Peran Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) dalam Meningkatkan Kualitas Fisik Permukiman Pesisir di Batam


Carissa Dinar Aguspriyanti(1), Putri Melati(2), Michelle Carolina Setijograha(3),


(1) Universitas Internasional Batam
(2) Universitas Internasional Batam
(3) Universitas Internasional Batam

Abstract


Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) yang diusung oleh pemerintah Indonesia telah diimplementasikan di berbagai kota sebagai upaya strategis dalam menangani permasalahan kekumuhan. Kota Batam yang memiliki 61 permukiman kumuh menjadi salah satu target pelaksanaan program tersebut. Untuk mewujudkan pembangunan yang responsif dan berkelanjutan, maka diperlukan adanya pengawasan dan evaluasi secara berkala. Oleh sebab itu, studi ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana peran program KOTAKU dalam meningkatkan kualitas fisik permukiman pesisir di Batam, khususnya di Kampung Tua Tanjung Riau. Melalui metode kualitatif deskriptif, studi ini meninjau aspek-aspek fisik yang berhubungan dengan kriteria kekumuhan. Hasil studi mengindikasikan bahwa program KOTAKU berperan cukup besar dalam meningkatkan kualitas fisik permukiman pesisir Kampung Tua Tanjung Riau. Hal tersebut tercermin dari adanya perkembangan yang cukup signifikan pada kondisi jalan lingkungan, drainase lingkungan, pengelolaan air limbah, dan ketersediaan ruang terbuka publik di permukiman pesisir ini. Melalui program KOTAKU, Kampung Tua Tanjung Riau jadi memiliki ruang terbuka publik baru yang berkapasitas sebagai ikon kawasan sekaligus ikon Kota Batam. Hal ini sejalan dengan potensinya sebagai kawasan wisata.

Full Text:

PDF

References


Aguspriyanti, C. D., Nimita, F., & Deviana. (2020). Analisis Faktor-Faktor Penyebab Kekumuhan di Permukiman Pesisir Kampung Tua Tanjung Riau. Journal of Architectural Design and Development, 01(02), 176–186. https://doi.org/10.37253/jad.v1i2.1501

Anggito, A., & Setiawan, J. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. CV Jejak (Jejak Publisher).

Christiawan, P. I., & Budiarta, I. G. (2017). Entitas permukiman kumuh di wilayah pesisir. Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 6(2), 179.

Damisi, D. M., Kumurur, V. A., & Sela, R. L. E. (2014). ANALISIS FAKTOR-FAKTOR KEKUMUHAN KAWASAN PERMUKIMAN PESISIR TRADISIONAL (Studi Kasus : Desa Bajo Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo). Sabua, 6(1), 163–172.

Irfan, H. Baruwadi, M., & Rahim, S. (2021). Strategi Pengelolaan Kawasan Permukiman Kumuh di Kota Gorontalo. LOSARI : Jurnal Arsitektur Kota Dan Pemukiman, 6(2), 89–101. https://doi.org/10.33096/losari.v6i2.299

KOTAKU. (2017). Tentang Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku). http://kotaku.pu.go.id/page/6880/tentang-program-kota-tanpa-kumuh-kotaku

Pemerintah Indonesia. (2007). UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2007 TENTANG PENGELOLAAN WILAYAH PESISIR DAN PULAU-PULAU KECIL (Issue 27). http://bk.menlh.go.id/files/UU_no_27_th_2007.pdf

Pemerintah Kota Batam. (2020). Rencana Penyiapan Lahan (RPL) Peningkatan Kualitas Kawasan Permukiman Kumuh Kampung Tua Tanjung Riau Batam Tahun 2020.

Sakdiah, C., & Rahmawati, D. (2020). Strategi penanganan permukiman kumuh kawasan DAS Metro Kota Malang berdasarkan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs). Jurnal Teknik ITS, 9(1), 223–230.

Sekatia, A. (2015). KAJIAN PERMUKIMAN KUMUH DAN NELAYAN TAMBAK LOROK SEMARANG Studi Kasus Partisipasi Masyarakat. Modul, 15(1), 57–66. https://doi.org/10.14710/mdl.15.1.2015.57-66

Sugiyono. (2018). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan kombinasi (mixed methods). Alfabeta.




DOI: https://doi.org/10.31289/jaur.v5i2.6848

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


JAUR : JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH
Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Medan Area
Universitas Medan Area, Jalan Kolam No. 1, Pasar V, Medan Estate, Sumatera Utara http://ojs.uma.ac.id/index.php/jaur dan Email: jaur@uma.ac.id
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License