Hallyu Di Indonesia. Jurnal Ilmiah Indonesia.

Vyzoviti, 2004. (2014). Vyzoviti_Folding Architecture.pdf.




DOI: https://doi.org/10.31289/jaur.v5i2.4951

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


JAUR : JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH
Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Medan Area
Universitas Medan Area, Jalan Kolam No. 1, Pasar V, Medan Estate, Sumatera Utara http://ojs.uma.ac.id/index.php/jaur dan Email: jaur@uma.ac.id
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License