Analisa Karakteristik Campuran Aspal Beton Dengan Filler Yang Berbeda Terhadap Nilai Marshall

Muhammad Rasyad Tahir Dalimunthe, Melloukey Ardan

Abstract


Kondisi lapis permukaan suatu ruas jalan dengan menggunakan perkerasan lentur.memiliki masalah dalam kerusakanya, yang penyebab utamanya berhubungan dengan kualitas bahan pendukungnya antara lain aspal dan agregat. Kerusakan akan cepat terjadi jika perkerasan tersebut mengalami pembebanan secara berlebihan dan pengaruh lingkungan, salah satunya temperatur yang relatif tinggi. Salah satu cara dalam mengatasi kerusakan jalan yang terjadi lebih awal adalah dengan memperbaiki kinerja campuran yaitu memodifikasi dengan cara menggunakan bahan tambah. Dengan nilai penetrasi yang rendah dan temperatur di indonesia yang cukup tinggi. Absuton cocok digunakan sebagai bahan tambah. Penelitian sebelumnya menunjukkan dengan penambahan absuton butir dalam campuran mempunyai kecendrungan memperbaiki kinerja lapis perkerasan jalan terhadap pembebanan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pola hubungan variasi campuran dengan filler batu kapur dengan filler semen portland untuk mengetahui kadar aspal optimum terhadap nilai karakteristik marshall. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yang dilakukan di laboratorium dengan aspal beton campuran filler yang berbeda dengan masing masing 5%,5,5%,6,%,6,5 dan 7%. Benda uji masing masing 20 buah. Pengujian menggunakan marshall test dengan hasil campuran filler semen lah yang lebih baik untuk aspal ketimbang filler batu kapur.


Keywords


Aspal; filler Batu Kapur; Semen Portland; Marshall

Full Text:

PDF

References


Departemen Pekerjaan Umum, Pekerjaan Lapis Pondasi Jalan, Buku 1 Umum, Manual Konstruksi dan Bangunan, Direktorat Jendral Bina Marga, (2006).

Departemen Pekerjaan Umum, Pekerjaan Lapis Pondasi Jalan, Buku 3 Lapis Pondasi Agregat, Manual Konstruksi dan Bangunan, Direktorat Jendral Bina Marga, (2006).

Departemen Pekerjaan Umum, Pekerjaan Lapis Pondasi Jalan, Buku 8 Permasalahan Lapangan, Manual Konstruksi dan Bangunan, Direktorat Jendral Bina Marga, (2006).

Departemen Pekerjaan Umum, Petunjuk Pelaksanaan Lapisan Atas Aspal Beton (Laston), Direktorat Jendral Bina Marga, (2010).

Direktorat Pembinaan Jalan Kota.(1990). Tata Cara Penyusunan Pemeliharaan Jalan Kota (No. 018/T/BNKT/1990), Direktorat Jendral Bina Marga Departemen PU. Jakarta.

Dapertemen Pekerjaan Umum Badan Penerbit Pekerjaan Umum Rencana Campuran (Mix Design) bagian A (Teori Gradasi) untuk Beton Aspal, Aspal Mastik, Base & Sub Base Course Beton P.C, (2006).

Hary Christady Hardiayatmo “Pemeliharaan Jalan Raya” November (2015)

Ir. Hotman Marpaung “Beton dan Pengujian”, Medan, (2000).

Sukirman silvia “Beton Aspal Campuran Panas” Jakarta April (2003)

Sukirman Silvia “Perkerasan lentur jalan raya”, Bandung, Bandung (1999).




DOI: https://doi.org/10.31289/jcebt.v3i1.2458

DOI (PDF): https://doi.org/10.31289/jcebt.v3i1.2458.g1990

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Medan Area
Universitas Medan Area, Jalan Kolam No. 1, Pasar V, Medan Estate, Sumatera Utara http://ojs.uma.ac.id/index.php/jcebt dan Email: jcebt@uma.ac.id
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License